PERSIAPAN DEMPLOT BPP HANTAKAN MEMBUAT BOKASHI DARI KOTORAN SAPI Pada hari selasa, tanggal 6 agustus 2019, BPP hantakan membuat pupuk bokashi dari kotoran sapi yang mana bokashi ini akan digunakan pada lahan percontohan milik BPP Hantakan, tujuannya agar kesuburan tanah dapat terjaga karena unsur hara bokashi lebih tinggi disbanding kompos biasa, dan akan berpengaruh baik pada tanaman yang akan dibudidayakan. Bokashi pertama kali dikenal di Jepang, yang mana artinya adalah bahan organic yang difermentasi, sementara di Indonesia diperpanjang menjadi “bahan organic kaya akan sumber kehidupan”. Metode yang dilakukan adalah melakukan pengomposan pada starter aerob ataupun anaerob untuk mengomposkan bahan organic. Adapun langkah langkah yang dilakukan di BPP Hantakan adalah : Persiapan : yang pertama adalah mempersiapkan alat dan bahan, adapun alat-alat yang digunakan adalah : pacul, sekip, ember, gembor, terpal. Sedangkan bahan yang digunakan adalah : 300kg pupuk kandang (kotoran sapi), 10 kg dedak, 1 Lt EM4, gula pasir 200 kg, 50 kg sekam, dan air. Pembuatan: setelah semua bahan dan alat disiapkan, selanjutnya adalah membuat campuran 1 : yaitu mencampurkan pupuk kandang, dedak, sekam, secara merata, yang mana bawahnya sudah diberi alas terpal. Campuran 2 : yaitu Starter EM4 campurkan dengan air dan gula pasir dan didiamkan selama 30 menit. Setelah itu campuran 2 tersebut di kucurkan secara perlahan dan merata pada campuran 1, sambil di aduk. Kemudian di cek kembali dengan menggenggam campuran tersebut, jika tidak ada air yang metetes dan saat dilepas mekar maka itu tanda bahwa takaran air sudah pas. Fermentasi : setelah semua bahan tercampur maka dilakukan penutupan dengan menggunakan terpal, dan menjaga suhu bokashi antara 40 – 50 ÌŠC, biasanya akan terjadi kenaikan suhu sehingga dengan cara mengecek setiap hari, dan dilakukan pembalikan agar suhu turun kembali dan ditutup kembali. Hal ini dilakukan sampai bokashi siap digunakan yaitu antara 4 – 7 hari. Bokashi yang sudah jadi ditandai dengan perubahan warna yang menjadi hitam, gembur, tidak panas dan tidak berbau. Sedangkan untuk penggunaan secara umum sama saja dengan pupuk kompos lainnya yaitu 3 – 4 genggam per meter persegi. Taufikkurahman, SST (Admin Simluhtan Kec. Hantakan)