Loading...

PERSEMAIAN PADI SISTEM KERING (Materi penyuluhan di Desa Dempel, Geneng, Ngawi)

PERSEMAIAN PADI SISTEM KERING (Materi penyuluhan di Desa Dempel, Geneng, Ngawi)
Persemaian padi merupakan langkah awal dalam bercocok tanam padi. Biasanya petani membuat persemaian di sawah. Bahkan terkadang petani memanen sebagian petak padinya mendahului petak yang lain untuk dibuat persemaian.Saat ini, di desa Dempel, Kecamatan Geneng sedang dikembangkan persemaian sistem kering. Sebenarnya sistem ini sudah lama disosialisasikan kepada masyarakat atau petani lokal namun hanya sedikit saja yang mengaplikasikanya. Biasanya sistem ini digunakan dalam sistem SRI. Persemaian sistem kering memiliki banyak keunggulan diantaranya:1. Memerlukan lahan yang lebih sempitPersemaian sistem kering dapat dilakukan di pekarangan rumah dengan menggunakan alas plastik atau nampan. Hal ini dapat menghindari penggunaan petakan sawah untuk tempat persemaian sehingga pertumbuhan padi di sawah akan lebih seragam.2. Pengontrolan pertumbuhan bibit lebih mudahKarena penggunaan lahan lebih sempit dan berada di sekitar rumah petani, maka pengontrolan pertumbuhan dan hama penyakit lebih mudah. 3. Hemat biayaBiaya untuk persemaian sistem kering lebih murah karena tidak ada tenaga cabut bibit. Selain itu tidak memelukan biaya olah tanah untuk membuat persemaian. Pembuatan persemaian sistem kering1. Bahana. Benihb. Pupuk organikc. Tanahd. Plastike. Rumput/ jerami 2. Cara pembuatana. Perlakuan BenihBenih yang kan ditanam direndam terlebih dahulu oleh air hangat. Biarkan air sampai dingin selama 1 hari 1 malam. Kemudian benih diperam selama 2x24 jam. Tujuannya untuk memecah masa dormansi yang ditandai dengan munculnya akar-akar kecil pada biji. Atau bisa juga dilakukan uji kecambah terlebih dahuu untuk memastikan berapa persen pertumbuhan benih.b. Persiapan media persemaianUntuk alas media persemaian, dapat digunakan nampan (tray) atau plastik yang diletakkan di permukaan tanah. plastik bisa berupa plastik hitam atau plastik kantung. Plastik harus benar-benar utuh dan tidak bocor karena jika bocor air akan mudah larut.Untuk media tanamnya menggunakan tanah yang dicampur pupuk organik ( bisa juga menggunakan pupuk anorganik kristal) dengan perbandingan 2:1. Pastikan pupuk organik yang digunakan sudah benar-benar matang. Cara mengecek kematangan puk organik dengan memasukkan pupuk ke dalam ember kemudian ditunggu sampai pupuk mengendap dan dilihat airnya. Jika air bening berarti pupuk organik sudah siap digunakan. Campuran tanah dan pupuk organik disebar merata di atas plastik atau nampan dengan ketebalan + 2 cm.c. Sebar benihBenih yang sudah diperam disebarkan di permukaan media tanam dengan kepadatan 0,6 - 0,7 kg/m2 media. Setelah itu tutup dengan potongan rumput atau jerami tipis-tipis dan siram. Kemudian tutup lagi dengan rumput atau jerami agak tebal dan disiram lagi. Penyiraman air secukupnya jangan terlalu basah dan jangan terlalu kering, cukup dengan kelembababn yang normal.d. PemeliharaanSetelah benih tumbuh kurang dari 2 cm, penyiraman dilakukan 2 kali sehari (melihat kondisi cuaca dan kelembaban tanah) setiap pagi dan sore. Pengambilan tutup (jerami atau rumput) dilakukan 4 hari setelah penyebaran benih (biasanya benih telah tumbuh sekitar 2 cm). Setelah tutup diambil, penyiraman dilakukan 1 kali sehari saat sore hari (melihat kondisi cuaca). Bibit siap tanam setelah berumur 9-16 hari.e. Pengambilan bibitBibit yang sudah siap tanam cukup diambil dengan cara digulung dan kemudian langsung diangkut ke sawah. Pengangkutan bisa dilakukan oleh petani sendiri untuk mengurangi biaya angkut. f. Penanaman di lahanSetelah lahan siap, plastik bibit dapat dipotong-potong sesuai kebutuhan. Penanaman dapat dilakukan secara manual atau menggunakan mesin transplanter.Usahakan saat penanaman akar tidak menghadap keatas agar pertumbuhan lebih cepat. Disadur oleh: Admin kecamatan Geneng, NgawiSumber:- http://bppkrian.blogspot.com/2014/05/membuat-persemaian-padi-sistem-kering.html- https://www.agrotani.com/persemaian-padi-dengan-system-kering/