Loading...

Perlunya Dosis Pupuk Yang Tepat Untuk Tanaman Kedelai

Perlunya Dosis Pupuk Yang Tepat Untuk Tanaman Kedelai
Pupuk adalah bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara tanaman yang diberikan ke pertanaman dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman, Sedangkan pemupukan adalah penambahan satu atau beberapa hara tanaman yang tersedia atau dapat tersedia ke dalam tanah/tanaman untuk dan atau mempertahankan kesuburan tanah yang ada yang ditujukan untuk mencapai hasil/produksi yang tinggi.Setiap lahan membutuhkan pupuk yang berbeda, sehingga perlu dilakukan penghitungan kebutuhan pupuk. Perhitungan kebutuhan pupuk dapat menggunakan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) atau kalender tanam (KATAM). Prinsip kerja PUTK adalah mengukur hara P dan K tanah selanjutnya digunakan sebagai dasar penentuan rekomendasi pemupukan P dan K spesifik lokasi. Prinsip KATAM adalah merupakan alat bantu yang memberikan informasi spacial dan tabular tentang prediksi musim, awal waktu tanam, pola tanam, luas tanam potensial, wilayah rawan kekeringan dan banjir, potensi serangan OPT serta rekomendasi dosis dan kebutuhan pupuk, varietas yang sesuai (pada lahan sawah irigasi, tadah hujan dan rawa) berdasarkan perkiraan iklim . Operasional KATAM melalui SMS center harus lengkap sesuai dengan ketentuan baik nomor yang dituju maupun isi SMS yang dikirim.Dalam pemupukan tanaman kedelai harus diperhatikan berdasarkan 5T (5 tepat) yaitu jenis, dosis, cara, waktu, dan tempat dan hati hati dalam penggunaan pupuk N seperti urea karena jika penggunaannya berlebihan bisa berakibat tanaman kedelai tidak menghasilkan biji, tetapi buah kempes. Biji tidak berkembang sebagaimana mestinya, karena tanaman kedelai mempunyai bintil akar yang dapat mengikat N dari udara. Tetapi jika tanaman kedelai kekurangan hara NPK dapat mempengaruhi pertumbuhan kedelai tidak seimbang. Sebagai contoh:Kalau kekurangan unsur N pertumbuhan kedelai terhambat dan kadar klorofil turun. Sehingga tanaman pucat Daun daun sempit, gugur kemudian mati.Kalau kekurangan Posfat akan menyebabkan antara lain tanaman kerdil, daun daun kecil, daun berwarna hijau tua, daun tua menunjukkan gejala klorosis dan gugur sebelum waktunya, pembentukan bunga, buah terhambat, biji kecil, pembentukan akar kurang baik dan bintil akar sering tidak terbentuk.Kalau kekurangan Kalium dalam tanah menyebabkan tanaman menjadi layu, tampak daun tua dimulai dengan klorosis pada tepi daun. Dalam keadaan parah, gejala klorosis meluas sampai mendekati pangkal daun dan tampak pula pada daun muda. Selain itu juga dalam keadaan lanjut timbul nekrosis dan daun daun gugur.Kalau kekurangan kalsium, akarnya pendek pendek, batang kurang kuat, daun daun salah bentuk, kadang kadang keriting atau nekrosis. Sebaliknya kalau kelebihan Kalsium seperti pada tanah berkapur, dapat merangsang timbulnya kekurangan unsur mikro, seperti besi, boron, seng , tembaga dan mangan.Kalau kekurangan Magnesiun ditandai gejala klorosis interveinal, warna klorosis dimulai pada pinggir daun yang berangsur-angsur masuk ke dalam tulang tulang daun tetap hijau. Kalau kekurangan magnesium yang berat, daun gugur muda, pertumbuhan terhambat dan produksi rendah. Kekurangan magnesium dapat dilakukan dengan pemupukan melalui tanah atau daun dengan garam magnesium seperti Kiserit. Bisa juga dengan penyemprotan 0,5% MgS O4. Kalau pada tanah masam, pupuk organik dan dolomit dapat digunakan.Kekurangan besi pada tanaman ditandai: daun kecil kecil, berwarna kuning pucat, seringkali berubah hampir putih. Pada klorotik parah, warna hijau pada tulang daun yang halus hilang. Pada klorosis interveinal, terdapat batas yang jelas dimana tulang daun tetap hijau, sedangkan diantara tulang daun-daun berwarna hijau pucat atau kuning. Unsur Besi diperlukan untuk tanaman, karena besi sebagai katalis dalam tanaman dan berperan dalam dalam berbagai proses redoks, seperti respirasi, fotosintesis dan reduksi nitrat. Besi juga penting dalam pembentukan klorofil.Untuk unsur Mangan, hanya diperlukan jumlah kecil.Mangan berperan dalam metabolism nitrogen, respirasi dan sintesa klorofil. Tanah ber pH rendah pada umumnya berkadar mangan tinggi. Keadaan seperti itu bisa diatasi dengan pemberian bahan organik dan kapur.Boron diperlukan untuk pembelahan sel, perkecambahan tepung sari, pembentukan bunga, akar dan pengangkutan zat dalam tanah. Kekurangan boron muali tampak dari pucuk. Daun pucuk menjadi kecil kecil.Terkait unsur alumunium tidak boleh berlebihan pada tanah masam karena bisa menyebabkan tanaman kedelai terganggu dan hasilnya rendah. Gejala awal keracunan alumunium biasanya tampak pada akar. Akar mengalami perubahan warna, pencabangan akar tidak normal, pendek, dan akhirnya akar berhenti tumbuh.Takaranan pupuk untuk lahan kering masam yaitu urea 75 kg/ha, SP 36 100 kg/ha dan KCL 100 kg/ha dan pemberian nya maksimal umur 14 hst.Untuk lahan kering masam perlu diberi kapur pertanian (dolomit atau kalsit) dengan takaran sebagai berikut: pH tanah 4,5-5,3 = 2 ton/ha, pH tanah 5,3-5,5 =1 ton/ha, pH tanah 5,5-5,6 = 0,5 ton/haTanda tanda tanah yang bersifat asam bila disawah warna air kuning berkarat, bila di darat suka ditumbuhi alang alang. Apabila menemukan tanah semacam ini keasamannya (pH) berkisar antara 3-5. Dengan demikian pH nya harus disesuaikan dahulu sesuai denga keinginan tanaman. Untuk mengatasi masalah tanah seperti ini ada banyak cara antara lain: a. Tanah dijemur, tanah dicangkul, dibajak berupa bongkahan lalu dibiarkan terjemur sinar matahari selama 2 minggu. b. Diberi arang sekam. Tanah ditaburi arang sekam selanjutnya dicangkul hingga tercampur dengan tanah. c. Memperbaiki tata udara dalam tanah, d. menambahkan pupuk organik, e. pengapuran. (Yulia Tri S)Email: yuliatrisedyowati@gmail.comPustaka::Novizan. 2002. Petunjuk Pemupukan Efektif. Agromedia Pustaka, Jakarta.Lingga, P. 1986. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.