Loading...

Persemaian Benih Stevia

Persemaian Benih Stevia
Persemaian Benih SteviaTahapan persemaian benih1. Persemaian Bedengan: a) Bedengan dibuat pada lokasi dekat sumber air, dan tanahnya subur, dengan arah timur-barat; b) Bedengan diolah dengan kedalaman minimal 15 cm, campurkan tanah dengan pupuk, buat permukaan agar lembut, dengan ketinggian 10 cm, lebar 1,2-1,5 m dan panjang 15-20 m atau disesuaikan dengan kondisi lahan; c) Setiap bedengan diberi pupuk organik/kompos kira-kira 14 kg/ 1 m2; d) Penggunaan pestisida kimia dilakukan bila diperlukan saja. 2. Perlakuan Benih Benih berasal dari biji: a) Benih dikering anginkan selama 1-2 jam, kemudian ditapis dan pappus dibuang secara hati-hati; b) Benih dicampur dengan sekam bakar berkisar 1: 10-20, untuk menghindari serangan jamur; c) sisa benih dapat disimpan dalam tempat kedap udara Benih berasal dari stek: a) Gunting stek disterilkan dengan cara dicelupkan ke dalam larutan natrium Hypochlorit (NaOCl2); b) Stek dipotong dengan menggunakan gunting stek yang telah steril dengan panjang sekitar 10 cm (2-3 ruas) dari pucuk dengan menyisakan 1 pasang daun; c) Stek diikat sebanyak 50-100 batang/ikat kemudian dicelupkan ke dalam larutan fungisida dengan bahan aktif NaOCl2 dan ditiriskan/dikering anginkan; d) Pangkal stek sekitar 2-3 cm dicelupkan ke dalam larutan zat pengatur tumbuh (ZPT) berbahan aktif auksin; e) Stek siap ditanam di bedeng persemaian. Stek tersebut tidak dapat disimpan dan harus segera ditanam di bedengan persemaian.3. Penyemaian dan PenyungkupanPenyemaian benih berasal dari biji: a) Tanah bedengan disiram sampai lembab, taburkan 25-50 kg benih yang telah dicampur arang sekam, dan selanjutnya ditutup tipis dengan tanah ayak dan dinaungi dengan alang-alang/jerami setinggi 10-15 cm dari permukaan tanah persemaian; b) Persemaian ditutup dengan sungkup terbuat dari plastik dengan ketinggian 40-50 cm. Selanjutnya ditutup dengan paranet dengan intensitas penyinaran 60%; c) Setelah 50-60 hari, benih sudah siap tanam. Pada musim panas, dapat menjadi benih siap tanam setelah 40-50 hari. Penyemaian benih berasal dari stek: a) Tanah bedengan disiram sampai lembab, selanjutnya setek ditanam dengan populasi ± 1.000 setek/m2. b) Persemaian ditutup dengan sungkup plastic dengan ketinggian 40-50 cm; c) Setelah 40 hari akan tumbuh akar halus dan siap tanam. 4. Pemeliharaan BedenganUntuk perbanyakan asal biji: Setelah benih disebar di bedengan, bedengan harus tetap dijaga kelembabannya hingga benih berkecambah (5-7 hari), sungkup mulai dibuka 50% pada pagi hari dan ditutup kembali pada sore hari, Suhu yang ideal sekitar 20o – 25o.. Untuk menstabilkan suhu, persemaian harus diberi naungan. Untuk perbanyakan asal stek: a) Setelah tumbuh akar (7-14 hari), sungkup mulai dibuka 50% pada pagi hari dan ditutup kembali pada sore hari; b) Saat benih mempunyai 3 pasang daun, sungkup dibuka100% pada pagi hari sampai tanah agak mengering, kemudian ditutup kembali; c) Saat nbenih mempunyai 4 pasang daun, sungkup dapat dibuka 100% pada pagi hari dan ditutup kembali pada sore hari. Jika tanah masih lembab, tidak perlu dilakukan penyiraman lagi; d) Saat benih mempunyai 5 pasang daun, sungkup dibuka total; e) Pupuk daun disemprotkan setiap 5-10 hari sekali; f) Pada saat hujan, sungkup harus ditutup; g) Pada saat benih mempunyai 6 pasang daun, siap dilakukan pemindahan ke areal pertanaman; h) Benih yang sehat mempunyai 5-6 daun, tinggi tanaman 12-15 cm, batang sedikit berkayu, daun lebar berwarna hijau, daun pucuk berbentuk konkaf (cekung) , mempunyai 5-7 akar sekunder, 2-3 daun telah memiliki cabang. 5. Surat Keterangan Mutu Benih (SKMB). Di Indonesia, benih stevia yang digunakan masih berasal dari beberapa klon lokal, karena belum ada yang dilepas sebagai benih bina. Namun demikian, benih tersebut sebelum ditanam harus memperoleh SKMB terlebih dahulu dari Balai Pengawasan dan Pengujian Mutu Benih (BP2MB) setempat. Salah satu klon lokal yang digunakan adalah klon CM3 yang akan digunakan sebagai sumber benih oleh PT Babun Djaja Asia (BDA). Klon CM3 merupakan turunan ke tiga dari varietas dari Jepang (sesuai dengan SKMB yang dikeluarkan oleh BP2MB Provinsi Jawa Barat. Sesuai dengan SKMB, persyaratan yang harus dipenuhi adalah: Umur benih 2-2,5 bulan (belum bercabang), tinggi benih 8-12 cm, jumlah daun 4-6 pasang, warna daun hijau segar, dan bebas dari hama dan penyakit. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian).Sumber: Pedoman Budidaya Stevia Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian). Kementerian Pertanian. Direktorat Jenderal Perkebunan. Direktorat Tanaman Semusim. 2013).