Loading...

PERBAIKAN MANAJEMEN AYAM BURAS

PERBAIKAN MANAJEMEN AYAM BURAS
Usaha budidaya ayam buras yang juga dikenal dengan nama lain ayam kampung sudah biasa dilakukan turun temurun secara tradisional. Daging ayam buras dan telur ayam buras mempunyai cita rasa yang khas dan dukungan peminat konsumen pada hasil produksi ayam terus mengalami peningkatan. Artinya budidaya ayam buras mempunyai peluang untuk dikembangkan sebagai usaha yang dapat memberikan nilai tambah pada penghasilan petani ayam buras.Cara budidaya ayam buras sangat sederhana dengan hasil produksi ayam buras tidak memberikan keuntungan pada petani. Karena itu perlu dilakukan perubahan penerapan teknologi pada pola budidaya ayam buras agar bisa memberikan nilai tambah pada penghasilan petani ayam buras.Pola usaha budidaya ayam buras ada 3 sistem yaitu 1) Sistem pemeliharaan Ekstensif, 2) Sistem pemeliharaan semi intensif dan 3) Sistem pemeliharaan Intensif. Sistem pemeliharaan Ekstensif, umumnya dilakukan oleh keluarga petani dengan hasil produksi ayam buras rendah, ayam buras tidak dikandangkan dan pemberian pakan seadanya. Sistem pemeliharaan semi Intensif ayam buras sudah dikandangkan dalam kandang bertkeliling, sudah dilakukan penyapihan, anak ayam diberikan pakan tambahan. Sistem pemeliharaan Intensif, ayam hidup didalam kandang sepanjang hari, pemberian pakan ayam sudah diperhitungkan sesuai kebutuhan dan pengawasan pada penyakit yang terkendali. Perbaikan Pola UsahaUntuk bisa menghasilkan produksi ayam buras berkwalitas perlu dilakukan perubahan cara budidaya dari tradisional ke semi intensifl dan jika memungkinkan sampai ke tingkat intensif. Pemeliharaan ayam buras tradisional pemberian pakan umumnya memanfaatkan sumberdaya yang ada dilingkungan sekitar pemeliharaan ayam buras. Menurut Rosmijati Sayuti yang mengutip tulisan Sabrani pada tahun 1986 menjelaskan petani pemeliharaan ayam buras tergantung pada input dari luar semakin intensif. Rosmijati Sayuti juga melakukan pengutipan tulisan Sayuti tahun 2001 yang menjelaskan pemeliharaan ayam buras secara intensif lebih menguntungkan dibandingkan pemeliharaan ektensif. Artinya ayam buras mempunyai peluang untuk bisa dikembangkan sebagai usaha ekonomi. Usaha pengelolaan ayam buras sebagai usaha ekonomi perlu didukung perbaikan manajemen ayam buras untuk peningkatan produksi ayam buras. Perbaikan manajemen yang perlu dilakukan diantaranya pemberian pakan berkwalitas dan peningkatan hasil produksi telur dan daya tetas telur.Pakan yang diberikan pada ayam buras intensif harus memenuhi persyaratan kebutuhan gizi pakan ayam berkwalitas yang terdiri dari sumber karbohidrat ( jagung, singkong, putak, talas ), sumber protein nabati dan hewani, sumber vitamin dan mineral.Pada pemeliharaan ayam buras ekstensif umumnya jumlah produksi telur rendah setiap periode berkisarf 6 - 10 butir dengan daya tetas 40- 83 %. Dalam satu tahun seekor ayam buras dengan pemeliharaan ektensif hanya mampu berproduksi 3 periode dengan jumlah telur 18 - 30 butir. Karena itu perlu didukung dengan perbaikan teknologi pemeliharaan yang meliputi tata laksana, perkandangan, pemisahan anak secepatnya setelah telur menetas dan pengendalian penyakit.Selain perbaikan teknologi pakan peningkatan daya tetas telur juga harus menjadi target perbaikan teknologi, agar daya tetas telur dapat meningka. Peningkatan daya tetas telur dapat dilakukan dengan perbaikan pemberian pakan berkualitas, umur induk ayam dan berat telur.Perbaikan manajemen ayam buras selain dukungan teknologi pada pakan dan daya tetas juga perlu didukung dengan kebijakan pengembangan ayam buras sebagai usaha ekonomi dengan memberikan kemudahan fasilitas kredit yang murah. Nani Priwanti PP- BPPSDMP Sumber 1. Prospek Pengembangan Agribisnis Ayam Buras Sebagai Usaha Ekonomi di Pedesaan, Rosmijati Sayutil Staf Peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian, Bogor. FAE. Volume 20 No. 1, Juli 2002: 40 - 49