penyiapan lahan merupakan bagian budidaya yang perlu dipersiapkan dengan baik agar dapat mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal. penyiapan lahan tanaman semangka meliputi pembersihan, pengolahan tanah, pemberian pupuk dasar, dan pemberian kapur sesuai kondisi ph tanah pada lahan kebun yang akan ditanami semangka. pembersihan lahan dilakukan untuk membuang sisa-sisa tanaman, rumput, sampah, dan kotoran lainnya. sedangkan pengolahan tanah dapat dibedakan tiga cara, yaitu pengolahan tanah secara minimum (minimum tillage), semi intensif, dan intensif. masing-masing cara pengolahan tanah dapat diuraikan sebagai berikut: pengolahan tanah secara minimum (minimum tillage) cara ini dimulai dengan membuat parit saluran air di tengah-tengah petakan dengan lebar 30 – 40 cm dan dalamnya 40 – 50 cm. parit ini berfungsi untuk penampungan dan pembuangan air. selanjutnya pengolahan tanah dilakukan dengan mencangkul tanah sedalam daun cangkul, lalu dibuat lubang-lubang kecil untuk tempat menanam benih semangka. lubang diatur secara berbaris dan jarak antar baris satu dengan lainnya 5 – 6 meter untuk tempat menjalarkan tanaman semangka, sehingga nantinya ujung-ujung tanaman bertemu di tengah-tengah antar dua baris. pengolahan tanah semi intensif pengolahan tanah semi intensif dimulai dengan membuat parit selebar 40 – 60 cm dan dalamnya 40 – 60 cm pada setiap lebar petakan 5 – 6 meter. tanah selebar 60 – 80 cm pada sisi kiri dan kanan petakan dicangkul dan digemburkan. kemudian tanah diratakan dan ditambah pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) sebanyak 10 – 20 ton per hektar. tanah siap ditanami bibit semangka. pengolahan tanah intensif pengolahan tanah intensif dapat dilakukan dua macam, yaitu sistem tanpa menggunakan mulsa plastik hitam perak (mphp) dan sistem mphp. pengolahan tanah intensif dengan sistem tanpa mphp dimulai pembuatan bedengan pada lahan setinggi kira-kira 30 cm dan lebar 3 meter untuk tanam tunggal dan lebar bedengan 6 - 7 meter untuk tanam ganda. jarak antar bedengan dibuat parit selebar 50 - 60 cm dan tinggi 40 – 50 cm. selanjutnya dilakukan pengolahan tanah hanya pada bidang lahan yang akan ditanami benih atau bibit semangka saja, yaitu di atas bedengan selebar kira-kira 1 meter pada satu sisi dekat parit untuk tanam tunggal, dan pada dua sisi (kanan dan kiri) masing-masing dekat parit untuk tanam ganda. tanah diolah secara sempurna hingga tanah menjadi remah dan gembur, kemudian bedengan diratakan dan dibuat lubang-lubang kecil berbaris sejajar parit dengan jarak antara lubang 90 – 100 cm. lubang-lubang ini untuk tempat menanam benih atau bibit semangka dan setiap lubang diisi pupuk kandang/kompos kira-kira sebanyak 3 kg. lahan siap untuk ditanami benih atau bibit semangka. sedangkan pengolahan tanah intensif sistem mphp pada prinsipnya sama dengan cara pengolahan tanah tanpa mphp, tetapi bedengan harus benar-benar rata dan sekaligus dipupuk dengan pupuk anorganik. setelah setiap lubang diberi pupuk kandang/kompos 3 kg, tahap selanjutnya tanah dikering anginkan. setelah 10 – 15 hari bedengan disiram ala kadarnya dan diberi pupuk dasar untuk 1 hektar berupa pupuk kandang 15 ton dan pupuk kimia yang terdiri dari: 600 kg za, 240 kg sp-36, dan 250 kg kcl. semua pupuk dicampur dan diberikan pada bidang tanah yang diolah, lalu diaduk sampai rata. bila diperlukan diberi juga kapur pertanian atau dolomite dengan dosis sesuai dengan kondisi ph tanah setempat. tanah dengan ph 4 – 5 diberi 1,5 – 2 ton dolomit per hektar dan kondisi ph 5 - 6 diberi 0,75 – 1,5 ton dolomit per hektar. kemudian setiap bedengan ditutup dengan mphp, dimulai dari ujung ke ujung pada setiap bedengan. mphp ditarik dan dirapikan sehingga permukaan bedengan tertutup rapat dan bagian tepi mphp harus dikuatkan dengan bilah bambu berbentuk u terbalik setiap 40 cm. sebelum tanam, mphp di atas bedengan dibuat lubang-lubang tanam dengan jarak antar lubang 90 – 100 cm. caranya, gunakan kaleng susu bekas yang dipotong salah satu permukaannya, lalu ditempelkan pada mphp, ditekan dan diputar kearah jarum jam sampai bolong. atau dengan cara lain, yaitu dengan menggunakan alat khusus pembuat lubang yang terbuat dari pipa besi dan bergagang kayu serta diisi arang membara. caranya, tempelkan permukaan pipa besi yang sudah panas pada mphp, maka akan bolong. pada mphp yang bolong siap ditanami benih atau bibit semangka. selamat mencoba, semoga berhasil. penulis : susilo astuti h. (penyuluh pertanian, pusluhtan) sumber pustaka: buku pintar budidaya tanaman buah unggul indonesia. redaksi agro media. jakarta, pt agromedia pusaka. 2009. budidaya semangka non biji. direktorat budidaya tanaman buah, direktorat jenderal hortikultura. 2007. final prajnanta. agribisnis semangka non-biji. bogor, pt. penebar swadaya, cetakan iii. 1999.