Loading...

PERSIAPAN BUDIDAYA BAWANG PUTIH YANG BAIK DAN BENAR

PERSIAPAN BUDIDAYA BAWANG PUTIH YANG BAIK DAN BENAR
Bawang putih (Allium sativum) termasuk salah satu komoditas sayuran yang perlu dibudidayakan dengan menerapkan Budidaya Yang Baik dan Benar (Good Agriculture Practices/GAP), karena digunakan sebagai bumbu dan bahan obat-batan. Bawang putih dapat dikonsumsi dalam bentuk segar, misalnya digunakan untuk acar, manisan, atau dimakan langsung. Bawang putih juga dikonsumsi sebagai obat karena mengandung beberapa bahan aktif, antara lain: senyawa dialit sulfide atau alsilin yang berfungsi sebagai antioksidan, anti trombotik, anti radang, penurun tekanan darah dan kelsterol. Selain itu, bawang putih juga dapat untuk obat sakit gigi dan kena gigitan ular. GAP bawang putih atau Budidaya Bawang Putih Yang Baik dan Benar, diterapkan di petani dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Bawang Putih di wilayah masing-masing. Pada dasarnya SOP persiapan budidaya bawang putih yang baik dan benar meliputi pemilihan lokasi, penentuan waktu tanam, penyiapan lahan, dan penyiapan benih, sebagai berikut: Pemilihan LokasiLahan dipilih di lokasi yang sesuai dengan persyaratan tumbuh tanaman bawang putih, antara lain: 1) Lahan yang terletak di dataran tinggi dengan ketinggian kurang dari 1.500 m dpl; 2) Tanah subur dengan top soil cukup tebal, berpasir, gembur, pH tanah 6,9 – 7,2; 3) Bebas penyakit atau bukan bekas tanaman sejenis/sefamili hingga tiga musim tanam; 4) Lahan terbuka tidak ada naungan sehingga sinar matahari dapat langsung menyinari tanaman; 5) Kemiringan lahan kurang dari 30%; 6) Suhu antara 15 – 20oC, suhu malam agak dingin diperlukan untuk pembentukan umbi bawang putih, sedangkan suhu terlalu tinggi dan tanah terlalu basah akan mempersulit pembentukan umbi; 7) Curah hujan kurang dari 1.500 mm per tahun; dan 8) Sumber air cukup, tetapi drainase baik. Penentuan Waktu TanamWaktu tanam bawang putih perlu ditetapkan agar memperoleh pertumbuhan tanaman yang optimal. Waktu tanam bawang putih yang optimal pada akhir musim hujan, antara bulan Mei – Juni atau awal musim kemarau dengan syarat tersedia sumber air yang cukup. Penyiapan LahanPenyiapan lahan untuk menanam bawang putih, meliputi: pembersihan lahan, pengolahan tanah, pembuatan bedengan dan parit, dan penetapan jarak tanam. Pembersihan lahan merupakan kegiatan membersihkan lahan dari segala sesuatu yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman bawang putih, antara lain: batu-batuan, sampah, gulma, sisa-sisa tanaman, dan lain-lain. Batuan dan sampah anorganik (plastik dan lainnya) dikumpulkan, lalu dibuang di luar areal tanam. Sedangkan sisa-sisa tanaman, semak-semak belukar, dan sampah organik dikumpulkan, lalu dimasukan dalam lubang di tempat yang masih di dalam areal tanam bawang putih dan jika sudah membusuk dapat digunakan sebagai pupuk organik. Pengolahan tanah dilakukan setelah lahan sudah dibersihkan dan sekitar satu minggu sebelum tanam. Tanah yang akan ditanami bawang putih diolah sampai gembur dengan cara mencangkul atau membajak tanah sedalam 20 – 30 cm dan diulang 2 sampai 3 kali Setelah diolah. Setelah tanah benar-benar gembur diratakan, lalu didiamkan sekitar satu minggu untuk memperbaiki aerasi tanah serta menghilangkan gas-gas beracun dan panas hasil dekomposisi/penguraian sisa-sisa tanaman. Pembuatan bedengan diarahkan ke Timur datangnya sinar matahari. Jarak antar bedengan 40 cm, tinggi bedengan 15 – 30 cm, dan lebar 100 – 120 cm. Kemudian dibuat parit untuk menjaga drainase (pembuangan air jika air berlebihan) tetap baik, dengan ukuran lebar 30 – 40 dan kedalaman 30 cm. Pada lahan miring, dibuat terasering dan ditanami tanaman penguat pematang, lalu bedengan dibuat melintang atau memotong arah kemiringan lahan. Penetapan jarak tanam dilakukan agar diperoleh tempat benih bawang putih dan pupuk dengan jarak yang sama dalam semua bedengan. Jarak tanam bawang putih yang ideal berukuran 15 x 15 cm dan ditetapkan dengan memberi tanda belahan bambu, lalu dibuat lubang tanam dengan tugal. Penyiapan Benih Benih bawang putih yang akan ditanam harus jelas vaietasnya, seragam, berproduksi tinggi, dan sehat. Benih bawang putih yang akan ditanam dipilih yang mempunyai kriteria sebagai berikut: 1) Umbi yang telah selesai masa dormansi (telah disimpan 6 – 7 bulan); 2) Benih unggul, bermutu, bersertifikat, dan berlabel; 3) Bebas hama dan penyakit; 4) Berukuran besar (bobot 1,5 – 2 gram), ukuran sedang (bobot 1 - 1,5 gram), dan kecil (bobot kurang dari 1 gram atau rata-rata 0,77 gram); 5) Tidak cacat fisik dan bentuk umbi seragam; 6) Pangkal batang berisi penuh dan keras; dan 7) Umbi siap tanam yang ditandai bagian tengah siung sudah berwarna hijau. Kemudian benih yang memenuhi kriteria tersebut dipisahkan menjadi siung-siung, dan dipisahkan siung yang paling dalam yang akan ditanam di tempat tersendiri untuk produksi bawang tunggal (lanang). Benih bawang putih yang dibutuhkan sekitar 9 kuintal per hektar. Benih bawang putih sangat mahal, oleh karena itu dapat digunakan umbi siung yang ukuran sedang. Selanjutnya, lahan siap untuk ditanami bawang putih. Semoga bermanfaat. Penulis: Susilo Astuti Handayani - Penyuluh Pertanian Pusluhtan. Sumber informasi:1. Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 48/Permentan/OT.140/10/2009 Tentang Pedoman Budidaya Buah dan Sayur Yang Baik (Good Agricultural Practices/GAP) sesuai dengan kondisi Indonesia (indo-GAP). 2. Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Bawang Putih (Allium sativum L) Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka. 2009.3. Profil Bawang Putih. Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2010.4. Tata Cara Penerapan dan Registrasi Kebun dan Lahan Usaha dalam Budidaya Buah dan Sayur Yang Baik. Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka. 2010.