Loading...

Petani Bonebol Didorong Keluar Dari Zona Nyaman

Petani Bonebol Didorong Keluar Dari Zona Nyaman
(BULANGO TIMUR). Pertanian memiliki peran strategis dalam pembangunan sebuah daerah, karena itu berhubungan dengan hajat hidup masyarakat dalam pemenuhan pangan. Sehubungan dengan hal tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bone Bolango terus melakukan pembenahan disektor pertanian. Langkah-langkah kongkrit yang dilakukan salah satunya dengan menggali permasalahan dan menyerap aspirasi dari para petani sebagai obyek pembangunan pertanian. Sebagaimana yang dilakukan oleh Kepala DKPP dibeberapa kecamatan, salah satunya di Kecamatan Bulango Timur (10/8/2022) bertempat di Sekretariat Poktan Tekad Makmur 1 Desa Bulotalangi Barat Kecamatan Bulango Timur. Kepala DKPP bersama perwakilan petani dan Penyuluh BPP Bulango Timur menggelar "Ngobrol Asik" mendiskusikan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh petani. Dalam sambutannya, Kadis DKPP Yusbar Ismail menerangkan bahwa pertanian kita harus lebih baik dari yang biasa dilakukan. "Pertanian ini harus kita buat lebih menguntungkan. Jika kita terus melakukan hal yang biasa dilakukan, maka yang kita perolehpun selalu yang biasa kita dapatkan"kata Yusbar. Salah satu aspek budidaya yang dipandang perlu untuk dirubah adala pola tanam. Diantaranya, menanam dan panen 5 kali dalam 2 tahun harus dirubah menjadi 3 kali dalam setahun dan pengaturan jarak tanam yang saat ini 30x30 cm harus dirubah dan dikembalikan pada ukuran minimal 25x25 cm. Ilustrasi Sederhana pengaturan jarak tanam, jika menggunakan jarak tanam 30x30 cm maka populasi tanaman padi dalam satuan luas 1 ha diperoleh kurang lebih 110.889 rumpun. Jika per rumpun menghasilkan 50 gram gabah maka diperoleh 5.544.450 gram atau setara 5,54 ton GKP. Akan tetapi jika menggunakan jarak tanam 25x25 cm, akan diperoleh 160.000 rumpun sehingga gabah yang diperoleh sebanyak 8 ton per ha. Selisihnya sebanyak 2,46 ton GKP. Kembali Yusbar Ismail mempertegas bahwa perubahan itu harus dilakukan mengingat Potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia di Kabupaten Bone Bolango Sangat mendukung. "Daerah kita diapit oleh dua sungai besar, Bulango dan Bone yang airnya melimpah dan petani kita yang mau diajak berubah dan para penyuluh sebagai agen untuk transfer teknologi"tegas Yusbar. Menanggapi gerakan perubahan yang ditabuh oleh DKPP, ketua Poktan Tekad Makmur 1 Desa Bulotalangi Barat Arpan Daud sangat mendukung perubahan-perubahan yang akan dilakukan. "Pada prinsipnya kami petani siap melakukan perubahan tersebut. Kami tahu, pemerintah beritikad baik demi kesejahteraan petani"kata Arpan. Gerakan 3 kali menanam dan Panen dan Pengaturan kembali jarak tanam mendapatkan apresiasi yang baik dari para petani yang hadir dalam diskusi tersebut. "Jujur, sebenarnya jika ditanya soal menanam padi, pada dasarnya petani lebih suka menanam terus. Hanya saja ada hal-hal yang perlu mendapat perhatian kita bersama, diantaranya Hama dan Penyakit"tutur Arpan Hal senada juga disampaikan oleh anggota poktan Tekad Makmur 4 Desa Bulotalangi, Ibrahim Kahar. "Untuk peningkatan hasil produksi padi, kami siap untuk melakukan perubahan. Persoalan dilapangan nanti, ada penyuluh yang senantiasa bersama petani memfasilitasi teknologi pertanian agar petani bisa berusahatani lebih baik"kata Ibrahim Tidak hanya petani, Penyuluh di BPP Kecamatan Bulango Timur juga menyatakan siap mendukung gerakan perubahan itu. "Kami Penyuluh siap kawal dan mendampingi petani untuk berusahatani lebih baik"tegas Yahya Ngoiyo. Pewarta; SUWANDI SAID S.ST PP Madya BPP Kecamatan Bulango Timur