Loading...

Peternak Desa Rejoso Lor Sadar Akan Pemberian Probiotik Meningkatkan Produktivitas Sapi Potong

Peternak Desa Rejoso Lor Sadar Akan Pemberian Probiotik Meningkatkan Produktivitas Sapi Potong
Dalam usaha peternakan hampir dua per tiga dari total biaya produksi adalah untuk pembelian pakan. Banyak peternak terpaksa harus gulung tikar, karena meroketnya biaya pakan, yang tidak sebanding dengan hasil produksi ternaknya. Untuk menyiasati hal itu perlu dilakukan berbagai terobosan dalam pemberian pakan. Pakan ternak biasanya mempunyai kandungan energi yang berasal dari karbohidrat dan lemak, protein, vitamin dan mineral. Sebagian peternak belum mengenal atau menggunakan pakan ternak probiotik. Untuk itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan mulai mempraktekkan pemberian probiotik kepada peternak sapi potong khususnya di Desa Rejoso Lor. Hasilnya luar biasa, selain menambah nafsu makan juga meningkatkan penambahan bobot badan sapi yang tentu saja akan menaikkan harga jual ternak mereka. ”Meskipun ada penambahan biaya, namun kalau dihitung-hitung pemberian probiotik ini mampu meningkatkan nilai jual sapi potong lebih dari biasanya, jadi kami lebih untung menambahkan probiotik ke dalam pakan” ungkap Makhali (60 th) peternak sapi potong asal Desa rejoso Lor. Probiotik didefinisikan sebagai substrat mikroorganisme, yang diberikan kepada ternak lewat pakan dan memberikan efek positif dengan cara memperbaiki keseimbangan mikroorganisme alami di dalam saluran pencernaan. Pemberian probiotik pada ternak dalam periode pertumbuhan efeknya lebih maksimal. Probiotik yang umum dan aman digunakan untuk ternak, yaitu: Aspergillus niger, A. oryzae, Bacillus coagulans, B. lentus, B. pumilus, Bacteriodes amylophilus, B. ruminocola, Lactobacillus acidophilus, L. brevis, Leuconostoc mesenteroides, Pediococcus acidolacticii, Propionibacterium shemanii, Sacharomyces cereviseae, Streptococcus cremoris, S. faecium, S. lactis dan S. thermophilus. Di indonesia, ternak ruminansia seperti sapi atau kambing mayoritas pemberian pakannya hanya berdasarkan kuantitas bukan kualitas. Pemberian pakan ternak berkualitas rendah, sangatlah membutuhkan mikroorganisme selulolitik dalarn jumlah tinggi agar induk semang nanti dapat memanfaatkan hijauan atau limbah pertanian seefisien mungkin dalam menghasilkan gizi yang dibutuhkan oleh ternak. Tidak seperti pada ternak monogastrik, probiotik pada ternak ruminansia selain diaplikasikan pada saluran pencernaan bagian belakang (usus), juga diaktifkan pada bagian saluran pencernaan bagian depan (rumen, retikulum dan omasum). Mikroorganisme selulolitik berperan pada pencernaan pakan berserat kasar tinggi, sehingga ruminansia lepas sapih memerlukan probiotik, baik yang diaktifkan di saluran pencernaan bagian depan untuk membantu perkembangan ekosistem rumen, maupun di saluran pencernaan bagian belakang untuk menghindari terjadinya diare akibat stres perubahan pakan atau bakteri patogen. Cara Membuat Probiotik Alami Untuk Ternak Bahan yang digunakan dalam pembuatan probiotik ini merupakan campuran antara sumber mikrobia pemecah serat yang didapatkan dari isi rumen sapi dan kompos, siap pakai dari kotoran domba. Proporsi isi rumen sapi dan kompos dalam campuran yang diinkubasikan adalah 5 : 4 kemudian ditambahkan air secukupnya. Selanjutnya campuran tersebut diinkubasikan secara anaerob pada temperatur ruang selama 14 hari. Hasil inkubasi disaring, kemudian dikering mataharikan, kemudian di oven pada suhu 70-80 °C selama 48 jam. Bahan campuran tersebut yang sudah kering selanjutnya digiling dan disaring melalui saringan berdiameter 1 mm dan disimpan dalam kantong plastik tertutup. Bahan ini merupakan campuran berbagai mikroba pemecah serat yang kemudian dapat digunakan untuk campuran pakan atau digunakan untuk memfermentasi pakan ternak. Karakteristik dan kriteria yang aman dari probiotik: Nontoksik dan nonpatogenik Mempunyai identifikasi taksonomi yang jelas Dapat hidup dalam spesies target Dapat bertahan, berkolonisasi dan bermetabolisme secara aktif dalam target yang ditunjukkan dengan: Tahan terhadap cairan pencernaan dan empedu, Persisten dalam saluran pencernaan, Menempel pada ephitelium atau mucus, Berkompetisi dengan mikroflora inang, Antagonis terhadap patogen, Dapat merubah respon imun, Tidak berubah dan stabil pada waktu proses penyimpanan dan lapangan, Bertahan hidup pada populasi yang tinggi, Mempunyai sifat organoleptik yang baik. Berikut ini adalah beberapa contoh probiotik komersial: EM4, Probion, Bioplus SOC (Suplement Organic Cair) dari. PT Hidup Cerah Sejahtera (PT. HCS). Probiotik Tangguh dari PT. Natural Nusantara (NASA) Penambahan probiotik memberi efek stimulasi pada bakteri rumen yang berpengaruh pada peningkatan perombakan asam laktat sehingga mengakibatkan stabilisasi pH rumen, peningkatan penggunaan amonia yang berperan dalam peningkatan sintesis protein oleh mikroba, peningkatan populasi mikroba yang memberi pengaruh pada peningkatan kecernaan bahan serat sehingga berimbas pada peningkatan konsumsi pakan dan suplai substrat ke usus halus yang berpengaruh pada peningkatan respon produksi Cara kerja probiotik terutama melalui modifikasi populasi bakteri usus dan efektivitasnya tergantung atas status mikroba pada satu kelompok ternak dan pada individu ternak. Dengan demikian, dapat dimengerti jika efek yang terjadi mempunyai variasi yang tinggi. MANFAAT PROBIOTIK Probiotik merupakan mikroorganisme tertentu yang ada dalam tubuh hewan dan akan menjamin pembentukan secara efektif organisme yang bermanfaat dalam tubuh inang (hewan) terutama sistem pencernaan karena mampu memperbaiki keseimbangan mikroflora usus. Probiotik mengandung bakteri menguntungkan yang dimasukkan kedalam pencernaan untuk mendominasi bakteri yang menimbulkan penyakit (patogen) menurun. Probiotik dapat mengandung satu atau beberapa jenis mikroorganisme yang serupa (strain). Berbentuk powder, tablet, padat berbentuk bulat (granula), serta seperti campuran beberapa bahan yang lembek (pasta). Probiotik bekerja dengan cara menekan populasi mikroba melalui kompetisi dengan memproduksi senyawa antimikroba atau melalui kompetisi nutrisi, merubah metabolisme mikrobial dengan meningkatkan atau menurunkan aktivitas enzim, serta menstimulasi imunitas melalui peningkatan kadar antibodi atau aktifitas sel besar yang mampu mencerna bakteri dan sisa sel dalam jumlah yang sangat besar (makrofag). TUJUAN PEMBERIAN PROBIOTIK Pemberian probiotik bertujuan untuk memperbaiki kondisi saluran pencernaan dengan menekan reaksi pembentukan racun dan metabolit yang bersifat bahan yang dapat mendorong atau menyebabkan kanker (karsinogenik), merangsang reaksi enzim yang dapat menetralisir senyawa beracun yang tertelan atau dihasilkan oleh saluran pencernaan, merangsang produksi enzim yang diperlukan untuk mencerna pakan dan memproduksi vitamin serta zat-zat yang tidak terpenuhi dalam pakan. Probiotik yang baik harus efektif, dengan memenuhi beberapa kriteria : memberi efek yang menguntungkan pada induk semang, tidak menyebabkan penyakit dan tidak beracun, mengandung sejumlah besar sel hidup, mampu bertahan hidup di dalam kegiatan metabolisme dalam usus, tetap hidup dalam kurun waktu penyimpanan yang lama dan kondisi lapangan, mempunyai sifat sensor yang baik, dan yang pasti harus menguntungkan bagi peternak. Probiotik diklasifikasikan dalam dua tipe, yaitu kultur mikrobial hidup, sebagai contoh adalah probiotik starbio dan produk mikrobial fermentasi, contohnya adalah kultur yeast (Saccharomyces cerevisiae), Aspergilllusniger, A. oryzae dan Lactobacillus acidophilus. Pemberian probiotik diberikan langsung melalui mulut atau dicampur dengan pakan maupun air minum. Pada saat ternak mengalami stres, keseimbangan mikroorganisme di dalam saluran pencernaan menjadi terganggu. Sistem pertahanan tubuh menurun dan bakteri-bakteri patogen berkembang dengan cepat. Pemberian probiotik dapat menjaga keseimbangan komposisi mikroorganisme dalam sistem pencernaan ternak, sehingga bisa meningkatkan daya cerna bahan pakan dan menjaga kesehatan ternak. Disamping itu penggunaan probiotik memberikan beberapa keuntungan lain diantaranya: memperbaiki laju pertumbuhan ternak, memperbaiki penggunaan makanan, hal ini dicapai dengan peningkatan efisiensi dari proses pencernaan sebelumnya, meningkatkan produksi telur, dan memperbaiki kesehatan; yang mencakup ketahanan terhadap infeksi penyakit lain oleh antagonisme langsung atau dengan stimulasi kekebalan.