Loading...

Pesemaian Benih Kakao

Pesemaian  Benih Kakao
Penyiapan benihPerbanyakan tanaman kakao secara generative memerlukan bahan tanam berupa biji, yang dapat diperoleh dari kebun produksi atau dengan pembelian ke sumber benih terpercaya, disarankan dari kebun benih yang sudah bersertifikat dari Menteri Pertanian. Benih yang sudah diterima harus segera dikecambahkan karena benih kakao tidak dapat memiliki masa dorman. Untuk penyediaan bahan tanam dari kebun produksi, tanaman induk yang akan digunakan sebagai sumber benih harus memenuhi persyaratan antara lain kondisi tanaman sehat dan kuat, memiliki produktivitas tinggi, serta berumur antara 12-18 tahun. Dari tanaman induk tersebut diambil buah yang sudah masak sempurna, yaitu sudah berubah warna dari hijau menjadi kuning, atau dari merah menjadi jingga. Buah yang telah masak sempurna tersebut kemudian dipecah dan diambil bijinya. Biji yang digunakan sebagai benih terletak pada bagian poros atau tengah-tengah buah. Dalam satu buah umumnya hanya digunakan 20-25 biji saja. Biji-biji tersebut kemudian dibersihkan dari lendir (pulp) yang menempel dengan serbuk gergaji atau abu gosok. Serbuk gergaji atau abu gosok dicampurkan pada biji yang berlendir, kemudian diremas-remas dengan tangan. Setelah itu biji dicuci menggunakan air mengalir, kemudian diangin-anginkan hingga kering selama 1 hari. Setelah kering biji siap untuk dikecambahkan.Cara menghitung kebutuhan benih per hektarKebutuhan benih untuk tanah datar dan tanah miring berbeda. Pada tanah datar dalam 1 ha diperlukan 1300 benih, sedangkan pada tanah miring diperlukan 1200 benih. Jika diasumsikan daya kecambah benih 90 %, kecambah yang dapat ditanam di pembibitan 95%, dan benih kakao yang dapat ditanam di kebun 80%, maka kebutuhan benih kakao=100/90 x 100/95 x 100/80= 1.46 x jumlah benih.Dengan demikian maka kebutuhan benih untuk tanah datar = 1.46 x 1300 benih= 1898 benih, atau bulatkan menjadi 1900 benih. Untuk tanah miring diperlukan 1.46 x 1200 benih= 1752 benih atau dibulatkan menjadi 1800 butir. PesemaianPesemaian yaitu tempat untuk mengecambahkan benih kakao. Menyemai biji kakao dapat dilakukan dengan dua cara yaitu menyemai dengan karung goni dan menyemai di atas bedengan. Pesemaian di karung goniAlat yang harus dipersiapkan adalah karung goni basah untuk meletakkan benih yang disemai dan sebagai penutup guna menjaga kelembaban. Sebelum digunakan, karung goni dicelupkan dalam larutan dithane 0,2 % atau memakai fungisida organik, misalnya nimba agar tidak terserang cendawan. Benih dihamparkan di atas lembaran karung goni dengan jarak 2cm x 3cm, lalu ditutup dengan karung goni basah. Selanjutnya disiapkan polibag untuk memindahkan biji kakao yang telah berkecambah pada umur 3-7 hari setelah disemaikan. Polibag diisi tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Kecambah ditanam tepat di tengah tengah polibag tanpa merusak akarnya. Dalam satu polibag diisi satu kecambah. Polibag yang telah diisi kecambah selanjutnya diletakkan di para-para atau balai-balai bambu yang diberi naungan atau atap di atasnya. Apabila bibit bertambah besar, atap penahan sinar matahari dikurangi sedikit demi sedikit.Pesemaian dengan bedenganBedengan sebaiknya dibuat di tempat yang memenuhi syarat, yakni dekat dengan sumber air, tempatnya datar dan rata, dekat dari jangkauan, dan aman dari berbagai gangguan. Bedengan persemaian dibuat dengan ukuran lebar 1,2 meter dan panjang maksimal 10 meter dengan arah membujur utara-selatan. Tanah untuk bedengan tersebut kemudian dibersihkan dari gulma dan sisa-sisa perakaran. Tanah dicangkul sedalam 30 cm untuk kemudian digemburkan, dihaluskan, dan diratakan. Selanjutnya di atasnya diberi lapisan pasir setebal 10 cm. Penggunaan pasir ini dimaksudkan agar kecambah kakao lebih mudah dicabut saat pemindahan ke polibag.Agar benih terlindung dari sinar matahari dan curah hujan, bedengan perlu diberi naungan dari ikatan daun kelapa. Naungan dibuat dengan tinggi tiang sebelah timur 1.5 meter dan di sebelah barat 1.2 mater. Setelah benih dan bedengan persemaian siap, selanjutnya dilakukan penyemaian benih. Cara menyemaiBenih kakao yang akan disemai terlebih dahulu direndam dalam larutan formalin 2,5% selama 10 menit agar jamur tidak tumbuh. Benih kemudian diletakkan di lapisan pasir dengan posisi bagian yang rata menghadap ke bawah. Benih ditekan ke dalam lapisan pasir sehingga kira-kira sepertiga bagian benih terbenam dalam media pasir. Benih disemai secara berjajar dengan jarak 2,5 x 5 cm. Setelah benih tertata di atas bedengan, selanjutnya ditutup dengan potongan jerami atau alang-alang kering agar terlindung dari sengatan matahari maupun curahan air hujan. Pemeliharaan di pesemaianSetiap hari bedengan disiram dengan air bersih dan tidak tercemar pestisida. Setelah 4-5 hari, benih yang sudah berkecambah dipindah ke media polibag atau bedengan pembibitan. Benih yang dapat dipindah yaitu panjang radikula 1-2 cm dan umur kurang dari 12 hari. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP, Jakarta)Sumber: 1. Pedoman Teknis Budidaya Kakao yang Baik (Good Agriculture Practices/GAP on Cocoa). Direktorat Jenderal Perkebunan. Kementerian Pertanian. Jakarta. 2004.2. Teknik Pembibitan Kakao secara Generatif. Alamtani.com.