Loading...

Pesona " Si Kuning " di Bumi Tosagena

Pesona " Si Kuning " di Bumi Tosagena
PESONA “ SI KUNING “ DI KECAMATAN BELAWA KABUPATEN WAJO Belawa merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Wajo yang merupakan penghasil Jagung yang berada di pesisir Danau Tempe. Berdasarkan data BPS 2018, luas penanaman jagung di Kecamatan Belawa seluas 3969 ha dengan produktivitas rata-rata 7.02 ton/ha, menghasilkan produksi sebesar 23587 ton , tetapi produktivitas yang dihasilkan masih rendah dibandingkan dengan potensinya yaitu dapat mencapat 8 - 10 ton/ha . Data tersebut menunjukka bahwa pengembangan usahatani komoditas jagung belum optimal dilakukan dengan melihat peluang permintaan pasar yang tinggi dan ketersediaan lahan potensial yang cukup besar, seharusnya produksi dan produktivitasnya dapat lebih ditingkatkan. Masalah-masalah yang dihadapi dalam usahatani jagung hibrida di daerah tersebut diantaranya harga jagung yang berfluktuatif, infrastruktur pertanian dan jalan yang kurang memadai, serta resiko gagal panen karena banjir akibat perubahan cuaca. Masalah-masalah tersebut mengakibatkan, petani merugi dan pedapatannya menurun, yang pada akhirnya sebagian petani turut menurun minatnya menanam jagung dan beralih ke komoditi lain Mengingat jagung merupakan komoditas yang potensi permintaannya cukup tinggi, dan merupakan komoditi unggulan yang dikembangkan di Kecamatan Belawa, maka perlu dicari dan dirumuskan strategi pengembangan usahatani Jagung yang tepat dan berbasis agribisnis dengan harapan dapat meningkatkan produksi dan pendapatan petani dan keluarga. Strategi pengembangan yang dapat diupayakan diantaranya mengembangkan kerjasama/kemitraan, petani/kelembagaan petani dengan lembaga keuangan, pihak swasta/produsen sarana produksi, Pedagang/Pengusaha, Peternak dan Industri dengan dukungan Pemerintah dan meningkatkan peran kelembagaan petani sebagai unit usaha. Sejumlah kebijakan diperlukan untuk menciptakan iklim yang kondusif, seperti pengembangan insentif investasi, pengembangan kelembagaan keuangan dan permodalan pertanian, peningkatan dukungan teknologi pertanian yang siap diterapkan di lapang, peningkatan kualitas sumberdaya manusia, peningkatan kelembagaan agribisnis, peningkatan dukungan pemasaran, serta dukungan peraturan perundangan/regulasi yang terkait dengan kemitraan usahatani, perdagangan antar provinsi maupun internasional/ekspor komoditas jagung. Strategi lain dengan membangun infrastruktur yang dapat mendukung pengembangan usaha tani jagung, yang dibarengi dengan peningkatan pembinaan dan pemberdayaan petani dan kelembagaan petani. Peran pemerintah lebih ditujukan dalam penyiapan infrastruktur, prasarana dan sarana yang menunjang pengembangan usaha pertanian serta penyusunan regulasi. Investasi masyarakat dapat merupakan investasi yang dilakukan oleh pengusaha baik secara perorangan maupun yang berbadan hukum seperti Penanaman Modal Asing, Penanaman Modal Dalam Negeri, BUMN, BUMD, dan koperasi, dari para petani, pedagang, hingga industri rumah tangga yang terlibat dalam agribisnis jagung. Pemerintah dapat bertindak sebagai stimulator, selain sebagai fasilitator penyedia prasarana dan sarana, dan tentunya sebagai regulator. Penulis : Ilyas Jawas, SP PPL Desa Sappa dan Wele Kec.Belawa Kab.Wajo Sulsel