Loading...

PERLAKUAN BENIH BAWANG MERAH UNYUK MENCEGAH PENYAKIT LAYU FUSARIUM

PERLAKUAN BENIH BAWANG MERAH UNYUK MENCEGAH PENYAKIT LAYU FUSARIUM
Penyakit Layu Fusarium (yang sering disebut oleh petani penyakit mboler) sering menyerang tanaman Bawang Merah petani yang dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Fusarium Oxysporum dengan gejala tanaman kurus, pertumbuhan batangnya biasanya melintir/ rebah, busuk pada pangkal tanaman, tanaman mudah dicabut karena akarnya terganggu. Dan serangan ini biasanya muncul pada tanaman yang ditanam pada musim penghujan. Cara pengendalian penyakit tersebut antara lain dengan mengatur penggunaan pupuk khususnya pupuk N jangan terlalu tinggi, lebih banyak menggunakan pupuk yang mengandung unsur P dan K, sebaiknya pupuk tersebut digunakan sebagai pupuk dasar. PH tanah diupayakan dalam kondisi normal dengan PH 6-7, pemberian pupuk organik yang cukup pada saat awal tanam dan penggunaan agens hayati tricoderma pada lahan. Satu lagi untuk mencegah serangan layu fusarium yang telah dilakukan petani Bawang Merah di Desa Mirigambar adalah dengan perlakuan benih dengan perendaman menggunakan agens hayati yang mengandung Tricoderma SP sebelum ditanam ternyata juga bisa mencegah terjadinya serangan penyakit layu fusarium. Adapun cara perlakuan benih Bawang Merah adalah sebagai berikut : -Siapkan larutan Semanggi dan Molase yang sudah dicampur air dengan dosis 50 lt air, molase 1 lt, stater Semanggi 0,5 lt dan diamkan selama 4 jam -Sebelum ditanam rendam benih Bawang Merah kedalam larutan tersebut selam 1- 3 menit - Angkat benih yasng sudah direndam kemudian tiriskan dan benih siap untuk ditanam Tujuan dari perendaman ini adalahuntuk menghambat perkembangan cendawan fusarium yang dapat menyerang akar atau umbi benih bawang Merah, serta mampu merangsang tumbuhnya akar secara baik sehingga tanaman bawang merah tumbuh lebih cepat dan merata. Ditulis Oleh : Ririn SST