Tersedianya berbagai macam media penyuluhan pertanian seperti: brosur, kaset rekaman, folder, lembaran informasi pertanian (Liptan) dan lain-lain, memungkinkan untuk terjadinya proses belajar secara mandiri.Peranan media penyuluhan pertanian tersebut juga dapat digunakan sebagai alat bantu atau peragaan dalam kegiatan penyuluhan pertanian. Peragaan merupakan salah satu faktor penting dalam mencapai keberhasilan kegiatan penyuluhan pertanian. Media penyuluhan pertanian yang bersifat verbalistis akan kurang berhasil tanpa menggunakan alat bantu. Peragaan berkaitan erat dengan penginderaan. Peranan penginderaan sangat penting dalam proses belajar termasuk dalam kegiatan penyuluhan pertanian. Media harus berperan pula sebagai alat peragaan bagi petani belajar lebih efektif bila ia belajar dengan melihat, mendengar dan sekaligus mengerjakannya (learning by doing).Petani belajar dimulai dari situasi nyata dilapangan melalui pengalam langsung, sebagai contoh kegiatan sekolah lapangan (SL) dalam rangka memasyarakatkan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) tanaman padi. Petani secara berkelompok belajar mengamati hama/penyakit tanaman langsung dari rumpun padi sawah. Cara belajar tersebut disebut Cara Belajar Lewat Pengalaman (CBLP). Hasil pengamatan dicatat oleh petani, kemudian didiskusikan bersama secara priodik.Selanjutnya petani belajar melalui berbagai media penyuluhan pertanian lainnya antara lain : spesimen, poster, leaflet, folder, gambar, slide, film dan sebagainya. Materi pelajaran tidak terbatas pada hama/penyakit saja tetapi berkembang dengan materi yang terkait seperti ekologi tanaman, musuh alami, pemupukan, fisiologi tanaman dan sebagainya sampai panen. Dengan demikian dapat memberi pengalaman yang luas dan terpadu. Pengalaman-pengalaman yang kongkrit dan diperoleh penyuluh pertanian sebagai mitra petani berfungsi membantu/membimbing proses belajar tersebut.Proses belajar dapat berlangsung secara terus menerus dan berkelanjutan. Teknologi selalu berubah dan berkembang karena itu media penyuluhan pertanian harus selalu menyalurkan pesan/informasi yang mutakhir. Siaran pedesaan misalnya adalah media penyuluhan pertanian yang harus selalu siap menyalurkan perkembangan tehnologi yang mutakhir tersebut.Media penyuluhan pertanian mempertinggi efektivitas belajar. Media yang bermuatan peragaan dapat menarik perhatian, memusatkan perhatian dan memberi kejelasan terhadap pesan yang disampaikan, mempermudah untuk dimengerti dan kesannya bertahan lama dalam ingatan. Media penyuluhan juga bisa meningkatkan interaksi petani dengan lingkungannya. Misalnya melalui media demonstrasi di lapangan dimana petani belajar langsung dari lingkungannnya dan hasilnya akan meyakinkan petani terhadap pesan yang didemonstrasikan.Selain itu, meningkatkan keterampilan hanya dapat dicapai melalui peragaan langsung tentang langkah-langkah kerja yang harus dilakukan. Petani harus melakukannya sendiri sesuai dengan lembaran petunjuk kerja melalui media penyuluhan pertanian.Sumber : - DepartemenPertanian. 1982. Alat Peraga dalam Penyuluhan Pertanian. Jakarta.- Widodo, S dan Nuraeni. I. 2006. MediaPenyuluhan Pertanian. Universitas Terbuka. Jakarta- budi. budidarma.com Penulis : Bima Pradana ShaktiEmail : bimashakty@gmail.com