Loading...

perawatan kesehatan induk dan anak pada kambing domba

perawatan kesehatan induk dan anak  pada kambing domba
beberapa masalah yang masih dihadapi dalam perkembangan produktivitas ternak kambing dan domba adalah dalam bidang reproduksi. beberapa masalah yang sering muncul antara lain adalah proses perkawinan, pemeliharaan ternak bunting dan perawatan anak baru lahir. tingkat kematian anak baru lahir pada kambing dan domba masih cukup tinggi. sehingga sangat dibutuhkan suatu upaya peningkatan pengetahuan peternak dalam upaya pemeliharaan betina bunting dan anak baru lahir. reproduksi kambing dan domba kambing dan domba mencapai pubertas pada umur 4-6 bulan ditandai dengan mulainya proses spermatogenesis. proses spermatogenesis merupakan proses produksi spermatozoa di dalam testis pada bagian tubuli seminiferi. kambing dan domba menghasilkan semen dengan volume 0,8 – 1,2 ml per ejakulasi konsentrasi spermatozoa mencapai 2000-3000 juta per ml dengan motilitas progressive 60-80% dan abnormalitas 5-20%. pemeliharaan betina bunting pemeliharaan betina bunting merupakan salah satu upaya penting yang harus dilakukan dalam upaya peningkatan produktivitas ternak.. pemeliharaan ternak bunting perlu lebih diintensifkan utamanya dalam hal pemberian pakan dan perawatan (hindari dari terjatuh dan benturan atau kondisi kandang yang kurang baik). proses pemeliharaan kebuntingan ini sangat penting karena embrio ternak cukup labil utamanya pada umur kebuntingan muda. proses kelahiran. pola hormon selama bagian akhir kebuntingan mengatur stadium kelahiran. kadar estrogen, progesteron, dan relaksin terlihat tinggi sehingga dapat diketahui bahwa mekanisme yang menginisiasi kelahiran adalah pelepasan cortisol oleh fetus. kenaikan cortisol menyebabkan produksi dan pelepasan yang lebih besar dari estrogen oleh plasenta yang menginisiasi pelepasan pgf2a dari uteruspgf2a yang menyebabkan regresi cl dan turunnya progesteron. plasenta merupakan sumber utama progesteron pada domba selama 2/5 akhir kebuntingan. tampaknya kenaikan cortisol fetus menyebabkan perubahan dalam enzim plasenta yang menghasilkan konversi progesteron menjadi estrogen. estrogen plasenta menyebabkan pelepasan pgf2a dari uterus domba tetapi penurunan progesteron terlihat sebelum kenaikan pgf2a. oxytocin terlepas ketika gerakan fetus merangang syaraf sensoris cervix dan vagina. konsenjtrasi oxytocin yang tertinggi terlihat selama pengeluaran fetus. lonjakan kecil terlihat selama pengeluaran plasenta pelepasan pgf2a yang lebih besar disebabkan oleh oxytocin. suatu peningkatan cortisol induk menjelang kelahiran mungkin disebabkan oleh stres parturisi dan tidak terlibat dalam regulasi parturisi. lonjakan prolactin terkait dengan sintesis susu dan bukan dengan parturisi. gangguan pada kelahiran normal. dilakukan pengamatan seksama pada domba yang melahirkan dan pemeriksaan vagina harus dilakukan pada kasus-kasus adanya tanda-tanda penundaan terhadap proses kelahiran. kelahiran ganda harus selalu dicurigai dan domba betina diperiksa secara internal pada kasus-kasus yang meragukan. jumlah anak pada domba dapat ditentukan dengan pemeriksaan ultrasonografi pada umur kebuntingan 60-90 hari. domba-domba betina dapat dikelompokkan untuk memanajemen dan penanaganan kelahiran berdasarkan prospektif jumlah anak sekelahiran. meskipun arahan ini berguna, kesalahan dalam memperkirakan jumlah fetus dapat saja terjadi. individual hewan harus selalu diperiksa dengan cermat per vagina jika ada keraguan apakah proses kelahiran telah selesai. kesehatan induk dan anak untuk menjaga kesehatan induk, yang dalam masa kebuntingan maupun masa menyusui kita perlu perhatikan, kita berikan pakan yang baik. permasalahan ini bisa kita dapat beberapa penyakit yang akan timbul pada kambing/domba yang masa kebuntingan hingga kelahiran. beberapa contoh penyakit yang bisa kita jumpai. . deman susu/milk fever. demam susu adalah kelainan pada induk bunting yang ada hubungannya dengan proses kelahiran, yaitu beberapa saat sebelum melahirkan dimana tingkat ion kalsium darah ada dibawah batas normal. tanda-tanda klinis hewan yang mengalami demam susu (milk fever), seperti gerakan yang tidak terkontrol (berjalan kaku, sempoyongan, tubuh bergetar), kelemahan dan kegelisahan yang di sertai pernapasan yang cepat . cara pengobatan. pengobatan dilakukan dengan cara memberikan cairan yang mengandung kalsium (kalsium borog lukonat), ke dalam pembuluh darah vena, atau kebawah kulit (subkutan). sebanyak 50-100 ml, infus udara dengan menggunakan syring kedalam ambing melalui puting susu dapat membantu perbaiki keadaan. cara pencegahan pencegahan dilakukan dengan cara memberikan rumput yang kaya akan ion kalsium pada ternak bunting sejak awal dan umur kebuntingan. temak tersebut juga harus mendapat makanan/rumput yang banyak mengandung protein seperti, daun kacang-kacangan. hindari pemberian rumput yang mengandung asam oksalat, seperti sorrel, pig weed, sour sob lobxacis percaprae. termasuk juga rumput muda, selama kebuntingan hewan barus mendapat sinar matahari. radang susu/mastitis radang susu di sebabkan oleh infeksi kuman pada sel-sel kelenjar susu. tanda-tanda klinis radang susu, antara lain; 1). ambing menjadi bengkak, kemerahan warnanya; 2) rasa panas dan kesakitan bila disentuh; 3) bila ambing di perah air susunya dapat berwarna pucat, kuning tua, kehijauan atau kemeahan; 4) air susu dapat menjadi lebih kental, lebih encer. cara pengobatan pencegahan di lakukan dengan menjaga kebersihan kandang pada domba/kambing yang diperah diambil susunya, kebersihan sebelum dan setelah memerah susu harus di jaga, tangan harus dicuci bersih dengan sabun ketika akan memerah susu dan setelahnya. daerah di sekitar ambing/ puting dibersihkan dengan sabun, setelah pemerahan, ujung puting susu di celupkan pada cairan pembersih dan pencegah infeksi kuman. orf/bintumen/puru/dakangan orf merupakan penyakit kulit menular terutama menyebabkan lesi-lesi pada daerah sekitar mulut yang disebabkan oleh virus. daerah sekitar mulut dapat terlihat membesar atau bengkak dan bau. benjolan berkeropeng kadang terdapat pada daerah tubuh lainnya seperti pada kelopak mata,kaki, ambing, skortum dan sebagainya. cara pengobatan pengobatan dilakukan dengan cara membasmi infeksi sekunder oleh kuman. mengurangi rasa sakit dan meningkatkan napsu makan. obat untuk membunuh virus penyebab belum diketahui. hewan yang sakit di suntik anti biotik bersektrum luas dan di berikan vitamin untuk memperbaiki kondisi tubuh . cara pencegahan pencegahan di lakukan dengan cara memberikan kekebalan kepada hewan sehat terhadap penyakit tersebut melalui vaksinasi. kudis/buduk . kudis atau buduk adalah penyakit akibat infeksi parasit kulit. ciri-ciri hewan terkena kudis (buduk). 1) adanya kerak kerak pada permukaan kulit; 2) hewan selalu menggesekan bagian tubuh yang terserang kudis; 3) kerontokan bulu; 4) kulit menjadi tebal dan kaku. cara pengobatan pengobatan dapat dilakukan dengan memberikan obat antara lain obat suntikan ivomec, belerang campur oli bekas atau insektisida. dengan kesiapan yang lebih awal dan di dukung dengan pengalaman yang kita peroleh di lapangan setidak-tidaknya membantu menekan angka kelahiran (mortalitas) anak yang baru lahir. kemudian bekas alas kandang bisa kita pergunakan untuk kompos. ( ditulis kembali oleh : suwarna penyuluh pertanian _bppsdmp) sumber : litbang.pertanian.go.id/index.php (diakses tanggal 9/09/2019) https://andilsaja.wordpress.com/2011/10/12/kebuntingankelahirandombing(diakses,9 /09/2019). https://amansurifarm.blogspot.com/2012/07/pemeliharaan-ternak-bunting-dan-anak.html (diunduh pada tanggal 27 september 2019 wordpress.com