PADA era globalisasi yang semakin menguat, penguasaan terhadap teknologi komunikasi dan informasi merupakan keharusan yang tak lagi bisa ditawar, tak terkecuali bagi petani. Penyediaan sistem informasi bagi petani haruslah bersifat mudah, sederhana, user friendly, dan biaya yang terjangkau.Semakin canggihnya kemajuan teknologi, dunia seakan berada di genggaman, tiada jarak yang dirasa terlalu jauh sebab segala hal menjadi terasa semakin dekat. Teknologi digital terus tumbuh dan berkembang mencampuri sisi kehidupan manusia.Kemajuan teknologi digital tanpa terasa ikut andil mempermudah akses ilmu pengetahuan di seluruh dunia. Kemudahan akses dunia maya membuat informasi menyebar hanya melalui sentuhan-sentuhan ringan. Bagi generasi millennial, dunia maya bisa menjadi sumber ilmu pengetahuan, menjadi guru yang mudah ditemui dalam waktu singkat, serta sebagai penyedia segala akses yang dibutuhkan untuk kebutuhan ilmu pengetahuan. Hal inilah yang akhirnya menjelma menjadi kesempatan emas bagi perkembangan sektor pertanian dan tentunya bagi generasi millennial.Mungkin cukup dengan tiga menu utama, yaitu informasi umum, produk/komoditas, dan pasar. Informasi umum bisa berisi tentang lokasi desa, kecamatan, kabupaten, jumlah penduduk, jumlah kelompok tani, potensi pertanian di daerah itu, dan peta lokasi. Untuk peningkatan produktivitas dan kualitas produk hasil pertanian diperlukan dukungan berbagai teknologi di bidang pertanian, salah satunya teknologi informasi. Dalam penerapannya, teknologi informasi dapat berwujud sebuah sistem informasi yang mendukung bisnis di bidang pertanian.Kini sektor pertanian ikut merasakan dampak era milenial, petani hanya membutuhkan sekelumit ide untuk kemudian disulap menjadi berbagai trik hingga mampu bersaing dalam kancah pertanian modern. Dalam era pertanian modern ini jangkauan pemasaran hasil pertanian akan semakin luas, karena petani mampu memanfaatkan dunia maya sebagai alat untuk memasarkan hasil pertanian tersebut secara online. Saat ini sudah banyak ditemukan produk-produk hasil pertanian yang merambah ke dunia digital online, petani tidak harus bertemu calon konsumen secara langsung namun sudah mampu memiliki pasar yang luas lewat kemudahan bertransaksi online. Hal ini lebih meringankan petani dalam pengelolaan dan perkiraan hasil panen sehingga hasil produksi lebih efektif dan efisien.Pada era milenial ini, petani juga dituntut untuk meningkatkan kualitas hasil pertaniannya agar bisa bersaing dengan produk pertanian impor. Di sisi lain, hasil produksi petani bergantung pada spesifik lokasi yang berhubungan dengan cuaca, kondisi tanah, dan kondisi alam lainnya.Era digital memang membutuhkan generasi – generasi milennial yang tangguh dan kreatif untuk menampilkan latar pertanian yang menarik dan keren. Para generasi millennial ditantang untuk mampu mengubah paradigma lama yang mengatakan bahwa menjadi petani tidaklah keren. Generasi millennial harus mampu menanamkan image positif bahwa pertanian sebetulnya memiliki peluang besar dan sektor pertanian sangat mampu menyerap tenaga kerja. Sehingga dari generasi milennial akan lahirlah sebuah pemanfaatan teknologi yang didukung oleh SDM dan SDA yang memadai. Sumber tulisan: Opik Mahendra SP MSc dan Via Renziani