Loading...

Penyuluhan dan Evaluasi Dampak Penyuluhan PGPR di Poktan Tunas Muda Ds. Rantau Karau Tengah Kec. Sungai Pandan

Penyuluhan dan Evaluasi Dampak Penyuluhan PGPR di Poktan Tunas Muda Ds. Rantau Karau Tengah Kec. Sungai Pandan
Kegiatan pertemuan kelompok tani dan evaluasi Dampak Penyuluhan ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 25 Juli 2022 di kelompok tani Tunas Muda Desa Rantau Karau Tengah Kecamatan Sungai Pandan. Kegiatan ini merupakan kegiatan Evaluasi Dampak Penyuluhan pertanian yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat adopsi petani terhadap teknologi yang disampaikan pada kegiatan penyuluhan dan diharapkan hasilnya bernilai positif, dimana telah dilaksanakan pada tanggal 5 April 2021 yang lalu. Evaluasi dampak terdiri atas evaluasi dampak langsung dan tidak langsung. Dampak langsung berhubungan dengan sikap yang mencakup tentang pembuatan PGPR, penggunaan PGPR pada saat perendaman benih, manfaat dari PGPR, kesulitan dalam pembuatan PGPR dan mau tidaknya menggunakan PGPR. Sedangkan dampak tidak langsung berhubungan dengan keterampilan yang mencakup keterampilan dalam membuat PGPR, cara pengaplikasian PGPR, memelihara tanaman dengan PGPR dan kemudahan dalam mencegah serangan penyakit dengan PGPR. Kegiatan evaluasi dampak penyuluhan pertanian pada Kelompok Tani Tunas Muda Desa Rantau Karau Tengah Kec. Sungai Pandan dilaksanakan sebagai upaya untuk mengukur sejauh mana keberhasilan kegiatan penyuluhan yang telah dilaksanakan di lapangan dengan cara menilai peserta/sasaran penyuluhan dengan metode mengajukan daftar kuisioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan materi penyuluhan yang di sampaikan pada saat pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Evaluasi dampak terhadap program yang telah disampaikan pada kegiatan penyuluhan setahun berjalan diharapkan dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan untuk menentukan kegiatan selanjutnya bagi petugas lapangan (penyuluh), khususnya upaya pemecahan permasalahan tentang tingkat adopsi petani terhadap teknologi yang diberikan. Dengan melaksanakan evaluasi dampak, kita dapat mengetahui sejauh mana petani menyerap informasi dan teknologi yang telah disampaikan dan petani dapat menerapkannya dalam kegiatan usaha. Disinilah peran penyuluh sangat diperlukan dalam membimbing petani di wilayah binaannya untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan selanjutnya. (Farida Adriani, SP)