Penambahan pupuk kandang dan dolomit masih sangat jarang dilakukan oleh petani. Hal ini dikarekan mereka mengangggap ada biaya modal lebih yang harus dikeluarkan. Tetapi sebenarnya meskipun ada pengeluaran lebih akan tetapi produktivitas tanaman mereka akan meningkat signifikan. Hal ini telah dibuktikan oleh Hj. Muzdalifah, petani bawang merah asal Desa Kedungbako Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan. Pada lahannya yang berukuran 1.000 m2 dia menanam bawang merah. Bibit yang ditanam berasal dari Probolinggo sejumlah 100 kg. Pada waktu pengolahan tanah ia menambahkan pupuk kandang sebanyak 3 ton dan dolomit sebanyak 300 Kg. Panen dilakukan pada saat tanaman berumur 70 HST. Tidak disangka panen yang didapat sangat banyak yaitu 2 ton, padahal sebelum penambahan pupuk kandang dan dolomit ia hanya mendapatkan panen sebanyak 1 ton untuk lahan seluas 1.000 m2. Manfaat Pupuk Dolomit Untuk Pertanian Pupuk dolomit merupakan salah satu jenis pupuk yang cukup ramah lingkungan namun memiliki kualitas tinggi. Dolomit merupakan mineral yang di dalamnya tedapat kandungan unsur hara Magnesium serta Kalsium yang berbentuk tepung dan dalam rumus kimia dilambangkan dengan CaMg(CO3)2. Di pertanian, keberadan pupuk dolomit merupakan sebuah harapan cerah yang cukup menjanjikan. Sebab, jenis pupuk ini mengandung magnesium yang memiliki kadar cukup tinggi. Sehingga pemakaian pupuk ini cukup baik digunakan pada bidang pertanian, perkebunan, industri bahkan bisa dipakai untuk sektor perikanan atau tambak. Dolomit sangat cocok digunakan untuk memperbaiki kualitas tanah yang memiliki reaksi masam. Tanah seperti ini banyak ditemukan di kawasan luar pulau Jawa. Tingginya curah hujan menjadi salah satu penyebab, mengapa tanah di luar pulau Jawa memiliki tingkat kemasamam yang tinggi. Dolomit merupakan jenis pupuk yang menggunakan bahan baku batuan dolomit. Jenis batuan ini didapatkan dari kawasan pertambangan di wilayah Gresik. Dari data yang ada, diketahui bahwa batuan dolomit ini merupakan jenis batuan dolomit yang sangat berkualitas. Dimana batuan ini memiliki kadar magnesium mencapai 18% – 21%. Ada tiga manfaat kegunaan dolomit yang sangat dibutuhkan tanaman. Ketiga kegunaan tersebut adalah : Tanaman yang kekurangan zat Magnesium akan berdampak faal. Dengan dolomit, akan menambah unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk meningkatkan kemampuan menghasilkan CO2. Pertumbuhan tanaman akan terganggu jika tanah masam atau memiliki PH rendah. Pada kondisi ini akan membuat tanaman mengalami keracunan A1 serta Fe. Dolomit akan menetralisir A1 dan juga Fe, selain juga meningkatkan PH tanah guna membantu proses penyerapan unsur hara. Pemberian pupuk buatan yang berlebihan, bisa membuat tanaman mengalami kekurangan Magnesium. Pupuk nitrogen juga bisa membuat tanah menjadi masam. Pemberian dolomit akan membuat tanah menjadi netral dan menghindarkan sifat asam berlebih yang terjadi karena pemberian pupuk yang melebihi batas. Manfaat Kotoran Sapi Bagi Pertumbuhan Tanaman Penggunaan kotoran sapi sebagai pupuk bukan hal baru bagi petani. Namunpetani sekarang malas menambahkan pupuk kandang pada lahan sawah mereka karena adanya penambahan modal di antaranya tenaga kerja. tetapi mereka tidak memikirkan manfaat dan dampak bagi tanah dan produktivitas tanaman. Penggunaan kotoran sapi sebagai pupuk tanaman hampir tidak menimbulkan efek samping sama sekali. Justru penggunaan kotoran sapi sebagai pupuk sangat disarankan karena kotoran sapi bebas dari zat-zat kimia yang dapat merusak keseimbangan alam, salah satunya kerusakan konstruksi tanah. Kandungan Unsur Hara dalam Kotoran Sapi Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penggunaan kotoran sapi sebagai pupuk tanaman sangat disarankan karena kotoran sapi tidak akan merusak konstruksi tanah. Kotoran sapi merupakan limbah dari hewan ternak sapi yang memiliki kandungan unsur hara tinggi dan berguna untuk perkembangan tanaman. Kotoran sapi mengandung serat yang sangat tinggi, di antaranya kandungan selulosa yang tinggi. Kandungan serat tersebut akan meningkat ketika kotoran sapi bercampur dengan air kencing sapi. Akan tetapi, penggunaan kotoran sapi yang relatif masih segar tidak disarankan karena belum mengalami proses fermentasi. Untuk menggunakan kotoran sapi sebagai pupuk tanaman, kotoran sapi terlebih dahulu harus dibiarkan mengering (terfermentasi) atau dalam bahasa Jawa sering disebut dengan kotoran sapi yang sudah dingin. Penggunaan kotoran sapi yang masih baru bagi tanaman justru akan mengakibatkan tanaman mati. Kotoran sapi dapat dikategorikan sebagai pupuk kompos. Satu ekor sapi dapat menghasilkan pupuk kompos sebesar 23 kg per harinya. Kandungan unsur hara di dalam kotoran sapi bermanfaat besar untuk menutrisi tanaman sehingga pertumbuhan tanaman akan lebih optimal. Kotoran sapi mengandung unsur hara berupa nitrogen (N), fosfor (P), dan juga kalium (K). Adapun kandungan beberapa jenis unsur hara yang telah disebutkan tersebut di dalam seekor sapi berdasarkan berat tubuhnya adalah: Sapi dengan berat 227 kg mampu menghasilkan kotoran sapi dengan kandungan nitrogen sebanyak 28,1%; fosfor 9,1%; dan kalium sebesar 20%. Sapi dengan berat 340 kg mampu menghasilkan kotoran sapi dengan kandungan nitrogen sebesar 42,2%; fosfor 13,6%; dan kalium 30%. Sapi dengan berat 454 kg mampu menghasilkan kotoran sapi dengan kandungan nitrogen sebesar 56,2%; fosfor 18,2%; dan kalium 39,9%. Itulah beberapa kandungan unsur hara yang terkandung dalam kotoran sapi. Lalu apa manfaat kotoran sapi bagi tanaman? Berikut penjelasan selengkapnya. Pemanfaatan kotoran sapi sebagai pupuk kompos sangat disarankan di dunia pertanian. Pupuk kompos merupakan pupuk organik yang tidak akan menimbulkan dampak negatif bagi tanaman maupun lingkungan alam. Telah dijelaskan sebelumnya mengenai kandungan unsur hara yang terdapat di dalam kotoran sapi, yaitu nitrogen, phospor, dan kalium. Ketiganya bermanfaat besar bagi pertumbuhan tanaman. Manfaat Nitrogen (N) dalam Kotoran Sapi Adapun manfaat nitrogen bagi pertumbuhan tanaman adalah: meningkatkan pertumbuhan tanaman meningkatkan kadar protein dalam tanah meningkatkan tanaman sayuran yang diproduksi dedaunannya meningkatkan aktivitas organisme di dalam tanah membantu proses sintesis asam amino dan protein di dalam tanaman Manfaat Fosfor (P) dalam Kotoran Sapi Itulah beberapa peranan nitrogen bagi pertumbuhan tanaman maupun bagi kesuburan tanah. Tidak hanya nitrogen, kotoran sapi juga mengandung fosfor yang berguna untuk: membantu respirasi dan juga proses fotosintesis pada tanaman membantu penyusunan asam nukleat membantu pembentukan bibit tanaman dan juga pembentukan buah merangsang perkembangan akar tanaman sehingga tanaman lebih tahan terhadap adanya kekeringan mempercepat waktu panen tanaman Manfaat Kalium (K) dalam Kotoran Sapi Kandungan kalium dalam kotoran sapi juga berperan besar dalam proses pertumbuhan tanaman, di antaranya: membentuk dan mengangkut karbohidrat di dalam tubuh tanaman berguna sebagai katalisator dalam proses pembentukan protein mengatur berbagai jenis kegiatan dari unsur mineral di dalam tanaman menetralkan reaksi yang ada di dalam sel, terutama reaksi dari asam amino organik meningkatkan pertumbuhan jaringan meristem mengatur pergerakan stomata meningkatkan kekokohan batang tanman sehingga tidak mudah roboh meningkatkan kadar karbohidrat dan juga gula di dalam buah sehingga buah memiliki rasa manis membuat biji tanaman lebih berisi dan padat sehingga bisa dijadikan benih unggul meningkatkan kualitas buah pada tanaman meningkatkan ketahanan tanaman dari hama dan juga penyakit meningkatkan perkembangan akar tanaman Bernilai ekonomis Memiliki nilai ekonomis yang lebih baik karena mampu menggantikan penggunaan pupuk kimia sehingga biaya produksi dapat ditekan. Relatif mudah digunakan Kotoran sapi mudah untuk digunakan dan diaplikasikan sebagai pupuk kompos bagi tanaman. Penyedia unsur hara Kotoran sapi mampu menyediakan unsur hara yang seimbang bagi tanah. Tanah semakin gembur Struktur tanah semakin gembur karena kotoran sapi akan meningkatkan jumlah mikroba dalam tanah. Menjaga pH tanah Kotoran sapi juga dapat memperbaiki kondisi pH tanah yang mengalami kerusakan Meningkatkan produksi tanaman Pemanfaatan kotoran sapi sebagai pupuk ternyata mampu meningkatkan produksi tanaman hingga 30%.