Buah mangga masih mempunyai peluang untuk dikembangkan, karena rasa buah yang manis banyak disukai orang dan harga di pasaran menjanjikan. Pengembangan tanaman mangga dengan cara budidaya yang baik dan benar akan memberikan produksi yang tinggi. Persiapan dan cara tanam merupakan bagian rangkaian kegiatan budidaya yang meliputi: pemilihan tempat, pembibitan, penyiapan kebun, dan cara tanam. Pemilihan Tempat Tempat untuk budidaya harus sesuai syarat tumbuh tanaman mangga, yaitu di dataran rendah sampai menengah dengan ketinggian 0 - 500 m dpl dan mempunyai masa kering selama 3 bulan. Tanaman mangga yang ditanam di dataran rendah akan menghasilkan buah yg lebih bermutu dan jumlahnya lebih banyak dari pada di dataran tinggi. Sedangkan masa kering diperlukan sebelum dan sewaktu berbunga, karena bunga yang muncul pada saat hujan akan gugur sehingga tidak menghasilkan buah. Jika ditanam di daerah basah, tanaman mangga akan mengalami banyak serangan hama dan penyakit serta gugur bunga dan buah. Selain sesuai syarat tumbuh mangga tersebut, juga harus memperhatikan faktor kemudahan transportasi dan ketersediaan sumber air. PembibitanPembibitan tanaman mangga dapat menggunakan biji, okulasi, dan cangkokan. Pembibitan dengan biji dimulai dari pemilihan biji mangga yang bagus, yaitu biji dari tanaman yg sehat, kuat, dan buahnya berkualitas baik. Cara membuat bibit dari biji sebagai berikut: 1) Biji mangga yang bagus dikeringanginkan dan kulitnya dibuang; 2) Siapkan kotak persemaian ukuran 100 x 50 x 20 cm; 3) Kotak diisi dengan campuran tanah dan pupuk kandang (perbandingan 1:1); 4) Tanamlah biji yang sudah dibuang kulitnya dengan jarak 10 - 20 cm, atau biji disemai di kebun dengan jarak tanam 30 x 40 atau 40 x 40 cm di atas tanah yg gembur; 5) Biji ditanam dengan perut ke arah bawah supaya akar tidak bengkok; 6) Selama di persemaian, bibit tidak boleh kekurangan air; 7) Persemaian tersebut diberi naungan dari plastik atau sisa-sisa tanaman, tetapi jangan sampai udara di dalam persemaian menjadi terlalu lembab; 8) Pada umur 2 minggu bibit akan berkecambah, jika dari 1 biji terdapat lebih dari 1 anakan, sisakan hanya satu yg benar-benar kuat dan baik; 9) Bibit di kotak persemaian harus dipindahkan ke dalam polybag jika tingginya sudah mencapai 25 - 30 cm. 10) Pada umur 4 bulan dilakukan seleksi, bibit yang lemah dan tumbuh tidak normal dibuang; 11) Jika bibit di persemaian telah berumur 6 bulan, siap dipindahkan ke kebun. Sedangkan pembibitan okulasi merupakan penempelan tunas untuk batang atas ke batang bawah. Batang atas yang diambil tunasnya harus mempunyai buah berkualitas bagus. Batang bawah harus mempunyai struktur akar dan tanaman kuat serta sudah berumur 9-12 bulan. Setelah dilakukan penempelan, stump (tanaman hasil okulasi) dipindahkan ke kebun pada umur 1,5 tahun. Okulasi dilakukan di musim kemarau agar bagian yg ditempel tidak busuk.Kemudian pembibitan dengan cangkokan, bagian batang disayat kulitnya sepanjang sekitar 5 cm dan dikerok kambiumnya, dibiarkan sampai kering. Lalu bagian yang disayat diberi campuran tanah dan pupuk kandang (perbandingan 1:1) dan dibungkus dengan plastik atau sabut kelapa. Ditunggu sampai keluar akarnya, baru dapat dipotong dan ditanam di kebun. Batang yang dicangkok memiliki garis tengah (diameter) 2,5 cm dan berasal dari tanaman berumur 1 tahun. Penyiapan KebunPenyiapan kebun merupakan proses perlakukan lahan sehingga siap untuk ditanami mangga. Perlakukan pertama dengan membersihkan tanaman yang tidak diperlukan, mematikan alang-alang, mencabut rumput-rumput liar dan tumbuhan lainnya. Setelah bersih, tanah dibajak sampai tidak ada lagi bongkahan tanah. Tanah yang baik untuk budidaya mangga, yaitu gembur, mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang seimbang, serta derajat keasaman tanah (pH tanah) 5.5-7.5. Jika pH di bawah 5,5 sebaiknya dikapur dengan dolomit. Setelah lahan bersih dan siap untuk kebun mangga, dilakukan pengaturan jarak tanam antar tanaman 10 - 12 m yang dapat diatur dengan bentuk segi tiga sama kaki, diagonal, atau bujur sangkar (segi empat). Setiap tempat calon tanam mangga diberi tanda, sehingga antar tanda berjarak 10 m atau 12 m. Sebulan sebelum musim hujan, pada setiap tanda dibuat lubang tanam dengan ukuran 100 cm x 100 cm x 100 cm atau 60 cm x 60 cm x 60 cm. Pada saat membuat lubang tanam, hendaknya tanah lapisan atas dipisahkan dengan lapisan bawah. Lubang dibiarkan terbuka selama 30 hari agar kemasaman tanahnya hilang. Seminggu sebelum tanam, lubang ditimbun kembali dengan tanah semula yang dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 20 – 40 kg dan SP-36 sebanyak 200 gram setiap lubang. Ketika menimbun lubang, tanah lapisan bawah dimasukkan lebih dahulu sehingga susunannya seperti semula. Tanaman mangga siap ditanam pada lubang tanam seminggu lagi. Cara TanamWaktu tanam bibit mangga sebaiknya pada musim hujan dan pada pagi hari atau sore hari. Cara tanamnya, bibit dikeluarkan dari polibag dengan hati-hati dan dimasukkan ke dalam lubang tanah sedalam leher akar atau sekitar 15 - 20 cm. Bibit ditimbun tanah dan ditekan kearah tanaman agar bibit berdiri kuat tidak muda roboh. Sumber Informasi:1. Rebin, dkk. 2012. Budidaya Tanaman Mangga. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropikal, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Solok-Sumatera Barat.2. Anonim. 2009. Buku Pintar Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Jagakarsa – Jakarta Selatan: PT Agromedia Pustaka.3. Dari berbagai sumber.