Loading...

Persiapan Bertanam Padi secara Organik

Persiapan Bertanam Padi secara Organik
Bertanam padi secara organik pada dasarnya tidak berbeda dengan bertanam padi secara konvensional. Perbedaannya hanyalah pada pemilihan varietas dan penggunaan pupuk dasar.A. Pemilihan BibitVarietas padi yang cocok ditanam secara organik hanyalah jenis atau varietas alami. Agar berproduksi optimal, jenis padi ini tidak menuntut penggunaan pupuk kimia. Varietas alami yang dapat dipilih untuk ditanam secara organik antara lain rojolele, mentik, pandan dan lestari. Rojolele baru dapat dipanen setelah berumur 150 hari atau 5 bulan sejak tanam. Sementara pandan, lestari dan mentik dapat dipanen setelah berumur sekitar 100 hari atau 3 bulan sejak tanam. B. Persiapan Sebelum TanamBeberapa langkah yang sangat penting pada fase sebelum tanam yaitu pemilihan dan penyiapan lahan serta pembibitan. Penyiapan lahan pada dasarnya adalah pengolahan tanah sawah hingga siap untuk ditanami. Prinslp pengolahan tanah adalah pemecahan bongkahan-bongkahan tanah sawah sedemikian rupa hingga menjadi lumpur lunak dan sangat halus. Selain kehalusan tanah, ketersediaan air yang cukup harus diperhatikan. Bila air dalam areal penanaman cukup banyak maka akan makin banyak unsur hara dalam koloid yang dapat larut. Keadaan ini akan berakibat makin banyak unsur hara yang dapat diserap akar tanaman.Langkah awal pengolahan tanah sawah adalah memperbaiki pematang sawah. Perbaikan pematang sawah dilakukan dengan cara ditinggikan dan lubang-lubang ditutup kembali. Adanya lubang memungkinkan air dapat keluar dari lahan. Padahal, lahan penanaman ini harus tergenang air selama seminggu sebelum pengolahan tanah selanjutnya.Setelah direndam selama seminggu, biasanya tanah sudah lunak dan pembajakan dapat segera dilakukan. Pembajakan sawah dapat menggunakan traktor atau cara tradisional dengan tenaga hewan biasanya memanfaatkan kerbau atau sapi. Kedua cara tersebut dapat dipilih asalkan tujuan pembajakan dapat tercapai, yaitu pembalikan tanah. Selain untuk pembalikan tanah pembajakan pun untuk memberantas gulma. Dengan pembajakan, tanaman pengganggu dan biji-biji padi akan terbenam dan terurai.Setelah dibajak, tanah sawah kembali dibiarkan selama seminggu dalam keadaan tergenang air. Penggenangan air ini dilakukan agar proses pelunakan tanah berlangsung sempurna. Seminggu kemudian tanah dapat dibajak kembali agar bongkahan tanah menjadi makin kecil. Pembajakan kedua ini pun dapat diganti dengan pencangkulan. Prinsip pembajakan kedua ini adalah agar bongkahan tanah menjadi makin kecil.Pada pembajakan yang kedua ini pemberian pupuk dasar dapat dilakukan. Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk kandang matang sebanyak 5 ton/ha lahan sawah. Pemberian pupuk kandang harus dilakukan sedemikian rupa sehingga menyatu dengan tanah.Sebelum pembajakan sawah kedua, pemberian pupuk dasar dapat dllakukan. Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk kandang matang sebanyak 5 ton/ha sawah. Pemberian pupuk kandang ini dilakukan dengan cara ditebarkan merata ke seluruh permukaan lahan, lalu dibiarkan selama empat hari. Empat hari kemudian tanah dibajak agar menyatu dengan pupuk kandang.Lahan yang sudah dibajak kedua kalinya dibiarkan tergenang kembali selama empat hari. Setelah empat hari tanah digaru kembali hingga menjadi lumpur halus dan pupuk kandang menyatu sempurna dengan tanah. Pada saat itu penanaman bibit dapat dilakukan. Setelah lahan benar-benar dalam kondisi siap tanam, ditengahnya dibuat alur memanjang sepanjang lahan dengan lebar sekitar 50 cm sebagai saluran keluar masuknya air.C. PembibitanPembibitan merupakan salah satu tahap dalam budidaya padi karena umumnya ditanam dengan menggunakan benih yang sudah disemaikan terlebih dahulu ditempat lain.Umumnya benih dikatakan bermutu bila jenisnya murni, bernas, kering, sehat, bebas dari penyakit, dan bebas dari campuran biji rerumputan yang tidak dikehendaki. Benih yang baik pun harus tinggi daya kecambahnya, paling kurang mencapai 90%. Benih dengan kriteria tersebut biasanya mampu menghasilkan tanaman yang sehat, kekar, kokoh, dan pertumbuhannya seragam. Kebutuhan benih. Dengan perhitungan sederhana berikut membuktikan bahwa jumlah benih tersebut jauh di atas kebutuhan sebenarnya. Dengan asumsi jarak tanam rata-rata 25 cm X 25 cm maka setiap hektar sawah dapat memuat 160.000 rumpun bibit padi. Bila setiap rumpun terdiri dari rata-rata 4 bibit padi maka jumlah butir gabah yang diperlukan sebanyak 640.000. Serat gabah bernas sebanyak itu hanyalah sekitar 20-25 kg saja. Dengan asumsi daya tumbuh 90% maka jumlah benih yang dibutuhkan maksimal hanya 30 kg.Untuk memperoleh bibit yang sehat dan kokoh, jumlah ideal benih yang disebarkan sekitar 50-60 g/m2. Dengan jumlah tersebut benih akan tersebar dalam jarak yang cukup untuk memberikan keleluasaan bagi bibit tumbuh sehat dan kokoh. Dalam perhitungan lebih lanjut, perbandingan Iuas tanah untuk pembenihan dengan lahan tanam adalah 3 : 100. Artinya, bila sawah seluas satu hektar maka bagian sawah sebagai tempat pembenihan cukup sekitar 35 M2. Menyiapkan tempat persemaian pada prinsipnya sama dengan menyiapkan lahan penanaman. Bagian sawah yang akan digunakan untuk pembenihan dicangkul merata sedalam kira-kira 30 cm. Selanjutnya tanah dihaluskan dengan cara pencangkulan ulang menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan selanjutnya diinjak-injak sampai lumer. Bersamaan dengan penghalusan ini, lahan sawah dapat ditambahkan pupuk kandang yang sudah matang sebanyak 40 kg setiap 35 M2 dengan cara ditebar merata. Selanjutnya pupuk kandang tersebut diinjak­injak sehingga menyatu dengan tanah. Bila tanah tidak cukup subur (dapat dilihat dari tingkat kesuburan tanaman sebelumnya), jumlah pupuk kandang yang diberikan dapat ditingkatkan menjadi 100 kg per 35 M2. Cara pemberiannya sama dengan pada tanah subur.Penaburan / penebaran benih di area persemaian. Benih yang sudah terseleksi selanjutnya dikecambahkan dahulu sebelum disebar di persemaian. Caranya, benih direndam dalam air bersih selama sekitar dua hari sehingga menyerap air. Air pada benih ini akan digunakan dalam proses perkecambahannya. Setelah direndam selama dua hari, benih diangkat dan diperam sekitar dua hari agar berkecambah, Pemeraman dilakukan dengan cara dihamparkan dl atas lantai dan kemudian ditutup karung gonl basah. Selain cara ini pemeraman, dapat dilakukan dengan cara benih dimasukkan, dalam karung plastlk dan dltutup rapat. Benih yang baik biasanya sudah mulai berkecambah hanya dalam waktu sehari.Benih yang sudah berkecambah disebarkan secara hati-hati ke permukaan tanah persemaian. Usahakan benih tersebar merata dan tidak tumpang tindih. Benih tidak perlu harus terbenamn ke dalam tanah. Biasanya benih yang terbenam justru dapat terinfeksi patogen penyebab busuk kecambah.Pemeliharaan persemaian. Pesemaian harus dipelihara dengan sebaik-baiknya agar vigor bibit baik. Kebutuhan tanaman akan nitrogen, fosfor, dan kalium harus dicukupi dengan baik. Sampai bibit berumur satu minggu, kebutuhan haranya masih dapat dicukupi oleh kandungan zat dalam keping biji. Sesudah periode itu, bibit perlu tambahan sumber unsur hara dari luar.D. PenanamanBila lahan sudah siap ditanami dan biblt di persemaian sudah memenuhi syarat maka penanaman dapat segera dilakukan. Syarat bibit yang baik untuk dipindahkan ke lahan penanaman adalah tinggi sekitar 25 cm, memiliki 5-6 helai daun, batang bawah besar dan keras, bebas dari hama penyakit, serta jenisnya seragam.Umur bibit berpengaruh terhadap produktivitas. Varietas genjah (100-115 hari), umur bibit terbaik untuk dipindahkan adalah 18-21 hari Varietas sedang (sekltar 130 hari), umur bibit terbaik untuk dipindahkan adalah 21-25 hari. dipindahkan adalah 30-45 hari. Jarak tanam yang paling banyak digunakan petani di Indonesia adlaha 25 cm x 25 cm dan 30 cm x 30 cm.Jumlah bibit yang dimasukkan ke dalam setiap "dapur" .atau rumpun adalah 3-4, tergantung kondisi bibit dan sifat varietas. Perlu diperhatikan kedalaman pada waktu penanaman padi di lahan persawahan. Produktivitas tertinggi dicapai pada pembudidayaan padi dengan dengan bibit ditanam kedalaman 5 cm. Untuk lebih praktisnya untuk menentukan kedalaman 5 cm sebagai patokan apabila bibit sudah terbenam sekitar dua buku jari tangan. Daftar Pustaka:Firmanto Bagus Herdy. 2011. Sukses Bertanam Padi Secara Organik. Bandung: Angkasa Bandung