Loading...

PERLUNYA PENGATURAN JARAK TANAM BAWANG MERAH AGAR MENDAPAT HASIL YANG MAKSIMAL DAN BERMUTU

PERLUNYA PENGATURAN JARAK TANAM BAWANG MERAH AGAR MENDAPAT HASIL YANG MAKSIMAL DAN BERMUTU
Pengaturan jarak tanam bawang merah memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah hal ini terlihat dari beberapa hasil penelitian bahwa jarak tanam yang baik akan memberikan hasil yang baik antara lain; menghasilkan jumlah umbi/rumpun yang banyak, mengahasilkan berat umbi basah/rumpun dan berat umbi basah/biji serta menghasilkan besaran diameter umbi yang seragam. Bawang merah merupakan salah satu jenis sayuran yang digunakan sebagai bahan/bumbu penyedap makanan sehari-hari dan juga biasa dipakai sebagai obat tradisional atau bahan untuk industri makanan yang saat ini berkembang dengan pesat. Selain itu, bawang merah juga merupakan salah satu komoditas bernilai tinggi (high value comodity) sehingga banyak petani yang mengusahakannya. Bawang merah adalah salah satu komoditas sayuran yang paling banyak diusahakan, mulai daerah dataran rendah (< 1 m dpal) sampai daerah dataran tinggi (> 1000 m dpal). Hasil bawang merah di Indonesia antara daerah yang satu dengan yang lainnya sangat bervariasi, yang antara lain disebabkan oleh perbedaan varietas yang diusahakan pengaturan jarak tanam yang belum menyesuaikan SOP/GAP spesifik lokasi. Permasalahan bila dalam budidaya tanaman Bawang merah tidak dilakukan pengaturan jarak tanam tidak terencana maka akan dihasilkan pertumbuhan tanaman sebagai berikut; Selanjutnya dalam melakukan budidaya bawang merah dengan jarak tanam yang lebih rapat atau tidak terencana dari mulai membuat jarak tanam/lubang tanam dalam larikan maupun barisan akan menghasilkan tanaman bawang merah yang lebih tinggi, namun memiliki jumlah daun yang lebih sedikit. Hal ini disebabkan karena pada jarak tanam yang lebih rapat terjadi kompetisi terhadap cahaya, sehingga memacu pertumbuhan daun akan lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena tanaman bawang merah untuk mendapatkan cahaya sangat kurang. Dengan bertambahnya tinggi tanaman dapat menyebabkan pembentukan jumlah daun dan umbi menjadi lebih sedikit sebagai akibat hasil fotosintesis banyak digunakan untuk pertumbuhan tinggi tanaman. Peningkatan kerapatan tanaman dapat menyebabkan batang tanaman menjadi lebih kecil dan seringkali lebih tinggi. Proporsi hasil asimilasi pada bagian-bagian vegetatif tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanam yang rapat mengakibatkan tingkat kompetisi lebih tinggi sehingga akan terdapat tanaman yang pertumbuhannya terhambat, baik karena ternaungi oleh tanaman sekitarnya atau karena kompetisi tanaman dalam mendapatkan air, unsur hara, dan oksigen yang kurang memadai. Persaingan tanaman pada jarak tanam rapat lebih besar sehingga sumber daya yang didapatkan oleh masing-masing tanaman akan semakin sedikit. Salah satu bentuk interaksi antara satu populasi dengan populasi lain atau antara satu individu dengan individu lain adalah bersifat persaingan. Persaingan terjadi bila kedua individu mempunyai kebutuhan sarana pertumbuhan yang sama, sedangkan lingkungan tidak menyediakan kebutuhan tersebut dalam jumlah yang cukup. Persaingan ini akan berakibat negatif atau menghambat pertumbuhan individu-individu tanaman bawang merah tersebut. Untuk mendapatkan hasil bawang merah yang bermutu dan berkwalitas baik maka dalam berbudidaya harus memahami dan menerapkan salah satunya inovasi teknologi pengaturan jarak tanam yang sesuai dengan SOP Spesifik lokasi di berbagai rekomendasi daerah masing-masing. Selanjutnya sebagai contoh penerapan inovasi teknologi penerapan pengaturan jaraktanam yang menyesuaikan dengan SOP dan penerapan pengaturan jarak tanam disajikan sebagai berikut; Budidaya bawang merah yang mengutamakan menggunakan jarak tanam sesuai dengan SOP yang dimulai dari perencanaan pembuatan lubang tanam dan jarak tanam yang telah terukur jarak antar baris dan dalam barisan areal lahan maka akan dihasilkan pertumbuhan tanaman menunjukkan tanaman dapat berkembang dengan baik. Hal ini ditunjukan dengan adanya penggunaan jarak tanam yang baik tanaman akan terhindar dengan persaingan antar tanaman, baik dalam perolehan unsur hara, air dari tanah maupun dalam memperoleh sinar matahari. Sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal dibanding jarak tanam yang diusahakan tanam rapat. Pengaturan jarak tanam yang tepat akan memberikan hasil yang baik yaitu menghasilkan jumlah umbi/rumpun yang banyak, mengahasilkan berat umbi serta menghasilkan besaran diameter umbi yang seragam. Ditulis ulang oleh : Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber : Balitbangtang dan Berbagai sumber media elektronik (Internet) Gambar : Pengaturan jarak tanam dilahan berpasir Yogja Karta