Seperti pada pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Padat Karya pada beberapa kabupaten sebelumnya (Malaka, Belu, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan), maka pada hari Rabu, 17 Maret 2021 kegiatan Bimtek dilakukan di Kabupaten Kupang (3 lokasi) dan Kota Kupang (3 lokasi). Salah satu lokasi untuk Kota Kupang adalah di BPP Maulafa, Kecamatan Maulafa, yang letaknya di kampung Fatubena. Sesuai hasil koordinasi yang telah dilakukan dengan sangat baik oleh Sub Koordinator KSPP BPTP NTT (Ir. Irianus R. Rohi, M.Si) maka peserta yang dihadirkan adalah sejumlah 30 orang. Sesuai kebijakan yang telah diambil oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang maka pesertanya adalah perwakilan anggota-anggota kelompok tani yang berasal dari beberapa kelurahan yang berpotensi untuk pemeliharaan ternak yakni Kelurahan Fatululi, Fatukoa, Lasiana, Fatubesi, Naimata, Bakunase, Pasir Panjang, Oebufu, Nasipanaf. Kegiatan Bimtek dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang (Drs. Obed D.R. Kadji) pada pukul 09.30. Dalam arahannya Kadistan memberikan apresiasi kepada BPTP NTT atas perhatian yang besar terhadap petani peternak di Kota Kupang, serta pula mengharapkan agar seluruh peserta dapat mengikuti bimtek dengan baik untuk perbaikan usahatani ternak yang selama ini digeluti. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Ketenagaan Penyuluhan (Florianus Marsel, SP) serta Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional Dinas Pertanian Kota (Darius Ua, S.Pt) serta Koordinator Penyuluh Kecamatan Kota Lama (Stefanus Anoi, SST). Materi pokok dalam kegiatan Bimtek adalah: 1) Teknologi Budidaya Ternak Ayam KUB, 2) Teknologi Budidaya Ternak Sapi di NTT, 3) Pengembangan Hijauan Pakan di NTT dan 4) Teknologi Pengawetan Pakan. Bertindak sebagai pemateri adalah kami sendiri selaku penyuluh pertanian BPTP NTT (Ir. Onike T. Lailogo, M.Si., Ph.D). Namun, karena penyuluh-penyuluh BPP Maulafa telah memiliki pengalaman dalam hal budidaya ternak ayam KUB maka kepada Kooridinator Penyuluh Maulafa (Fredrik Saudale, S.Pt), dan penyuluh (Silvester L. Kali, S.Pt) juga diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman. Hal ini karena sejak bulan November 2020 penyuluh-penyuluh BPP Maulafa telah memelihara 100 ekor ayam KUB. Demikian pula dengan Koordinator BPP Kecamatan Kota Lama (Stefanus Anoi, SST) yang memang ternyata sudah pula memiliki pengalaman yang sama maka pada kesempatan tersebut juga sempat berbagi pengalaman kepada petani. Dari materi-materi yang diberikan, petani lebih tertarik pada budidaya ternak ayam KUB dan pengembangan pakan lamtoro tarramba. Hal ini karena kedua hal tersebut benar-benar merupakan hal yang baru bagi peserta dan terlihat dari jalannya diskusi petani peternak lebih cenderung meminta banyak pencerahan tentang kedua hal tersebut. Pemaparan materi berlanjut hingga jam istirahat makan siang dan setelah itu dilanjutkan lagi hingga saat menikmati snack sore pada pukul 14.30 maka kegiatan pun ditutup oleh Koordinator Penyuluh Maulafa. Sebelum kembali ke tempat masing-masing peserta masih diajak untuk melihat kandang ayam KUB di halaman belakang kantor BPP bahkan masih ada peserta yang berkesempatan membeli beberapa ayam KUB yang masih tersisa. Selain itu peserta melihat kebun lamtoro tarramba di samping kantor BPP. Peserta sangat mengharapkan kiranya BPTP NTT berkenan memberikan pelayanan informasi lanjutan jika sewaktu-waktu mereka berkunjung ke BPTP NTT terutama menyangkut ternak ayam KUB dan Lamtoro Tarramba. Salam Inovasi (Onike Lailogo)