Loading...

PERSIAPAN LAHAN UNTUK TANAMAN BAWANG PUTIH

PERSIAPAN LAHAN UNTUK TANAMAN BAWANG PUTIH
Lahan merupakan sebidang tanah yang dipersiapkan untuk budidaya tanaman. Persiapan lahan sangat penting, karena harus dipilih lahan yang memiliki kondisi sesuai untuk pertumbuhan jenis tanaman yang akan dibudidayakan. Persiapan lahan untuk tanaman bawang putih merupakan kegiatan-kegiatan pemilihan dan perlakuan lahan agar siap sebagai tempat budidaya tanaman bawang putih dan dapat tumbuh dengan baik. Kegiatan-kegiatan persiapan lahan ini antara lain meliputi: pemilihan lahan, pembersihan lahan, pengolahan tanah, dan membuat bedengan.Pemilihan LahanLahan dipilih yang cocok untuk tanaman bawang putih, yaitu jenis tanah lempung berpasir, struktur tanah gembur, dan memiliki kadar pH 5,5 - 7.PembersihanLahan yang akan ditanami bawang putih dibersihkan dari hal-hal yang mengganggu pertumbuhan tanaman, seperti batu-batuan, gulma, dan sisa–sisa tanaman. Batu-batuan dikumpulkan dan dibuang pada tempat tertentu yang aman diluar areal tanam dan sisa-sisa tanaman dibenamkan.Pengolahan TanahPengolahan tanah perlu diperhatikan, karena merupakan tindakan yang penting untuk menciptakan kondisi media perakaran yang mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Pengolahan tanah bertujuan untuk: 1) Menggemburkan tanah, agar meningkatkan porositas tanah dan sifat-sifat hidrolik tanah sehingga mempermudah penetrasi akar dalam menyerap unsur hara di dalam tanah; 2) Menghilangkan tanaman pengganggu dan memutuskan siklus hidup Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang merugikan tanaman bawang putih; 3) Mencampurkan sisa tanaman dengan tanah; 4) Mendorong aktifitas mikroorganisme tanah, dan membuang gas-gas beracun dari dalam tanah; 5) Memacu aktivitas mikroba yang ditandai oleh meningkatnya jumlah populasi dan aktifitas respirasi; 6) Menciptakan zona aktivitas mikroba intensif di lapisan olah akibat dari pembalikan tanah dan penghancuran bahan-bahan organik.Alat yang digunakan untuk pengolahan tanah, antara lain: cangkul, bajak/traktor/Cultifator, dan garpu. Pengolahan tanah dengan cangkul membutuhkan waktu sekitar 44 jam kerja/ha. Bajak singkal/bajak rotari umumnya digunakan untuk pengolahan pertama. Tenaga penarik bajak dapat berupa traktor tangan berkekuatan 5-10 tenaga kuda (TK), traktor mini (12-12,5 TK), dan traktor besar (30-80 TK). Traktor tangan biasanya hanya menggunakan 1 bajak, traktor mini 1-2 bajak dan traktor besar 3-8 bajak.Waktu yang tepat pengolahan lahan pada saat tidak ada hujan 2-4 minggu sebelum tanam. Pada awal musim kemarau, keadaan tanahnya mulai kering dan keras, tanah diolah dengan cangkul/traktor /bajak 2-3 kali sampai gembur. Tanah yang sudah diolah dibiarkan kering benar, kemudian disiram air sedikit dan tanah bedengan diratakan. Setelah tanah diratakan, ± 1 minggu sebelum tanam diberikan pupuk kandang yang telah matang sebanyak 10 ton per hektar. Pada tanah ringan seperti tanah andosol/tanah berpasir, pengolahan tanah dapat dikerjakan setiap saat. Untuk tanah berat seperti tanah alluvial, pengolahan tanah pada waktu tanah masih basah akan sulit dikerjakan (lengket) dan menghasilkan struktur tanah yang kurang menggumpal. Oleh karena itu sebaiknya pengolahan tanah dikerjakan pada waktu tanah mulai kering. Pada tanah berat ini, pengolahan tanah yang terlalu dangkal, terutama dengan menggunakan traktor, akan menyebabkan terjadinya lapisan keras di bawah bajak traktor, hingga mengakibatkan air tanah menjadi tergenang (tidak porus). Hal ini menyebabkan tanaman bawang akan kerdil tumbuhnya dan rendah hasilnya, oleh sebab itu pembajakan tanah harus dalam lebih dari 30 cm.Lain hal pada lahan yang keadaan air tanahnya menggenang dapat menyebabkan aerasi kurang baik, sehingga berakibat tanaman kerdil dan penyakit tanah mudah menyerang akar sampai leher batang tanaman bawang. Di lahan yang tanahnya berat dan sering banjir, perlu dibuat surjan-surjan dengan selokan dalam (dalamnya selokan 50 cm dan lebar dasar selokan 40 cm). Pembuatan surjan dengan selokan dalam untuk budidaya bawang putih tidak lain menciptakan kondisi tanah menjadi remah, karena gumpalan tanah olahan mengalami pengeringan tidak tergenang air lagi. Pada musim hujan drainase cepat, karena bedengan surjan tidak terlalu lebar, sedangkan selokannya dalam. Tetapi pembuatan selokan yang terlalu dalam (lebih dari 50 cm) merupakan pemborosan. Selokan dalam dari bedengan surjan ini mempunyai fungsi penting, yaitu: 1) Sebagai tempat penampungan air yang dapat digunakan untuk pengairan pada musim kemarau, dan 2) Merupakan tempat pembuangan air (drainase) pada musim hujan atau jika kelebihan air.Membuat Bedengan Lahan yang sudah diolah perlu dibuat bedengan untuk memudahkan pemeliharaan tanaman bawang putih danjika terjadi hujan menghindarkan dari genangan air. Proses pembedengan dapat dilakukan dengan menggunakanQuick Zena Rotarydengan lebar dan panjang bedengan menyesuaikan lahan dan pola tanam yang akan di pakai. Bedengandibuat dengan lebar 180-200 cm atau menyesuaikan jumlah bibit yang ditanam, namun jangan terlalu banyak dan tinggi bedengan 20-50 cm, panjang bedengan disesuaikan dengan panjang lahan. Jarak antara bedengan untuk keperluan irigasi lebarnya 50-60 cm dan dibuat got keliling dengan lebar 60 cm dan kedalaman 50 cm. Tahap terakhir pembuatan lubang tanam yang akan diisi calon bibit/benih bawang putih, sesuai jarak tanam bawang putih yang ideal berukuran 15 x 15 cm dan ditetapkan dengan memberi tanda belahan bambu, lalu dibuat lubang tanam dengan tugal.Semoga bermanfaat (Penulis Susilo Astuti H. – Penyuluh Pertanian Pusluhtan)Sumber Pustaka:Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Bawang Putih (Allium sativum L) Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka. 2009.Profil Bawang Putih. Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2010.Dari berbagai sumber.