Loading...

PERBEDAAN ANTARA KOPI ROBUSTA DAN ARABIKA

PERBEDAAN ANTARA KOPI ROBUSTA DAN ARABIKA
Kopi merupakan komoditas perkebunan yang memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Komoditas ini diperkirakan menjadi sumber pendapatan utama tidak kurang dari 1,84 juta keluarga yang sebagian besar mendiami kawasan pedesaan di wilayah-wilayah terpencil. Selain itu, lebih kurang 1 juta keluarga mengandalkan pendapatannya dari industri hilir dan perdagangan kopi. Kopi merupakan komoditas ekspor penting bagi Indonesia yang mampu menyumbang devisa yang cukup besar.Tanaman kopi merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang paling banyak di cari di berbagai negara belahan dunia. Meningkatnya permintaan kopi dari sejumlah negara diyakini mengerek prospek ekspor komoditas itu pada 2018 sejalan dengan proyeksi produksi yang ikut naik. Kopi juga sangat banyak manfaatnya dan sangat disarankan minum kopi. Ada 2 jenis kopi yang dikembangkan di Indonesia yaitu kopi robusta dan arabika adapun perbedaannya secara fisik adalah sebagai berikut : Kopi robusta memiliki tinggi 5-7 m lebih di banding kopi arabika, curah hujan yang dibutuhkan untuk kopi robusta adalah berkisar 2000-3000 mm, dengan ketinggian tempat 400-800 dpl. Ukuran dan bentuk biji lebih bulat dan kecil di banding arabika, keunggulan budidaya kopi robusta adalah lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Sedangkan kopi arabika secara fisik memiliki ketinggian tanaman yaitu berkisar 2, 5 sampai 4,5 m, tumbuh pada curah hujan rata-rata 1200-2000 mm, dengan suhu udara 15-240C. Budidaya kopi arabika baiknya dilakukan pada ketinggian 800-1200 dpl. Secara bentuk biji buah kopi arabika memiliki ukuran besar serta agak lonjong, bentuk daun kecil meruncing, dengan produktifitas tinggi namun rentan serangan hama dan penyakit.Cara menikmati kedua jenis kopi ini juga berbeda yaitu dengan cara mengetahui perbedaan rasa. Dari segi rasa, kopi arabika memiliki banyak variasi rasa yang mana beragam. Rasa dari kopi tersebut dapat lembut, manis, tajam, dan juga kuat. Kopi arabika dapat diketahui bahwa sebelum disangrai, aroma dari kopi ini amat mirip dengan blueberry. Akan tetapi, setelah disangrai, kopi tersebut akan memiliki aroma buah-buahan manis. Tentu saja secara umum, orang cenderung menyukai aroma kopi arabika bila dibandingkan dengan robusta. Sedangkan untuk rasa dari kopi robusta, ini cenderung memiliki variasi rasa yang netral. Terkadang ini juga memiliki rasa atau aroma seperti gandung. Sebelum disangrai, biji kopi ini memiliki aroma kacang-kacangan. Yang disayangkan, amat jarang untuk menemukan robusta berkualitas tinggi dipasaran. Faktanya, harga biji kopi Arabica lebih tinggi bila dibandingkan dengan kopi Robusta. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Alamat Email : harnati_r@yahoo.com Sumber Bacaan :1. Ditjenbun. 2014. Pedoman Teknis Budidaya Kopi Yang Baik (GAP on Coffee). Kementan. Jakarta2. Sumber gambar berasal dari infoagribisnis.com