Indonesia menjadi salah satu negara penghasil dan pengekspor kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Vietnam dalam hal jumlah produksi dan ekspor. Dan seiring dengan perkembangan tren dikalangan anak muda yang mulai intens terhadap kopi, maka Indonesia berupaya untuk meningkatkan produksi dan luas areal penanaman kopi baik di lahan milik rakyat maupun LMDH / Perhutani. Dilihat dari tren permintaan akan jenis kopi tertentu, sekarang banyak dikembangkan varietas baru dari jenis arabika diantaranya Cobra, Komasti, Sigararutan, Lini – S. Kabupaten Probolinggo memiliki beberapa Kecamatan sentra penghasil kopi, terutama kopi jenis arabika yang berkualitas, yaitu Sukapura, Sumber, Tiris dan Krucil. Keempat Kecamatan tersebut berada pada ketinggian di atas 700 mdpl yang sangat cocok untuk dikembangkan tanaman kopi arabika. Kopi arabika yang berasal dari keempat daerah tersebut mempunyai ciri khas, cita rasa dan karakteristik yang berbeda – beda sesuai dengan kondisi iklim, tanah dan budaya petaninya dalam bercocok tanam. Sukapura sebagai salah satu sentra penghasil kopi memiliki areal baik hamparan maupun pekarangan yang cukup luas. Sejak jaman dahulu Sukapura menjadi penghasil kopi berkualitas di Probolinggo diantaranya Kopi Jawa / Ekselsa, Kopi Nangka / Liberica dan kopi Robusta. Namun hanya skala kecil di pekarangan rumah atau sebagai tanaman tepi di lahan pertanian Setelah masuknya jenis Arabika, para petani telah berhasil mengembangkan pertanaman kopi, melalui gapoktan / poktan dan didampingi oleh petugas telah meningkatkan luas areal tanaman kopi Arabika. Selain itu beberapa Poktan menjadi penangkar bibit kopi yang benihnya berasal dari bantuan baik Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur maupun DKPP Kabupaten Probolinggo. Sub varietas kopi arabika yang dikembangkan di Sukapura antara lain Arabika Komasti, Lini – S, Sigararutan. Saat ini luas perkebunan kopi Arabica di Sukapura mencapai 40 Ha yang meliputi lahan pribadi maupun kemitraan dengan Perhutani / LMDH. Salah satu penangkar bibit kopi arabika adalah Bapak Buaman Ketua Gapoktan / Poktan Randu Agung Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura dengan kapasitas penangkaran mencapai 100.000 bibit siap tanam per tangkaran. Jenis yang dibudidayakan dan ditangkarkan antara lain arabica Komasti dan Lini – S. Saat ini bibit kopi hasil penangkaran telah disalurkan ke beberapa petani di wilayah Kecamatan Sukapura. Selain sebagai penangkar Bapak Buaman juga sering mengikuti berbagai pelatihan budidaya dan pengolahan kopi serta aktif mengikuti pameran atau festival di berbagai daerah di Jawa Timur untuk mempromosikan kopi Tengger. Bapak Buaman juga merintis pengolahan kopi arabika hasil budidayanya sendiri. Berbekal pengalaman dari jaman leluhur ditambah ilmu yang didapat dari pelatihan – pelatihan dan pameran yang diikuti dan dikombinasikan dengan teknologi pengolahan kopi saat ini, tercipta kopi arabika khas Bromo yang mempunyai cita rasa dan karakteristik yang khas dibanding kopi dari daerah lain. Maka kopi ini terkenal dengan istilah Kopi Tengger atau Kopi Bromo. Tidak hanya itu Bapak Buaman juga mencoba memasarkan produknya ke cafe dan hotel disekitar Sukapura dan toko oleh – oleh yang ada di Sukapura, dibantu kemitraan dengan pihak ketiga sebagai promotor. Berbagai jenis olahan kopi dipasarkan oleh beliau mulai dari OC kering, OC roasted dan bubuk yang sudah dikemas secara profesional dengan merek Kopi LEBRO. Kedepannya para petani kopi berharap adanya bantuan baik material maupun pembinaan dan pelatihan bagi petani agar pengetahuan, keterampilan dan sikap petani kopi semakin berkembang dengan perubahan jaman, petani kopi juga berharap tren kopi ini tetap berlangsung lama sehingga harga jual kopi baik mentah maupun olahan tetap stabil, sehingga kelestarian tanaman kopi dan produknya dapat dinikmati oleh anak cucu.