Mengacu pada Wikipedia Indonesia yang menyatakan bahwa pemasaran Internet atau pemasaran elektronik (bahasa Inggris: Internet marketing,e-marketing atau online-marketing) adalah segala upaya yang dilakukan untuk melakukan pemasaran suatu produk atau jasa melalui atau menggunakan media elektronik atau Internet. Huruf `e` dalam e-marketing ini berarti elektronik yang artinya kegiatan pemasaran yang dimaksud dilaksanakan secara elektronik melalui jaringan Internet. Dengan terciptanya teknologi Internet, banyak istilah baru yang menggunakan awalan huruf e, seperti halnya: e-mail, e-business, e-gov, e-society, dll. Banyak orang beranggapan bahwa pemasaran Internet adalah segala hal yang berhubungan dengan mencari uang di Internet, yang sebetulnya hal ini tidak benar. Perlu diketahui bahwa sebagian besar program mencari uang di Internet adalah kegiatan yang dilarang dan merupakan kecurangan alias penipuan yang hanya menguntungkan untuk orang atau badan tertentu saja. Sudah berapa siap petani Indonesia mengahadapi perdagangan elektronik ini? Memang tidak bisa dipungkiri bahwa yang namanya hasil pertanian adalah sesuatu yang nyata dan bukan daring, artinya selama manusia butuh makan maka yang namanya beras pasti dibeli, sedehana sekali konsep ekonomi pertanian ini, jika produksi surplus maka harga turun dan begitu juga sebaliknya. Meningkatkan kesadaran tentang teknologi bukanlah hal yang gampang untuk dilakukan, di Negara tiongkok pada awal tahun 2000-an kesadaran akan pentingnya teknologi internet dalam mendukung pemasaran sudah mulai disadari kala itu, langkah yang dilakukakan adalah adanya gerakan untuk mengedukasi petani tentang internet, mengampanyekan tentang perdagangan berbasis elektornik, lembaga perdagangan, pertanian dan industri bekerja sama untuk mendukung hal tersebut, saat ini Tiongkok mulai merasakan hasil positif dari gerakan itu, perdagangan internasional Negara ini bergerak cepat sekali dan sangat didominasi oleh perdagangan elektronik, salah satu Negara yang menjadi partner utama dalam perdagangan produk pertanian berbasis teknologi dengan Tiongkok adalah Taiwan, begitu banyak alairan perdagangan produk hasil pertanian antara kedua Negara ini. Kita tinggalkan Negara Tiongkok, bagaimana dengan Indonesia?, sudah seberapa jauh kita bergerak dalam perdagangan produk pertanian yang berbasis Elektronik, memang sudah ada yang melakukan, namun masih dalam jumlah yang sangat kecil sekali itupun dilakukan oleh kelompok pemodal besar dengan pasar yang mereka monopoli sendiri. Petani kita masih sangat jauh tertinggal, kita masih disibukan dengan mengejar target produksi, penanggulangan hama penyakit, keterbatasan alat, serta iklim pasar yang panas dingin, bahkan masih jauh dari teknologi pengolahan hasil produk pertanian, packaging yang baik, standar keamanan produk dan lain sebagainya. Lalu berapa jauh petani kita dari E- Marketing ini? Kita memang belum dapat mengukur seberapa jauh ketertinggalan petani kita secara umum dibidang Perdagangan Elektronik ini, namun sudah saatnya kita untuk mengenalkan atau memeberikan sedikit pencerahan awal kepada mereka tentang apa itu perdagangan elektronik, meskipun dengan sedikit pesimis penulis mengatakan bahwa akan butuh waktu yang lama bagi mereka untuk memahami hal tersebut, namun dengan mengenalkan setidaknya petani sudah dapat memetakan kemampuan mereka saat ini, sedang berada dimana dan menuju kemana, pencerahan ini setidaknya bukan memberiakan semangat apatis, namun akan lebih arif jika motivasi dapat membangun asa petani kita, akan lahir generasi baru, selama manusia makan nasi, maka akan selalu ada sawah, akan selalu ada padi dan pasti akan selalu ada petani, kelak petani generasi baru Indonesia akan dapat bersaing dengan petani dari Negara manapun, karena itu mari. Kita cari tahu dan kita beri tahu. (Penulis Vesmotanilda PP Nagari Limo Kaum II).