Loading...

PENYULUH PERTANIAN DKI JAKARTA BERHASIL MENGHASILKAN ANAK SAPI (PEDET) BETINA DARI METODE INSEMINASI BUATAN DENGAN MENGGUNAKAN SEMEN BEKU SEXING

PENYULUH PERTANIAN DKI JAKARTA BERHASIL  MENGHASILKAN ANAK SAPI (PEDET) BETINA  DARI METODE INSEMINASI BUATAN DENGAN MENGGUNAKAN SEMEN BEKU SEXING
Kini Peternak Sapi Perah di DKI Jakarta dapat tersenyum bergembira, dan berterimakasih kepada Penyuluh Pertanian yang merupakan salah satu Inseminator Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan, sebab dari hasil Inseminasi Buatan (IB) yang dilakukan, sapinya sudah mampu melahirkan keturunan anak sapi (pedet) jenis kelamin betina dengan tingkat akurasi jenis kelamin hingga 96%. Mengapa demikian ...? karena dengan menghasilkan anak sapi betina, berarti populasi sapi betinanya meningkat, secara otomatis dengan waktu yang tidak terlalu lama lagi produksi susu sapi akan terus meningkat. Keberhasilan mendapatkan keturunan anak sapi dengan jenis kelamin sapi betina pada kisaran 96% merupakan suatu proses atas kerjasama dan kolaborasi antara peternak sapi perah, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta baik pada tingkat Provinsi maupun Wilayah Kota Jakarta Selatan, Penyuluh Pertanian dan Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Jawa Barat. Metoda yang digunakan adalah dengan sexing atau pemisahan sperma betina dan jantan yang bertujuan untuk memisahkan spermatozoa yang membawa sifat kelamin jantan dan betina yang ditentukan oleh adanya kromosom X dan Y pada spermatozoa sapi Pejantan. Penggunaan sperma beku jenis sexing diharapkan peluang kelahiran anak sapi jenis kelamin betina semakin besar. Menurut Penyuluh Pertanian Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Hairul Ihsan yang sudah melakukan proses kawin suntik sapi (Inseminasi Buatan) sejak Tahun 2017 menuturkan bahwa pada tanggal 30 Mei 2020 telah dilakukan IB pada sapi betina milik Peternak Bapak Hakim yang berlokasi di Jln Bangka IX RT 08/010 n0. 96 Kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan dan pada tanggal 25 Februari 2021 telah lahir pedet dengan kelamin Betina dengan berat 30 Kg dari induk dengan nomor registrasi 06147. Pedet yang lahir ini merupakan perkawinan dengan straw Sexing Aris 312110 AQ 141xx BIB Lembang. Sebelumnya, dilokasi yang sama juga telah dilakukan proses IB Sapi dengan menggunakan sperma beku sexing pada tanggal 4 Mei 2020 pada sapi betina nomor Registrasi 00647/0070 dan melahirkan pedet berkelamin betina pada tanggal 7 Februari 2021 dengan berat pedet 30 Kg. Keberhasilan menghasilkan keturunan anak sapi betina ini menunjukkan bahwa Program Sapi dan Kerbau Komoditas Andalan Negeri (SIKOMANDAN) yang merupakan pengembangan Program SIWAB (Sapi Wajib Bunting) di DKI Jakarta telah berjalan dengan baik, sehingga kedepan untuk meningkatkan populasi sapi betina di DKI Jakarta tidak lagi menemui kesulitan yang berarti, dengan demikian Provinsi DKI Jakarta mampu memenuhi kebutuhan konsumsi susu sapi baik untuk DKI Jakarta sendiri maupun untuk kepertingan konsumsi susu secara nasional. Bagi peternak di DKI Jakarta khususnya dan tingkat Nasional pada umumnya, peristiwa ini merupakan anugerah bagi peternak untuk terus semangat meningkatkan produksi dan produktifitas ternak sapi perah dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak sapi perah di DKI Jakarta. Apalagi prestasi ini terjadi ditengah Pandemi Covid 19 yang masih melanda negeri kita ini. Pandemi Covid 19 ini bukan merupakan halangan yang berarti untuk terus berkarya dan berprestasi sebab salah satu keberhasilan penyuluhan pertanian adalah bagaimana melihat peternak masih mampu meningkatkan pendapatan, ditengah terjangan pandemi covid 19 yang meluluh lantakkan sendi-sendi semua jenis usaha, tidak terkecuali usaha agribisnis peternak sapi perah. (Hairul Ihsan; Penyuluh Pertanian Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan ,2021)