Loading...

PENYIAPAN BIBIT BUAH NAGA ORGANIK

PENYIAPAN BIBIT BUAH NAGA ORGANIK
Budidaya secara organik merupakan proses bertanam dengan menggunakan bahan alami (organik) dan menghindari penggunaan bahan kimia atau jika menggunakan bahan-bahan kimia sangat dibatasi dalam jumlah sedikit saja. Menghindari penggunaan bahan kimia perlu dilakukan sejak penyiapan bibit. Bibit adalah bagian dari tanaman untuk diperbanyak atau ditanam, pada umumnya berupa biji atau setek. Tanam buah naga dengan biji disebut juga dengan cara perbanyakan generative, mempunyai keuntungan dapat diperoleh bibit dalam jumlah banyak dan biaya murah, karena setiap buah minimal berisi 1.000 biji. Namun cara ini jarang dilakukan oleh petani karena membutuhkan waktu sangat lama dan lebih sulit jika dibandingkan dengan cara tanam vegetatif. Disamping itu untuk mendapatkan biji bernas serta berkualitas juga agak sulit, karena harus dibutuhkan buah yang benar-benar tua serta sehat. Seleksi biji berkualitas juga sulit dilakukan karena ukuran bijinya sangat kecil bahkan memiliki penampakan sama. Oleh karena itu, pada umumnya petani menanam dengan setek atau cara perbanyakan vegetative. Bibit setek berupa potongan batang atau cabang sepanjang 25 - 30 cm. Cara ini perlu biaya mahal, tetapi tingkat keberhasilannya lebih tinggi dan pemeliharaan dibutuhkan waktu lebih singkat. Selain itu hasil produknya tidak jauh menyimpang dari induknya. Bibit merupakan faktor penentu untuk mendapatkan produksi tanaman yang optimal, maka harus dipilih bibit buah naga yang bermutu baik, yaitu dari varietas unggul, tumbuh bagus, tua, dan sehat bebas dari hama penyakit. Mutu bibit juga bisa dilihat dari kualitas induk, jika bibit diambil tanaman yang tumbuhnya bagus dan mempunyai buah bagus, maka besar kemungkinan bibit tersebut memiliki sifat tidak banyak beda dengan induknya. Untuk budidaya organik, sebaiknya bibit buah naga diambil dari induk yang dibudidayakan secara organik. Cara membuat bibit setek buah naga yang bermutu baik, sebagai berikut: 1) Pilihlah batang atau cabang tanaman buah naga yang sehat, tua, berwarna hijau gelap, sudah pernah berbuah 3-4 kali, memiliki panjang sekitar 80-120 cm, bergaris tengah minimal 8 cm, dan keras. Semakin besar batang yang dipilih akan semakin baik, karena akan menjadi batang utama tanaman buah naga; 2) Batang atau cabang yang terpilih dipotong 80% (4/5 bagian) sehingga sisanya sekitar 20% (1/5 bagian); 3) Potongan batang atau cabang 80%, dipotong-potong lagi dengan panjang antara 25 - 30 cm dan setiap potongan setek harus memiliki paling sedikit empat mata tunas; 3) Cara memotongnya, batang bagian atas dipotong rata dan bagian bawah dipotong meruncing untuk merangsang pertumbuhan akar. Cara memotong meruncing, sepanjang 1 - 2 cm di salah satu sisi batang dipotong miring ke arah batang pokok; 4) Setek yang sudah dipotong-potong dikering anginkan sampai getahnya mongering sekitar 2 - 3 hari, jika langsung ditanam getah yang basah dapat menyebabkan busuk batang, dan 5) Pembibitan buah naga dapat dilakukan pada bedengan atau polibag. Pembibitan Pada BedenganBedengan dibuat setinggi 15 cm, lebar 100 cm dan panjangnya sesuai kondisi lahan. Pada permukaan bedengan taburkan campuran 10 kg pasir, 10 kg pupuk kandang yang sudah matang, dan 250 gram kapur dolomit. Lalu bedengan dicangkul dengan kedalaman sekitar 15 cm dan diratakan, serta dibiarkan selama 1 hari. Selanjutnya, bedengan disiram dengan air yang tidak deras secara merata dan segera setek ditanam di atas bedengan, dengan jarak tanam sekitar 40 x 60 cm dan kedalaman sekitar 5 cm. Pembibitan ini harus dirawat dengan diberi naungan plastik dan disiraman 2 – 3 hari sekali. Penyiraman dapat menggunakan hand sprayer, karena penyiraman harus secara hati-hati atau jangan terlalu deras, agar setek tidak roboh. Keberhasilan pembibitan tersebut dapat diketahui 3 bulan setelah setek ditanam yang ditandai dengan tubuhnya akar dan setek sehat, vigor dan kekar. Lalu naungan plastik dibuka agar setek terkena sinar matahari langsung. Sekitar dua minggu kemudian, setek akan tumbuh tunas cabang. Jika cabang tumbuh lebih dari satu secara bersamaan, pilihlah satu tunas cabang yang sehat, lebih beras dan kokoh. Potong tunas cabang yang tidak dipilih, sehingga tinggal satu tunas cabang yang dipertahankan dan jika tumbuh tunas cabang baru harus segera dipotong. Pemotongan gunakan gunting pangkas yang steril untuk mencegah kontaminasi bakteri. Bibit siap ditanam di kebun saat berumur antara 3 - 5 bulan. Pembibitan Pada PolibagSiapkan polibag untuk pembibitan buah naga berukuran 15 cm x 20 cm. Campurkan sampai rata media tanam berupa tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Polibag diisi campuran media tersebut yang tidak terlalu penuh dan siap untuk menanam setek buah naga. Menanam setek pada polibag dengan cara, media dalam polibag disiram dengan air dan segera tancapkan setek bagian yang runcing dengan posisi tegak sedalam 5 cm ke dalam media tanam. Berikan naungan untuk melindungi setek dari sengatan matahari dan lakukan penyiraman setiap 2 - 3 hari sekali. Selama pembibitan kondisi media harus dijaga agar tidak kekeringan. Sekitar 3 minggu, tunas cabang mulai tumbuh dan naungan harus dibuka agar bibit mendapatkan cahaya matahari penuh. Namun jika kondisi hujan, plastik sungkup tetap dibiarkan menutupi bibit agar media penanaman tidak terlalu basah. Selanjutnya lakukan pemeliharaan dengan memotong tunas cabang yang kurang bagus dan sisakan satu tunas saja yang bagus untuk batang pokok. Bibit siap ditanam di kebun saat berumur antara 3 - 5 bulan. Semoga bermanfaatPenulis: SUSILO ASTUTI HANDAYANI – Penyuluh Pertanian Pusluhtan) Sumber Informasi:1. Anonim, 2003. Menanam Dragon Fruit/Buah Naga. MIM Mojokerto. 2. Hasil Kajian dan Pengalaman di Lapangan oleh Pemuda Tani Sukoharjo dan Petani Mitra.3. Rahma. 2013. Delapan Bahan Pestisida Alami Untuk Tanaman Organik Anda. Standard Operating Procedure (SOP, Direktorat Budidaya Tanaman Buah. Direktorat Jenderal Hortikultura.4. Standar Nasional Indonesia (SNI) 6729 Tahun 2013. Sistem Pertanian Organik.5. Dari berbagai sumber.