Loading...

Penyimpanan produk bawang merak yang baik dapat mempertahankan kesegaran dan menjaga mutu yang baik lebih lama.

Penyimpanan produk bawang merak yang baik dapat mempertahankan kesegaran dan menjaga mutu yang baik lebih lama.
Bawang merah memiliki produktifitas yang dipengaruhi oleh musim, musim tanam atau “on season” dilakukan pada bulan April, Juli, dan Oktober sehingga panen dapat terjadi pada bulan Juni, September, dan Desember sedangkan “off season” atau musim luar tanam pada bulan Januari – Maret. Pada saat musim panen maka bawang merah akan tersedia dalam jumlah yang banyak tetapi dengan harga yang rendah, namun apabila sudah melewati musim tanam maka persediaan bawang merah nasional menjadi menurun drastis dengan harga yang tinggi (Mutia et al., 2015). Pascapanen bawang merah memerlukan penanganan khusus, karena bawang merah mudah rusak dan sulit dipertahankan dalam bentuk segar sebelum dipasarkan. Metode penyimpanan yang diterapkan pada bawang merah juga memiliki pengaruh terhadap mutu bawang merah. Penyimpanan bawang merah yang umum dilakukan di Indonesia adalah secara tradisional pada suhu 25-30oC dengan RH 70%. Penyimpanan pada suhu rendah berkisar 7-10oC masih terdapat banyak kerusakan umbi bawang merah, hal ini disebabkan karena bawang merah masih bisa pertunas (Mutia et al., 2015). Selain itu Varietas bawang merah yang diusahakan diduga sebagai salah satu faktor yang menentukan daya simpan lama dan tidaknya bawang merah yang dimilikinya, varietas memiliki ciri dan sifat yang berbeda antara varietas yang satu dengan yang lain sehingga ketahanan daya simpanpun berbeda jua. Kondisi penyimpanan bawang merah dengan suhu rendah saat ini masih terus dilakukan untuk mendapatkan suhu optimum yang mampu menjaga mutunya. Oleh karena itu, penyimpanan dengan suhu yang lebih rendah (0oC) dengan beberapa varietas perlu dilakukan agar tetap terjaga mutu dan kesegaran bawang merah terjaga lebih lama. Penyimpanan bawang merah yang disimpan pada suhu rendah akan mengalami perubahan metabolisme terutama respirasi yang melambat akibat tekanan suhu. Hal ini bahwa suhu rendah dapat memperlambat proses metabolisme yang merupakan akibat dari beberapa reaksi enzimatis. Umbi Bawang merah yang disimpan pada suhu 0 oC tidak mengalami kerusakan hingga 3bulan. Hal ini disebabkan pada suhu 0oC pertumbuhan mikroorganisme dapat dihambat serta proses metabolisme terutama respirasi dapat diperlambat. Faktor yang mempengaruhi perkembangan mikroba adalah suhu dan kelembaban (RH) yang tinggi selama penyimpanan. Penyimpanan bawang merah pada suhu 0oC merupakan suhu terbaik yang dapat mempertahankan kualitas mutu kadar air, susut bobot, kekerasan, bawang merah hingga akhir penyimpanan selama 3 bulan. Penyimpanan adalah proses menyimpan hasil panen sebelum dipasarkan. Tujuan penyimpanan bawang merah adalah Untuk mempertahankan produk bawang meras tetap terjaga mutu, kesegaran yang lama serta menunggu saat pemasaran yang tepat. Standar Tentang Penyimpanan bawang merah yang dilakukan adalah Penyimpanan secara tradisional Penyimpanan dilakukan dengan cara mengemas dengan kemasan rajut plastik dan kemasan plastik klip serta melakukan pengikatan daun/untingan umbi bawang merah secara baik, rapi dan kuat agar tidak berceceran bila dilakukan pengangkutan dan pengantungan Menyiapkan para-para dari kayu atau bambu yang bersih untuk tempat menggantung umbi. Bawang merah yang telah dibersihkan dan disortasi serta untingan digantung ke dalam ruang penyimpanan yang disusun secara rapi menggunakan para para Selanjutnya melakukan menata dengan cara menggantung untingan umbi bawang merah menggunakan para-para diatas tungku perapian Penyimpanan dalam cold storage pada suhu 0 oC Penyimpanan dalam cold storage pada suhu 0 oC dilakukan tidak jauh beda dengan perlakuan tradisional hanya penyimpanan ini menggunakan alat isimpan yang moderen dan membutuhkan modal yang lebih banyak. Namun penyipanan ini mengahsilkan daya simpan yang lebih lama dibanding tradisi onal. Cara penyimpanan yaitu dengan cara mengemas dengan kemasan rajut plastik dan kemasan plastik klip serta melakukan pengikatan daun/untingan umbi bawang merah secara baik, rapi dan kuat agar tidak berceceran bila dilakukan pengangkutan dan pengantungan Menyiapkan para-para dari kayu atau bambu yang bersih untuk tempat menggantung umbi. Bawang merah yang telah dibersihkan dan disortasi serta untingan digantung ke dalam ruang penyimpanan yang disusun secara rapi menggunakan para para Selanjutnya melakukan menata dengan cara menggantung untingan umbi bawang merah menggunakan para-para diatas tungku perapian Ditulis ulang oleh : Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber : Balitbangtang dan Berbagai sumber media elektronik (Internet) Gambar : (Sumber: Rosliani, 2017)