Senin, 12 April 2021 bertempat di Kelompok Tani Bersama Desa Kaong Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan dilaksanakan pertemuan Sekolah Lapang (SL) Kelompok Tani Komoditi Cabe Rawit. Pertemuan tersebut sudah dijadwalkan sejak dilakukan pertemuan persiapan bersama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan. Pertemuan SL dihadiri oleh hampir seluruh personil BPP Kembang Kuning diantaranya : Koordinator BPP Kembang Kuning (Heri Lestiyawan, SP), PP Urusan Programa (Rezki Setiadi Ramadhani, S.ST), PPL WKPP Seradang (Ruslan, SP), PPL WKPP Marindi (Hairun Syah Zain, S.ST), PPL WKPP Catur Karya (Haspian Suriyadi, SP), PPL WKPP Mahe Pasar (Hasbullah), PPL WKPP Masingai (Hotim, SP, MP), PPL WKPP Kaong (Suharti, SP), dan POPT-PHT Kecamatan Haruai (Muhammad Husaini, SP). Pertemuan SL diawali dengan acar pembukaan sekaligus penyerahan seragam dan ATK kepada para peserta SL yang terdiri dari anggota Kelompok Tani Bersama Desa Kaong. Acara dipandu oleh Suharti, SP selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) WKPP Kaong, dimulai dari sambutan sekaligus penyerahan secara simbolis seragam dan ATK kegiatan SL oleh Koordinator BPP Kembang Kuning kepada perwakilan peserta SL yakni Edi Pribadi. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi keseriusan/keantusiasian para peserta yang sudah berhadir yang mana untuk menjadi lebih maju perlu pengorbanan waktu dan pengorbanan egoisan dalam diri. Belum tentu teknologi yang lama bisa terus bisa digunakan, akan ada pembaharuan atau dalam suatu teknologi. Dan dimomen SL inilah waktunya kita berbagi, baik ilmu maupun pengalaman. Pungkasnya kata beliau. Kemudian acara dilanjutkan dengan kontrak belajar, dipandu langsung oleh PPL WKPP Kaong dan Koordinator BPP Kembang Kuning. Materi pertama pada pertemuan SL kali ini ialah pengolahan lahan dan persemaian. Pengolahan Lahan (Heri Lestiyawan, SP-Koordinator BPP Kembang Kuning) Teknik Persemaian (Hotim, SP, MP-PPL WKPP Masingai) Proses pembelajaran SL dilaksanakan langsung dilahan usahatani cabe rawit milik anggota Kelompok Tani (Mathius Itong), dimana selain materi secara verbal juga langsung dilakukan praktik melalui demonstrasi cara mengoperasikan cultivator (materi pengolahan lahan) dan penyemaian benih cabe rawit (materi persemaian). Harapan/tujuannya ialah agar para petani dapat langsung mengetahui dan terampil, begitu pula sikapnya bisa menjadi semakin yakin mau menerapkannya. Sesuai dengan prinsip penyuluhan. *sumber : liputan langsung Penulis : Rezki Setiadi Ramadhani, S.ST (Penyuluh Pertanian Ur. Programa BPP Kembang Kuning)