Loading...

Penyuluh & Akademis Perihatin Alih Fungsi Lahan Pertanian

Penyuluh & Akademis   Perihatin Alih Fungsi Lahan Pertanian
Takengon 30 Nopember 2020 Radio Republik Indonesia Takengon kembali menayangkan siaran pedesaan yang diisi oleh Penyuluh Pertanian dan pakar pertanian dari Universitas Gajah Putih Takengon. Acara non interaktif sengaja ditayangkan agar masyarakat tahu dan sadar akan semakin menyempitnya lahan pertanian di kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah yang merupakan negeri diatas awan yang kesuburan alamnya luar biasa. Hasil identifikasi yang dilakukan oleh para penyuluh di setiap wilayah kerja, lahan pertanian semakin dikelilingi dengan berbagai titik bangunan berupa sarana jalan, perkantoran, perumahan, tempat olah raga dan pengembangan pemukiman. Sangat disayangkan lahan sawah yang produktif harus menjadi sasaran perubahan fungsi. Padahal pangan juga bagian dari ketahanan nasional kita, kenapa lahan sawah menjadi sasaran tempat inprasetruktur di daerah, jelas SUMERI, MP salah seorang penyuluh pertanian kabupaten Aceh tengah. Menurut MULIYONO,MP dari Universitas Gajah Putih Takengon, untuk menyelamatkan lahan pertanian produktif dari alih fungsi, salah satunya adalah melalui kebijakan pemerintah daerah untuk lebih mempertimbangkan izin bangunan bagi pihak suasta atau pribadi di lahan terkait. Tetapi juga butuh kesadaran masyarakat akan danpak pengalih fungsian tersebut terutama lahan produktif. Secara umum bagi pemerintah membuka jalan usaha tani atau jalan produksi memberi kontribusi dan mafaat untuk masyarakat, namun buntut dari pembukaan jalan tersebut orang perorangan terus mendirikan bangunan,tidak mustahil disekitar jalan yang dibuka berdiri pula sebuah pemukiman baru yang tidak kita kehendaki, tambah MERI sembari menjawab pertanyaan pemandu acara. Tidak terpungkiri semua dilema yang terjadi itu juga tuntutan kebutuhan, namun kita harus memikirkan upaya meminimalisir yang namanya alih fungsi. Salah satu contoh beras yang paling berkualitas ditahun 80-han adalah beras kebayakan, tetapi kini tinggal sejarah dan cerita yang dapat kita sampaikan untuk daerah. Semoga keperihatinan kita saat ini mendapoat tanggap positif dari semua pihak, demikian ditutup oleh narasumber yang berkloborasi di ruang mengudara RRI Takengon }* }*Abdurrahman.