Oleh : Yuni Indriawati, S. TP dari berbagai sumber DESA SUMBERKRAMAT Desa Sumberkramat adalah salah satu desa dari 14 desa di kecamatan Tongas. Terletak di Selatan Tongas dan berbatasan dengan desa Sentul kecamatan Lumbang kabupaten Probolinggo. Desa seluas 794.80 km2 ini meliputi 122 km2 lahan sawah dan 672.80 km2 lahan kering (Sumber : Tongas dalam Angka, BPS, 2018). Desa ini terletak pada ketinggian 70-200 m dpl, yang berpengaruh pada macam vegetasi, kelembaban udara dan curah hujannya. Secara menyeluruh, kecamatan Tongas, mengalami musim penghujan pada bulan Januari – Juni tahun 2018, dengan curah hujan tertinggi mencapai 476 mmHg 15 hari hari hujan ( Sumber : Tongas dalam Angka, BPS, 2018) LAHAN PERTANIAN Lahan pertanian adalah lahan yang diupayakan untuk kegiatan bercocok tanam, budidaya komoditas produktif seperti tanaman pangan, hortikultura, perkebunan bahkan perikanan dan tanaman kayu. Lahan pertanian terdiri dari lahan basah dan lahan kering. Lahan basah/ tanah sawah yang dimiliki desa Sumberkramat seluas 122 km2 merupakan sawah tadah hujan. Dimana sawah ini mengandalkan pengairan dari air hujan agar bisa produktif. Tidak ada sumber mata air yang dapat diandalkan oleh masyarakat memenuhi kebutuhan pengairan sepanjang tahun. Sungai Lumbang yang melintasi desa, kering saat musim kemarau. Lahan kering adalah lahan berupa tegal dan pekarangan. Lahan kering hampir 6/7 bagian dari luas desa Sumberkramat. Lahan ini hanya dapat dimanfaatkan pada musim tanam 1, dan sedikit yang dapat dimanfaatkan untuk musim tanam 2, karena sulitnya air. Pemanfaatan lahan kering, sebagaimana sawah tadah hujan. Petani bercocok tanam padi gogo, jagung dan kacang tanah. Saat musim penghujan, mereka menanam tanaman padi/ jagung. Musim tanam kedua, hanya sebagian kecil saja masyarakat petani yang bisa memanfaatkan tanahnya untuk menanam kacang tanah dan jagung komposit. Petani di sana, menggantungkan sepenuhnya pada musim tanam 1 untuk memenuhi kebutuhan hidup selama 1 tahun. KEHIDUPAN MASYARAKAT PETANI SUMBERKRAMAT Karena potensi lahan yang sedemikian itu, sebagian besar petani memutuskan bekerja di luar desa. Mereka mencari tambahan nafkah keluarga dengan bekerja sebagai buruh/ kuli. Berikut beberapa profesi yang diperoleh dari survey profesi KK tani di luar musim penghujan. Buruh penambang pasir Buruh pembuat batu pondasi batu padas Buruh tebang tebu Kuli bangunan Buruh penambang pasir 1. Buruh penambang pasir Petani desa Sumberkramat bekerja sebagai penambang pasir. Mereka menambang pasir untuk keperluan bahan bangunan. Bekerja di areal/ lahan tambang pasir dengan sistem bagi hasil dengan pemilik lahan. Ada yang bekerja di pertambangan sekitar, ada pula yang hijrah, ke kecamatan sekitar seperti Sumberasih dan Wonomerto. Buruh pembuat batu pondasi berupa batu padas Di areal yang sama dengan areal tambang pasir, banyak petani buruh yang berperan mengumpulkan batu padas. Batu ini digunakan masyarakat sebagai bahan pondasi dan dinding rumah. Pondasi pengganti batu kali, dinding rumah pengganti batu bata. Sistem pembayaran upah pun sama halnya dengan penambang pasir, yaitu dengan bagi hasil bersama pemilik lahan pertambangan. Kelompok buruh batu padas, tidak hijrah meninggalkan desa mereka, karena lahan di desa Sumberkramat kaya akan batu padas. Buruh tebang tebu Banyak petani muda bekerja sebagai penebang tebu. Profesi ini mengharuskan mereka hijrah keluar dari desanya selama beberapa bulan. Mereka bergabung dalam grup grup tebang tebu keluar kota. Tujuannya antara lain Malang, Sidoarjo, Surabaya dan sentra sentra tebu di wilayah Timur dan Barat Probolinggo. Selama musim panen dan menjelang musim giling tebu, mereka tinggalkan desanya, profesi petaninya dan lahan pertaniannya, yang notabene sedang tidak produktif. Kuli bangunan Selain sebagai penebang tebu, ada pula grup kuli bangunan. Sama dengan kuli tebang tebu, hal ini mengharuskan mereka keluar dari desanya selama beberapa bulan. Daftar Pustaka : Tongas dalam Angka, BPS, 2018