Pupuk merupakan faktor penting dalam keberhasilan budidaya tanaman, baik tanaman padi maupun tanaman lainnya.Dan ketergantungan petani terhadap pupuk sangat tinggi sehingga apabila terjadi keterlambatan distribusi pupuk petani sangat panik. Namun akir-akir ini bila diperhatikan, dengan penggunaan pupuk N yang tinggi ternyata belum tentu mendapatkan produksi yang tinggi maupun kwalitas yang baik. Oleh sebab itu pada MP 2018/2019 di Poktan Dadi Mulyo Tinoto Desa Sumberdadi Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung, membuat petak pengalaman tentang pengaruh pupuk terhadap kwalitas beras dan hasilnya adalah sebagai berikut. Lahan yang digunakan milik Pak Siswanto dengan luas 0,14 Ha sebanyak 4 petak, Varietas yang ditanam Ciherang, dengan umur pesemaian, waktu tanam dan pemeliharaan yang hampir sama, hanya yang berbeda adalah perlakuan pemupukannya. Data pemupukan dan hasilnya adalah sebagai berikut Pupuk dasar pada petak I s/d IV sama dengan menggunakan pupuk Urea 50 kg, Phonska 25 kg, Petroganik 240 kg. Sedang untuk pupuk susulan adalah sebagai berikut : 1. Petak I menggunakan Urea 50 kg, hasilnya ubinan 7,2 kg setara 11.520 kg/Ha dengan kwalitas gabah jelek, butir kapur dan butir hampa sangat tinggi, rendemen berasnya 45 %. 2. Petak 2 Pupuk susulan Urea 50 kg dan Phonska Plus 10 kg hasil ubinan 6,75 kg setara 10.800 kg/Ha, rendemen 62 % dengan kwalitas beras sedang 3. Petak III pupuk susulan hanya menggunakan Phonska 20 kg dan hasil ubinannya 4,9 kg setara 7.840 kg/ Ha, rendemen 80 % dengan kwalitas gabah bagus,bernas dan berasnya mengkilat. 4. Petak IV dengan pupuk susulan menggunakan ZA 50 kg hasil ubinan 5,4 kg setara 8.640 kg/Ha, rendemen 45 % dan kwalitas gabah jelek, berasnya mengapur,warna buluk/ suram. Dari data tersebut diatas dapat dikatakan bahwa dengan penggunaan pupuk N yang tinggi pada petak I dan IV walaupun produktivitasnya tinggi namun gabahnya banyak butir hampa (kaplak), kwalitas beras sangat jelek, butir kapurnya tinggi, warna pudar/buluk. petak II produksi masih cukup tinggi dan kwalitas beras adalah sedang namun yang harus dilihat adalah penggunaan pupuk N tinggi tapi masih ditambahkan pupuk Phonska plus. Dan yang paling baik menurut petani adalah petak III produksi tidak terlalu tinggi tapi kawalitas dan rendemen berasnya sangat baik sehingga bila dijual harganya lebih tinggi dan sesuai permintaan pasar. Kesimpulannya sebaiknya unsur N hanya digunakan pada pemupukan awal/ dasar dan pupuk susulannya sebaiknya menggunakan pupuk majemuk. Ditulis Oleh : Julia Soviati SP