Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah beriklim tropis. Tanaman ini termasuk jenis rumput-rumputan. Umur tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun sehingga tergolong tanaman tahunan. Di Indonesia tebu banyak dibudidayakan di pulau Jawa dan Sumatra. Untuk pembuatan gula, batang tebu yang sudah dipanen diperas dengan mesin pemeras (mesin press) di pabrik gula. Sesudah itu, nira atau air perasan tebu tersebut disaring, dimasak, dan diputihkan sehingga menjadi gula pasir yang kita kenal. Dari proses pembuatan tebu tersebut akan dihasilkan gula 5%, ampas tebu 90% dan sisanya berupa tetes (molasse) dan air. Permasalahan industri gula di Indonesia Permasalahan industri gula di Indonesia berpangkal pada empat hal utama yaitu: (1) inefisiensi di tingkat usaha tani; (2) inefisiensi di tingkat Pabrik Gula; (3) belum efektifnya kebijakan pemerintah guna mendorong perkembangan industri gula Indonesia; dan (4) industri dan perdagangan gula di pasar internasional yang sangat distortif. Masalah klasik pada tingkat usaha tani adalah rendahnya produktivitas dan rendemen. Produktivitas tebu pada perkebunan rakyat yang pangsa produksinya sekitar 68% hanya sekitar 4-5 ton gula/ha, jauh di bawah produktivitas beberapa negara seperti Australia yang mencapai 97 ton tebu/ha dengan rata-rata rendemen 13,72% atau setara dengan 13 ton gula/ha. Rendahnya produktivitas tersebut disebabkan oleh ketidaksesuaian lahan, teknik budi daya yang belum optimal, kesulitan kredit atau modal, kebijakan pemerintah, dan instabilitas harga (Susila, 2013). Pemerintah RI mencanangkan pada tahun 2014 dapat swasembada gula, untuk itu diperlukan peningkatan produksi tebu. Mengingat kendala industri gula untuk mendapatkan areal penanaman tebu, maka perlu langkah terobosan untuk dapat menanam tebu di lahan-lahan marginal. Untuk keperluan tersebut diperlukan jamur mikoriza untuk meningkatkan pertumbuhan tebu. Permasalahan tersebut di atas yang mendasari perlu adanya penelitian ini, sehingga diharapkan dapat memberikan salah satu alternatif untuk membuat bibit tebu yang sehat dan menekan intensitas penyakit tumbuhan agar tebu dapat tumbuh dengan sehat dan memperoleh produktivitas gula yang optimal yaitu dengan memanfaatkan pupuk hayati berupa jamur mikoriza arbuskula (JMA). Peranan jamur Mikro arbuskula (JMA)Jamur mikoriza ini membentuk simbiosis mutualisme dengan akar tanaman. Jamur memperoleh karbohidrat dalam bentuk gula sederhana (glukosa) dari tanaman, sebaliknya jamur menyalurkan air dan hara tanah untuk tanaman. Asosiasi antara akar tanaman dengan jamur ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi tanah dan tanaman inang yang merupakan tempat jamur tersebut tumbuh dan berkembang biak. Jamur mikoriza berperan untuk meningkatkan ketahanan hidup bibit terhadap penyakit dan meningkatkan pertumbuhan (Madjid, 2009). JMA diketahui bersifat simbiosis mutualistis dengan tanaman, bersifat antagonis terhadap parasit dan hidup bebas secara alami di daerah rizosfer. JMA juga diketahui dapat mengkolonisasi hampir seluruh akar tanaman pertanian. Kemampuan asosiasi JMA dengan berbagai jenis tanaman mencapai 90% (Gadkar & Vijay, 2001). JMA dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif teknologi untuk membantu pertumbuhan, meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman yang ditanam pada lahan-lahan marjinal (Gupta & Mukerji 2000; Al-Karaki et al., 2003). Peranan JMA sangat penting terutama untuk konservasi siklus nutrisi, membantu memperbaiki struktur tanah, transportasi karbon di sistem perakaran, mengatasi degradasi kesuburan tanah serta melindungi tanaman dari penyakit, juga sebagai agen fitoremediasi (Jeffries et al., 2003). Pemanfaatan JMA pada tebu lahan kering memberi dampak positif terhadap pertumbuhan dan produksi tebu, sebab dengan penggunaan JMA sistem perakaran tebu akan lebih baik, dibandingkan dengan tebu yang tidak menggunakan JMA. Hal ini disebabkan JMA mampu memperluas permukaan serapan hara dan air dengan adanya hifa yang dimiliki oleh JMA. Ditulis kembali oleh : Ir.Kukuh Wahyu WidjajantoBalai Besar Pengakajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP)Jl. Tentara Pelajar No.10 Bogor,14116E-mail : widjajantokukuh@yahoo.comSumber : Puslitbanghort (2015)