Loading...

PENYIAPAN BATANG ENTRES DAN GRAFTING PADA KEMIRI SUNAN

PENYIAPAN BATANG ENTRES DAN GRAFTING PADA KEMIRI SUNAN
Entres yang digunakan harus berasal dari varietas unggul. Hingga saat ini telah dilepas varietas unggul lokal yaitu kemiri sunan 1 (populasi Banyuresmi, Garut) dan kemiri sunan 2 (populasi Jumat, Majalengka). Teknik pengambilan entres dilakukan dengan memilih pucuk dari pohon induk yang terpilih pada saat pucuk dalam fase pertumbuhan vegetatif yang ditandai dengan warna daun yang hijau dan lebat serta mata tunas dalam keadaan tidur. Pucuk yang dipilih terletak pada ujung ranting yang mendapat sinar matahari langsung. Tanda pucuk yang baik yaitu diameter 7-10 mm, ujung batang berwarna hijau segar, sedangkan pangkalnya berwarna coklat. Panjang pucuk minimal 15 cm, di mana sepertiganya berwarna hijau segar. GraftingCaranya dengan memotong pucuk dengan pisau yang tajam dan steril kumpulkan pada tempat yang bersih beralas karung goni atau karton di tempat teduh. Kemudian dibuang semua daunnya mulai dari pangkal pelepah daun. Pucuk yang terkumpul diseleksi ulang, dihitung jumlahnya, dipaking dan diberi label. Label harus menunjukan: jumlah pucuk, tanggal pengambilan dan asal pucuk. Paking pucuk dilakukan dengan menggunakan pembungkus pucuk yang lembab seperti gedebok pisang atau karung goni yang dibasahi, kemudian masukan dalam kotak (stereoform) yang telah diberi ventilasi. Apabila jarak tempuh pengiriman ke tempat grafting lebih dari 6 jam maka pengemasan harus menggunakan ice box. Untuk menjamin kepastian hasil, kualitas, kemurnian, produk dan keseragaman tanaman maka bahan tanaman yang digunakan untuk pengembangan dianjurkan menggunakan bibit grafting. Keberhasilan sambungan bibit grafting ditentukan antara lain: a). Stadia batang bawah dan entres harus tepat. Batang bawah sudah berkayu warna kulit hijau kecoklatan umur 5-6 bulan (setelah tanam di polybag), demikian pula stadia entres sudah berkayu warna kulit hijau tua kecoklatan, b) Besar entres sama dengan batang bawah, c) Persemaian tempat grafting harus teduh dan ternaungi, bersuhu sejuk, d) Petugas grafting harus tampil dan berpengalaman, e) Menggunakan plastik putih untuk melilit sambungan, terbungkus rapi tidak masuk air, f) Pemeliharaannya teratur (penyiraman, pemupukan dan pembuangan tunas di bawah sambungan). Tujuan pembenihan dengan grafting yaitu untuk memperoleh benih unggul yang sama potensi produksinya dengan pohon induk sumber entresnya dan umur mulai berbuahnya lebih cepat dibanding dengan benih yang berasal dari biji. Benih batang bawah yang siap digrafting (umur benih 3 bulan setelah kecambah) diberi naungan paranet. Paranet yang digunakan dengan tingkat pelolosan sinar matahari sampai 35% (paranet 65%). Apabila curah hujan cukup tinggi sehingga menyebabkan benih tergenang, maka diperlukan tambahan pelindung dari plastik transparan yang dipasang di atas paranet. Penyambungan batang bawah (rootstock) dan batang atas (entres)Proses penyambungan dilakukan di tempat yang telah diberi naungan terbuat dari paranet 65% (cahaya yang masuk 35%). Diameter batang atas dan batang bawah harus sama berkisar antara 7-10 mm. Membuat sayatan pada calon batang bawah menyerupai huruf "V", sedangkan sayatan pada batang atas seperti " ". Ukuran sayatan keduanya harus sama, sehingga dapat. Menyambungkan batang atas dengan batang bawah secara tepat dan serasi, kemudian sambungannya diikat dengan plastik transparan sedemikian rupa agar air tidak masuk pada sayatan sambungan dan kuat agar sambungan tidak goyang dan tidak mudah lepas. Menutup/sungkup batang yang telah disambung dengan kantong plastik transparan. Pemeliharaan benih grafting1)PenyiramanPenyiraman dilakukan setiap pagi dan sore hari sampai media tanam di dalam polybag benar-benar basah. Hindarkan penyiraman yang berlebihan sehingga menyebabkan genangan air di dalam polybag. Bila malam hari terdapat curah hujan yang cukup, tidak perlu dilakukan penyiraman pada pagi harinya dan penyiraman sore harinya tergantung pada kelembaban tanah di polybag. Bila pagi hari terdapat curah hujan yang cukup, maka tidak perlu penyiraman pada pagi maupun sore harinya. Bila terdapat genangan air yang bertahan di polybag akibat curah hujan yang terlalu tinggi, maka dibuat tambahan lubang pada polybag dengan cara menusuknya menggunakan paku berdiameter 5 mm. Buang tunas air (wiwilan) yang tumbuh di bawah sambungan dengan menggunakan gunting stek atau pisau cutter. Bekas luka pemotongan diolesi pestisida atau cat untuk mencegah infeksi penyakit patogen. Bunga yang tumbuh pada titik tumbuh selama dalam pembenihan harus dibuang setelah ke luar daun muda. Pengendalian gulma di dalam dan di luar polybag dilakukan secara manual dan tidak boleh menggunakan herbisida. Pemupukan dilakukan pada 4 minggu setelah digrafting dengan jenis dan takaran pupuk. Benih hasil grafting berumur satu sampai tiga tahun tidak perlu diberikan pupuk. Benih grafting umur bulan keempat diberikan urea sebanyak 10 gram/pohon, Sp-36 sebanyak 15 gram/pohon, dan KCl sebanyak 10 gram/pohon. Saat bulan kelima benih diberi pupuk urea 15 gram/pohon, SP-36 20 gram/pohon, dan KCl 10 gram/pohon, pada umur bulan keenam urea yang diberikan 15 gram/pohon, SP-36 20 gram/pohon, dan KCl sebanyak 10 gram/pohon. Penghitungan waktu memupuk tersebut 2)Seleksi benih graftingTujuan seleksi yaitu untuk memperoleh benih grafting dengan pertumbuhan yang optimal dan sambungan yang sempurna. Seleksi dilakukan pada saat benih berumur 3 bulan setelah penyambungan. Beberapa ciri fisik benih grafting yang diafkir yaitu: (1) Daun tidak tumbuh sempurna, kerdil dan kecil; (2) Daun menggulung, helaian daun benih menggulung tidak membuka secara normal; (3) Benih kerdil, benih dengan pertumbuhan vegetatifnya tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan; (4) Benih dengan serangan penyakit berat yang dicirikan oleh batang dan daunnya bercak-bercak berjamur, biasanya berwarna putih seperti embun; dan (5) Benih grafting afkir diangkat dan singkirkan dari bedengan dan dimusnahkan. Ditulis kembali oleh : Nanik Anggoro Purwatiningsih ( Penyuluh BBP2TP)Sumber: 1. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 74.1/PERMENTAN/OT.140/11/21002. www.perkebunan.litbang.go.id