Loading...

Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional Tingkat Provinsi Jambi

Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia  dan Bulan Menanam Nasional Tingkat Provinsi Jambi
Dalam rangka ikut memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), Bulan Menanam Nasional, dan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon Tingkat Provinsi Jambi, Sekretariat Bakorluh Provinsi Jambi bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi pada tanggal 3 Desember 2013, telah mengadakan kegiatan gerakan menanam 1 milyar pohon bertempat di Kampus Universitas Jambi di Desa Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon Tingkat Provinsi Jambi tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, dan dihadiri oleh civitas academika Universitas Jambi, Organisasi Wanita, TP PKK Provinsi Jambi, BKOW Provinsi Jambi, Dharma Wanita Bhayangkari, Adhiyaksa Dharma Karini, Persit Kartika Chandra Kirana, Dharma Yukti Karini, para Kepala SKPD Dinas/ Instansi Provinsi Jambi, dan para mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jambi. Dalam acara yang bertema "Wariskan Hutan yang lebih baik untuk Generasi penerus Bangsa" ini, Gubernur Jambi HBA juga melakukan peninjauan hutan kota dan melakukan penanaman pohon. Dalam sambutan dan arahannya Gubernur mengatakan, bahwa peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional tahun 2013 ini, bertujuan untuk lebih membangkitkan semangat, motivasi dan membudayakan seluruh masyarakat Indonesia, untuk menanam dan memilihara pohon dalam rangka membagun ekosistim hutan untuk memperbaiki, merehabilitasi dan merestorasi hutan dan lahan di seluruh Indonesia. "Untuk itu, Saya mengajak para peserta acara hari ini untuk menanam pohon satu milyar untuk satu tahun. Ini untuk seluruh Indonesia, dan bukan hanya di Provinsi Jambi saja," kata Gubernur. Provinsi Jambi mempunyai 4 (empat) Taman Nasional, yaitu Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Bukit Dua Belas, Taman Nasional Bukit Berbak dan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, empat Taman Nasional itu pun kini kondisinya sudah mulai parah. "Dilihat dari atas (helikopter), Taman Nasional Bukit Tiga Puluh semuanya sudah banyak yang dijadikan perkebunan dan eksploitasi yang dilakukan oleh masyarakat kita sudah luar biasa. Kalau ini tidak kita jaga dengan baik, tidak ada tempat resapan air dan tidak menutup kemungkinan daerah hilir kita tidak mendapatkan air, artinya Sungai Batanghari itu akan mendangkal dan mungkin tidak mengalirkan air lagi," ungkap Gubernur. Menurut Gubernur dilihat seperti yang terjadi di kota-kota besar lainnya seperti Kota Jakarta. Pada awalnya Kota Jakarta ini sungainya sama dengan Sungai Batanghari, tapi kondisinya sekarang ini jangan kan untuk diminum, untuk mandi pun tidak layak. "Dan ini tidak menutup kemungkinan sungai-sungai kita akan seperti itu, andaikata kita tidak memelihara sungai-sungai kita itu dari sekarang dengan cara menanam pohon-pohon untuk resapan air," ujarnya lebih lanjut. Gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi yakin dan percaya melalui gerakan penanaman satu milyar pohon yang dilakukan terus menerus dengan jenis pohon yang tepat, maka kualitas lingkungan hidup akan meningkat, yang berdampak positif bagi kecukupan air bersih, ketahanan pangan dan ketahanan energy terbarukan. "Oleh karena itu para pihak yang melakukan penanaman perlu berkonsultasi dengan para penyuluh kehutanan untuk pemilihan jenis pohon yang tepat," kata Gubernur. Pada kesempatan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), Bulan Menanam Nasional, dan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon tingkat Provinsi Jambi ini, Gubernur Jambi menyerahkan Surat Keputusan tentang Hak Pengelolahan Hutan Desa dan menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Bupati Bungo, Pemenang Obit dan Kebun Bibit Rakyat Tahun 2012 kepada Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Muaro Jambi, serta menyerahkan bibit kepada perwakilan Organisasi Wanita, Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi, BKOW Provinsi Jambi, Dharma Wanita Bhayangkari, Adhiyaksa Dharma Karini, Persit Kartika Chandra Kirana, Dharma Yukti Karini dan perwakilan Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jambi. (Nch)