Loading...

Pertemuan Koordinasi Dan Updating Rdkk Dalam E-rdkk Pupuk Bersubsidi Berbasis Kartu Tani Di Kabupaten Takalar

Pertemuan Koordinasi Dan Updating Rdkk Dalam E-rdkk Pupuk Bersubsidi Berbasis Kartu Tani Di Kabupaten Takalar
Masa Pandemik Virus Covid 19 yang sudah berlangsung sejak tujuh bulan terakhir, juga berpengaruh pada sektor pertanian, para petani hanya bisa mengelus dada karena pemerintah pusat mengurangi kuota pupuk bersubsidi diseluruh daerah yang selama ini menjadi andalan para petani. Khusus Kabupaten Takalar pada tahun 2019 yang lalu mendapat kuota pupuk urea bersubsidi sebanyak 12.144 ton, namun pada tahun 2020 ini hanya sebanyak 9.532 ton atau berkurang 2.612 ton yang berimbas pada musim tanam dibulan September ini pupuk Urea bersubsidi telah habis, dan jelas hal ini akan dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap hasil produksi petani menurun Suatu momentum yang sangat tepat disaat petani sedang melaksanakan Musyawarah Tani APPALILI menjelang Musim tanam rendengan penambahan kuota oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Takalar . Dan kini mendapat penambahan sebanyak 14.658 ton pupuk urea bersubsidi dari Kementrian Pusat.insyaAllah pupuk ini bisa memenuhi pemakaian petani menjelang masa tanam di musim hujan yang akan datang Tugas admin SIMLUH dan Etry e-RDKK, semakin di tingkatakan untuk segerah menelusuri para petani yang ada di Desa dan Kelurahan yang belum terdaftar dalam e-RDKK untuk diinput disistem sehingga tidak lagi terjadi kekurangan stok pupuk bersubsidi, ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar H.HASBI,S,STP,M.AP, kemarin Hari Rabu Tanggal 18 November 2020 di Kantor BPP Kecamatan Polongbangkeng Utara, yang dihadiri oleh semua kepala BPP, Admin Simluh dan Admin Entry e-RDKK, Distributor pupuk dan pengawas pupuk, POPT di 10 Kecamatan di Kabupaten Takalar, mengapa harus semua petani yang mempunyai usahatani di lapangan harus di e-RDKK, ini akan berlajut untuk mendapatkan kartu tani dari kementerian pertanian dan kartu tani ini sangat besar pemanfaatannya bagi petani. penulis PPL. hj. PARIDAH DAHLAN.SP