Tanaman sagu termasuk ke dalam famili atau suku Aracaceae, merupakan tanaman yang berasal dari Papua dan Maluku. Di tempat asalnya sagu dijadikan sebagai makanan pokok bagi penduduknya. Tanaman sagu dapat hidup di daerah rawa dengan air tawar atau daerah rawa dengan gambut dan pada darah yang berada di sepanjang aliran sungai. Perbanyakan tanaman sagu dapat dilakukan secara vegetatif dengan menggunakan anakan atau secara generatif menggunakan biji,Perbanyakan tanaman/pembiakan tanaman adalah proses menciptakan tanaman baru dari berbagai sumber atau bagian tanaman, seperti biji, stek, umbi dan bagian tanaman lainnya. Tujuan utama dari pembiakan tanaman adalah untuk mencapai pertambahan jumlah, memelihara sifat-sifat penting dari tanaman dan juga mempertahankan eksistensi jenisnya. Perbanyakan secara vegetatifPerbanyakan secara vegetatif merupakan proses perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian-bagian tertentu dari tanaman seperti daun, batang, umbi, dan akar untuk menghasilkan tanaman baru yang sama dengan induknya. Prinsip dari perbanyakan vegetatif adalah merangsang tunas adventif yang ada di bagian tersebut agar berkembang menjadi tanaman sempurna yang memiliki akar, batang, dan daun sekaligus. Perbanyakan sagu yang dilakukan secara vegetatif menggunakan anakan, harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (1) Benih diambil dari rumpun sagu yang terbukti memproduksi pati yang tinggi; (2) Benih yang diambil yaitu dari fase sapihan (sucker); (3) Banir atau cadangan makanan (bonggol) sudah keras dan mempunyai akar yang banyak dan berbentuk huruf L antara banir dengan tajuk sagu dan tapal kuda; (4) Daun/pelepah dan pucuk tanaman masih hijau segar; (5) Bobot benih antara 2-5 kg, tetapi yang terbaik 2-3 kg, (6) Bebas serangan hama penyakit; (7) Benih diberi pestisida untuk mencegah serangan OPT selama pembenihan; (8) Benih yang diambil / dipisahkan dari induk sebaiknya bukan yang menempel langsung di batang induk sagu; (9) Benih sebaiknya tidak langsung ditanam, tetapi disemaikan terlebih dahulu di Tas rakit kemudian diletakkan di air selama 3-4 bulan (dicirikan dengan munculnya 2-3 daun, atau bisa juga ditanam dalam polybag yang diberi naungan dan disiram, dipupuk dan dilakukan pengendalian OPT; (10) Umumnya benih siap ditanam setelah berumur 3-4 bulan atau telah terbentuk 2-3 pelepah daun segar dan memiliki banyak akar baru dengan panjang rata-rata sekitar 10 cm; (11) Pemangkasan daun dilakukan 30-50 cm di atas banir, sebelum penyemaian; (12) Infeksi penyakit melalui pelukaan di banir atau akar dapat ditanggulangi dengan merendam banir atau akar dalam larutas pestisida ( berbahan aktif Mankozeb) dengan konsentrasi 2 g/liter selama 2 menit, kemudian dikeringanginkan; (13) Jika pembeihan dilakukan pada musim kemarau, sebaiknya dibuat naungan untuk mencegah transparasi berlebihan. Perbanyakan secara generatifPerbanyakan tanaman sagu secara generatif yaitu perbanyakan yang dilakukan dengan menggunakan biji yang berasal dari buah yang sudah tua dan rontok dari pohonnya, atau biji diperoleh dari buah sagu yang telah matang fisiologis, serta tidak cacat fisik. Biji yang digunakan adalah biji yang berasal dari pohon induk yang baik, subur dan produksinya tinggi. Tanaman sagu hanya berbuah satu kali dalam satu siklus hidup, namun dapat menghasilkan sekitar 850.000 buah, meskipun tidak semuanya membentuk biji. Hanya buah yang fertil yang dapat membentuk biji yang dapat dikecambahkan untuk menghasilkan benih sagu. Kriteria buah biji untuk benih: buah telah masak fisiologis, merupakan buah yang terbentuk dari penyerbukan dan pembuahan, bentuk biji normal, tidak terserang hama penyakit, dan titik tumbuh biji tidak mengalami kerusakan, artinya embrio yang terdapat dalam biji tidak mengalami kerusakan. Pengecambahan buah yang akan dijadikan benih dilakukan dengan : 1) Mengupas kulit buah dan daging buah, selanjutnya diletakkan pada wadah yang dapat mempertahankan kelembaban; 2) Biji dikecambahkan dengan merendam dalam air mengalir selama 24 jam, kemudian diletakkan secara teratur pada wadah plastik yang diberi tissue beberapa lapis dan dibasahi; 3) Setelah permukaan bagian bawah kotak plastik telah terisi biji (lapisan pertama), permukaaan bagian atas biji diberi tissue dan dibasahi, kemudian diletakkan biji lagi di atasnya sampai penuh (lapisan 2), begitu pula untuk lapisan 3,4, 5, dan seterusnya sampai kotak plastik penuh dengan biji; 4) Kotak ditutup kemudian disimpan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. ; 5) Penyiraman dilakukan sekali dalam seminggu, dengan volume air secukupnya, yaitu cukup membasahi tissue yang ada diantara lapisan biji, jangan sampai menggenang. Perbanyakan sagu menggunakan biji membutuhkan waktu yang cukup lama, sejak pendederan hingga perbenihan memakan waktu selama 12 bulan. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP).Sumber: 1. Pedoman Budidaya Sagu (Metroxylon spp) yang Baik. Direktorat Jenderal Perkebunan. Kementerian Pertanian. 2014.2. Teknik Perbanyakan Tanaman Sagu oleh Prof.Dr. Baharima Abbas, M. Si. 20173. Agroteknologi.web.id.4. http://farming.id