Loading...

PERKAWINAN PADA RUSA

PERKAWINAN PADA RUSA
Rusa termasuk jenis satwa liar yang sering menjadi sasaran para pemburu di hutan. Masih sedikit yang menjadikannya sebagai ternak peliharaan. Sehingga, kalau tidak dilakukan upaya pengembangbiakan dikhawatirkan populasinya akan semakin terancam dari waktu kewaktu dan akhirnya lama kelamaan akan punah.Rusa memiliki daya tarik khusus jika dipelihara dengan baik karena memiliki banyak manfaat. Hampir semua bagian dari tubuhnya dapat dimanfaatkan baik manfaat langsung maupun tidak langsung. Manfaat langsung meliputi: daging; ranggah tua; ranggah muda; produk sampingan dan manfaat lainnya.Daging rusa merupakan komoditi yang mempunyai prospek menjanjikan, terutama dalam upaya memenuhi kebutuhan protein hewani bagi masyarakat. Salah satu keunggulan daging rusa bila dibandingkan dengan daging sapi adalah kadar proteinnya lebih tinggi dan kadar lemaknya lebih rendah sehingga sangat cocok bagi orang yang berpantang terhadap kolesterol.Ranggah tua yang sudah lepas dapat dijadikan bahan baku kerajinan tangan sebagai hiasan dinding, hiasan meja atau diubah menjadi pernak-pernik yang menarik seperti pipa rokok atau yang lainnya. Ranggah muda rusa dapat dijadikan sebagai bahan baku obat tradisional. Dalam ranggah muda rusa mengandung mineral yang tinggi dan sekitar 15 jenis asam amino. Untuk Produk sampingan, kulit rusa dapat digunakan sebagai bahan baku produk kerajinan dompet ikat, pinggang dan jaket atau sepatu, sedangkan jerohan rusa mempunyai peluang untuk dijadikan bahan baku kuliner, diantaranya dalam bentuk soto babat rusa.Pemanfaatan secara tidak langsung, rusa dapat dipelihara sebagai hobi dan hiburan yang dikomersilkan karena postur tubuh, corak bulunya, kulit yang bertotol-totol dan keindahan ranggahnya.Pada umur dewasa, rusa memiliki badan yang besar, tungkai panjang, hidung gelap, dan suara melengking nyaring. Umumnya warna kulit rusahitam kecoklatan dan cenderung coklat keabu-abuan atau kemerahan serta warna gelap sepanjang bagian atas. Bobot rusa sambar dewasa (umur 10-12 bulan), betina 40-50 kg dan jantan 50-60 kg, panjang badan berkisar 1,5 m dan tinggi badan 1,4-1,6 m, bobot lahir 3-4 kg dan disapih umur 6 bulan.Sebagaimana halnya ternak ruminansia yang lain seperti sapi dan kerbau, system perkawinan pada rusa dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara: a) intensifikasi kawin alam (INKA) dan b) inseminasi buatan (IB).Intensifikasi Kawin Alam (INKA). Seperti hewan pada umumnya, rusa juga mengenal masa-masa atau musim kawin. Musim kawin pada rusa tropis sangat tergantung pada kondisi alam setempat. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah kondisi betina dan pejantannya. Pada rusa betina, apabila perkawinan ini merupakan perkawinan pertamanya, pastikan terlebih dahulu bahwa induk tersebut telah mencapai berat badan minimum dan jangan sampai kurang. Sebagai contoh: rusa timor 40-60 kg: rusa sambar 60-80 kg. Apabila berat badan masih dibawah standar minimum, sebaiknya ditunda dulu perkawinannya karena hasilnya tidak akan maksimal.Selanjutnya, pada betina yang telah melahirkan, saat memasuki perkawinan baru perlu diperhatikan kondisi tubuhnya. Apabila diperoleh induk yang telah dua kali gagal mencapai kebuntingan dalam dua kali musim perkawinan, sebaiknya dikeluarkan dari kelompok. Untuk pejantan, pastikan untuk memprioritaskan terlebih dahulu pada putaran pertama pejantan yang paling menunjukan sifat agresif dan menguasai kelompok. Barulah kemudian disusul dengan menggunakan pejantan yang agak kurang agresif diputaran perkawinan keduanya. Sifat dominan ini sangat mempengaruhi kualitas sperma dan kemampuan kawinnya yang lebih baik dibandingkan dengan pejantan yang dalam keadaan ranggah keras tapi kurang agresif atau pendiam.Kondisi ranggah padamusim kawin perlu juga diperhatikan dengan cermat. Sebaiknya menggunakan pejantan dimana ranggah kerasnya telah bersih dari valvet selama 1-2 minggu sebelum dipakai sebagai pemacek. Hal ini dimaksudkan agar menjamin suksesnya program perkawinan dan sperma telah berada dalam kondisi optimum.Pada kelompok rusa yang diikatatau dikandangkan, dapat pula dilakukan sistem perkawinan terkontrol. Setelah betina bergabung dengan pejantan selama dua sampai tiga minggu atau setelah menunjukkan aktivitas perkawinan, maka betina ditinggalkan tanpa pejantan hingga masa kelahiran tiba. Jika dalam waktu satu bulan betina menunjukkan kembali sifat-sifat berahinya maka program perkawinan dapat diulang kembali.Metode perkawinan terkontrol iniakanmemberikanbeberapa keuntunganjikadapat dilaksanakan secara baik. Keuntungan tersebut antara lain adalah: 1) Masa kelahiran anak dapat dikontrol hanya pada masa ketersediaan hijauan terjamin; 2) Tenggang waktu masa kelahiran anak yang pendek, sehingga mudah dalam pengelolaan atau strategi pemeliharaan lainnya; 3) Mudah mendeteksi pejantan dan betina yang produktif, dengan melihat jumlah anak yang lahir dan berat lahirnya; 4) Pertumbuhan anak cenderung lebih tinggi dengan adanya kontrol yang efisien; 5) Panenan bisa diatursehinggakelahiranterjadisecara serempak sehingga hasil terlihatsecara nyata.Inseminasi Buatan (IB). Metode IB pada rusa agak sulit dilaksanakan dengan melihat siklus estrus yang lemah. Untuk itu, agar efisiensi dan keberhasilan IB meningkat harus disertai dengan pelaksanaan sinkronisasi estrus.Inseminasi pada rusa dapat dilakukan dengan duacara: menggunakan pipet inseminasi secara vaginal atau cervical, dan, menggunakan laporoskop yaitu spermatozoa diinjeksikan langsung mendekati tempat pembuahan. Cara ini disebut inseminasi secara laparoskopi. Dengan melakukan cara apapun asalkan sesuai dengan kondisi yang cocok akan memberikan hasil sesuai yang diharapkan(Inang Sariati).Sumber:https://en.wikipedia.org/wiki/Rusa_(genus)https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Kawanan_Rusa.jpghttps://tirto.id/musim-kawin-rusa-clNU