Bibit merupakan bagian dari tanaman untuk diperbanyak atau bahan yang dapat ditanam kembali. Dalam budidaya tanaman, bibit merupakan hal yang penting untuk mendapatkan produksi yang optimal. Untuk itu, bibit pisang harus dipilih dari tanaman induk yang sesuai varietas yang dikenhendaki dan sehat (bebas dari hama dan penyakit tanaman). Perbanyakan tanaman pisang dapat dilakukan dengan menggunakan bibit anakan, bibit bonggol atau bibit kultur jaringan. Namun yang sering digunakan petani berupa bibit anakan dan bibit bonggol. Berikut cara mempersiapkan bibit pisang dari anakan dan bonggol. Bibit Pisang dari Anakan Bibit pisang dari anakan terdiri dari tiga macam, yaitu anakan pedang, anakan rebung, dan anakan dewasa. Anakan pedang merupakan tunas pohon pisang dengan tinggi 41 – 100 cm dan sudah muncul daun seperti pedang dengan ujung runcing. Anakan rebung merupakan tunas pohon pisang dengan tinggi antara 20 – 40 cm dan belum mempunyai daun, bentuknya menyerupai rebung. Sedangkan anakan dewasa merupakan tunas pohon pisang dengan tinggi lebih dari 100 cm. Dari ketiga jenis bibit anakan tersebut, paling baik menggunakan bibit anakan pedang. Jika menggunakan bibit anakan dewasa, masalahnya terlalu berat dalam pengangkutan dan kurang tahan lingkungan karena telah mempunyai daun sempurna. Sedangkan penggunaan bibit anakan rebung kurang baik karena jika ditanam langsung di lapangan bonggolnya masih lunak dan belum berdaun sehingga mudah kering.Bibit anakan dipilih dari induk pisang yang sudah berbuah, sehat (tidak terserang hama dan penyakit Layu Fusarium, Layu Bakteri, Virus Bunchy Top), dan dari lahan yang bebas penyakit terutama penyakit layu fusarium dan layu bakteri. Untuk anakan pedang pilihlah yang mempunyai bonggol. Bibit anakan yang dipilih dipisahkan dari bonggol induknya dan dikumpulkan di tempat yang teduh, lalu akar dibersihkan dari tanah dan daunnya dikurangi, serta dibuang mata tunas yang timbul. Selanjutnya bibit anakan yang sejenis dipilih dan dikelompokan menurut besar dan tinggi agar mendapatkan bibit yang seragam.Untuk bibit anakan pedang dan bibit anakan dewasa, setelah dipisahkan dari pohon induknya harus segera ditanam, karena jika terlambat akan meningkatkan serangan hama penggerek dan kematian di kebun. Jika tidak ada hujan, setelah bibit anakan tersebut ditanam dilakukan penyiraman dua kali sehari (pagi dan sore).Untuk bibit anakan rebung, sebelum ditanam di lapangan terlebih dahulu disemaikan di polibag, dengan cara sebagai berikut: a) Mencuci peralatan yang digunakan untuk menanam bibit dengan fungisida atau bacterisida dan desinfektan (bayclin atau klorox); b) Menyiapkan media tanam dari campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 2, artinya 1 bagian tanah dan 2 bagian pupuk kandang; c) Bibit anakan rebung yang akan ditanam direndam dalam fungisida Benlate atau Dithane M 45 dengan konsestrasi 2 gram per liter air selama 2 jam; d) Lalu bibit anakan rebung ditanam dengan posisi tegak di dalam polibag; dan e) Stelah tanam, jika tidak ada hujan disiram 2 kali sehari (pagi dan sore) dan bibit dapat ditanam di lapangan setelah berumur 1 – 2 bulan tergantung ukuran anakan. Bibit Pisang dari Bonggol Bonggol merupakan bagian tanaman pisang yang letaknya di bawah batang dan untuk tumbuhnya akar dan mata tunas. Bogol yang akan digunakan sebagai bibit, dipilih dari induk pisang yang telah dewasa dan sehat (bebas dari hama dan penyakit utama Layu Fusarium, Layu Bakteri, Virus Bunchy Top, Nematoda). Bonggol yang dipilih diangkat dari tanah, dibuang akarnya, dan dibersihkan dengan hati-hati jangan sampai merusak mata tunas. Lalu bonggol dipotong-potong menurut mata tunas dengan ukuran 10x10x10 cm. Jika bonggol dibelah berwarna putih berarti sehat, berarti bagus sebagai bibit. Untuk mengendalikan nematode, bonggol direndam dalam air hangat 55 oC selama 5 - 10 menit, lalu ditiriskan. Selanjutnya bibit bonggol disemaikan pada polibag, dengan cara sebagai berikut: a) Mencuci peralatan yang digunakan untuk menanam bibit dengan fungisida atau bacterisida dan desinfektan (bayclin atau klorox); b) Menyiapkan media tanam, yaitu campuran yang terdiri dari 1 bagian tanah dan 2 bagian pupuk kandang; c) Bibit bonggol yang akan ditanam direndam dalam fungisida Benlate atau Dithane M 45 dengan konsestrasi 2 gram per liter air selama 2 jam, ditiriskan; d) Lalu bibit bonggol ditanam pada polibag dengan posisi mata tunas menghadap ke atas; e) Selanjutnya jika tidak ada hujan disiram 2 kali sehari (pagi dan sore) dan bibit dapat ditanam di lapangan setelah berumur 1 – 2 bulan.Semoga bermanfaat(Penulis: SUSILO ASTUTI HANDAYANI – Penyuluh Pertanian Pusluhtan). Sumber Informasi:1. Heri Harti, dkk. Acuan Standar Operasional Produksi Pisang. Bogor: Pusat Kajian Buah-Buahan Tropika, Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat, Institut Pertanian Bogor. 2007.2. Nina Mulyati, dkk. Teknologi Budidaya Pisang. Bogor: Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2008.3. Dari berbagai sumber.