Kebutuhan energy khususnya bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri sangat besar dan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional dan perkembangan dunia industry. Namun dengan semakin terbatasnya cadangan sumber daya minyak bumi, Indonesia harus impor BBM dalam jumlah besar. Melonjaknya harga minyak di pasar dunia berdampak pada peningkatan biaya produksi. Demi menjamin pasokan energy dalam negeri, perlu dilakukan pengembangan diversifikasi energy termasuk energy alternatif yang terbarukan. Dengan melihat potensi tanaman jarak pagar yang mudah tumbuh dan dapat dikembangkan sebagai bahan penghasil biodiesel pada lahan kritis, memberikan harapan baru untuk kemajuan agribisnis. Disamping menunjang usaha konservasi lahan dan memberikan solusi pada pengadaan biodiesel, pengembangan tanaman jarak pagar akan membuka kesempatan memperluas lapangan kerja juga dapat meningkatkan pendapatan petani. Tanaman jarak pagar dapat beradaptasi pada kondisi lahan kering dengan curah hujan sekitar 500 mm per tahun, maupun pada lahan dengan kesuburan rendah (lahan marjinal dan lahan kritis), lahan mempunyai drainase baik dan tidak tergenang. Jarak pagar termasuk tanaman perdu dengan tinggi tanam mencapai 7 m, batangnya berkayu, berdaun tunggal, bunga majemuk dan buah berupa buah kotak serta biji bulat telur yang mengandung minyak nabati yang cukup tinggi (30-35%). Tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian700 m diatas permukaan laut. Tanaman jarak pagar mudah beradaptasi dengan lingkungan. Suhu udara optimum berkisar antar 18-30ºC. Penghasil minyak nabatiTanaman jarak pagar merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh lebih dari 20 tahun. Produktivitas biji jarak berkisar antara 3,5-4,5 kg/pohon/tahun. Produksi akan stabil setelah tanaman berumur lebih dari 2 tahun. Dengan tingkat poulasi tanaman antara 2.500-3.300 pohon/ha,maka tingkat produktivitas biji per tahun mencapai sekitar 8-15 ton/ha dan pada rendemen minyak sebesar 30% maka dari setiap hektar lahan menghasilkan minyak 2-4,5 ton/ha/tahun. Dengan memanfaatkan lahan marjinal dan lahan kritis di Indonesia yang masih luas, jarak pagar masih layak untuk dikembangkan. Teknik dan Keunggulan Perbanyakan Ex Vitro (Micro Cutting) Mengingat pentingnya pengembangan tanaman jarak pagar sebagai tanaman penghasil minyak nabati/biodiesel kedepan akan membutuhkan bahan tanaman/bibit dalamjumlah yang besar, Untuk itu perlu dukungan teknologi perbanyakan yang mampu menyediakan bahan tanaman dalam jumlah yang besar dalam waktu singkat. Hal ini juga untuk menghindari beredarnya bahan tanaman (biji/stek) asalan yang tidak jelas secara genetik dan potensi produksinya. Salah satu alternatif yang dapat ditempuh adalah melalui stek tunas pucuk micro-cutting secara ex-vitro. Teknologi ex vitro adalah suatu proses perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan menggunakan bagian tanaman (eksplan) yang mempunyai fase pertumbuhan cepat dengan pemberian stimulasi pertumbuhan. Proses perbanyakan dengan pemotongan dilakukan dalam kondisi aseptis di luar laboratorium. Dengan teknologi ini jumlah tunas yang dihasilkan dari pohon induk dapat ditingkatkan, dengan aplikasi zat pengatur tumbuh (ZPT) regenerasi tunas dan ZPT perangsang perakaran dapat menginduksi pertumbuhan akar bibit sehingga dapat langsung ditanam pada media tanah. Teknologi ini merupakan salah satu teknik perbanyakan vegetatif yang relatif sederhana, murah, menghasilkan bibit dalam jumlah banyak, seragam dalam umur, tinggi tanaman, tahan terhadap serangan OPT (organisme pengganggu tanaman) dan mempunyai sifat seperti induknya. Selain itu dibanding dengan perbanyakan dengan stek batang kelebihan teknik ex vitro antara lain diperoleh bahan tanaman yang jauh lebih banyak, dimana bahan tanaman hanya berupa pucuk-pucuk muda berukuran 10-15 cm. Pucuk-pucuk muda dapat dipanen dari pohon induk yang sama setiap bulannya. Dengan penyemprotan ZPT regenerasi tunas memberikan jumlah tunas dan tunas siap panen tertinggi yaitu 20 tunas dan menggunakan zat perangsang perakaran pada bak persemaian memberikan persentase tunas hidup tertinggi 92%. Dengan pengontrolan kondisi lingkungan mikro yang optimum, pertumbuhan tunas dan sistim perakaran bibit akan tumbuh dengan baik dengan tingkat keberhasilan 90-95%. Manfaat lain yang diperoleh dengan menggunakan teknik ex vitro antara lain: 1. Membantu upaya konservasi plasma nutfah tanaman unggul in-situ, sehingga pemindahan plasma nutfah keluar lokasi asli dilakukan dengan hasil penggandaannya; 2. Dapat dilakukan oleh masyarakat untuk melakukan perbanyakan bibit tanaman secara mandiri;3. Tingkat adaptasi dan kesuksesan pertumbuhan tanaman di lapangan lebih tinggi dibanding metoda perbanyakan lainnya; dan4. Mencegah perpindahan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan penyakit tanaman ke daerah lain;Terkait dengan hall tersebut harus dipilih pohon induk yang baik dengan kriteria sebagai berikut;1. Pohon jarak pagar telah berumur 5 tahun (diameter batang minimal 8 cm);2. Mempunyai cabang produktif sekitar 40 cabang;3. Jumlah buah minimal 10 per tandan dan kandungan minyak pada biji tinggi.Teknik perbanyakan bibit jarak pagar ex vitro sebagai berikut: 1. Potong pucuk batang jarak pagar sepanjang 10 cm kemudian buang daunnya;2. Kemudian potongan pucuk batang tersebut disterilisasi untuk mengurangi infeksi jamur dan bakteri;3. Lakukan induksi dengan ZPT (Jatrodikx) pada pucuk batang untuk mamacu pertumbuhan akar;4. Setelah perlakuan perakaran tersebut kemudian ditanam di bak pesemaian selama 4 minggu, selanjutnya bibit dipindahkan ke dalam polibag dibawah paranet dengan naungan 65%. Pembibitan dipolibag berlangsung selama 4 minggu 5. Dalam waktu 21-28 hari pucuk-pucuk batang tersebut sudah tumbuh akar, dan selanjutnya dapat dipindah ke lapang. Sebagai Bisnis yang MenguntungkanDalam budidaya jarak pagar dapat dilakukan dengan system tumpangsari dengan tanaman pangan seperti jagung, padi lading, wijen, kacang-kacangan sehingga dapat mengurangi serangan OPT sekaligus untuk diversifikasi usaha tani. Pembibitan jarak pagar dengan teknologi ex vitro dapat dijadikan bisnis yang menguntungkan petani karena caranya mudah dan murah.oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : Dihimpun dari beberapa sumber