Bawang Merah merupakan tanaman hortikultura semusim yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sebagai pemenuhan konsumsi nasional, sumber penghasilan petani, maupun potensinya sebagai penghasil devisa negara. Pada tahun 2020 di Kabupaten Tabanan, Kecamatan Baturiti mendapatkan Kegiatan Pengembangan Sistem Perbenihan Hortikultura (APBN 2020 : Satker Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali). Kegiatan ini dilaksanakan di Kelompok Tani Tunjung Mekar, Desa Baturiti seluas 2 ha. Bantuan bibit bawang Merah yang diberikan yaitu Varietas Batu Ijo sebanyak 2 ton (1 ton/Ha). Bawang merah Varietas Batu Ijo mempunyai keunggulan ukuran umbi besar, penampilan tanaman yang kekar dan tinggi daun lebih lebar dibandingkan varietas bawang merah lainnya sehingga hampir menyerupai daun bawang bombay. Bawang merah varietas Batu Ijo memiliki umur panen 60-70 hari setelah tanam, potensi hasil 16 ton berat kering/hektar, jumlah umbi 4-6 umbi/rumpun, bentuk umbi bulat, berukuran besar (12-20 gram/umbi) dan umbi berwarna merah tua. Varietas Batu Ijo dapat beradaptasi dengan baik pada ketinggian 1-1000 m dpl pada musim kemarau maupun hujan, sehingga cocok ditaman disemua musim dan ditanam untuk dataran tinggi. Produktivitas tanaman selain ditentukan oleh faktor lingkungan tumbuh juga dipengaruhi kemampuan varietas untuk beradaptasi pada lingkungan tumbuhnya. Untuk mengetahui produksi dan produktivitas bawang merah tersebut, maka dilaksanakan kegiatan Pengambilan Ubinan Bawang Merah di lahan milik anggota Kelompok Tani Tunjung Mekar atas nama I Nyoman Sudiyasa, Amd., seluas 16 are dengan jarak tanam 30 x 20 cm. Ubinan merupakan salah satu cara untuk memperoleh data produktivitas suatu tanaman. Data produktivitas ubinan biasanya digunakan untuk menentukan potensi hasil tanaman dari suatu luasan tertentu. Fungsi dari kegiatan pengubinan adalah para petani bisa mengetahui perkiraan potensi hasil dari tanaman tersebut. Kegiatan pengubinan bisa membuka pengetahuan petani tentang prediksi produksi juga menjadi sarana bagi penyuluh dalam membuka wawasan pola pikir petani dalam penerapan teknologi pertanian. Kegiatan Pengubinan dilaksanakan oleh PPL yang mewilayahi Desa Baturiti, Kepala BBITPH Provinsi Bali yang diwakili oleh dua orang staff dan pengurus serta anggota kelompok Tani Tunjung Mekar. Kegiatan diawali dengan diskusi bersama staff dari BBITPH Provinsi Bali, PPL dan Anggota Kelompok tentang teknis budidaya yang sudah dilakukan untuk tanaman bawang merah. Selanjutnya, dilaksanakan pengambilan sampel untuk ubinan bawang merah, umur tanaman bawang merah yang dipanen yaitu 70 hari (karena akan digunakan sebagai bibit). Teknik pengubinan dilakukan dengan memilih blok pada tempat dan luasan tertentu yang mewakili keseluruhan dari luas lahan yang akan diperkirakan potensi hasinya. Pengambilan Sampel menggunakan alat ubinan, dengan luas pengambilan sampel ubinan 2,5 m x 2,5 m, kemudian umbi bawang merah dicabut dengan hati-hati lalu ditimbang. Dari 2 titik sampel yang diambil didapatkan rata-rata berat basah sebesar 11,2 kg dengan rata-rata populasi sebanyak 80 rumpun. Sehingga didapatkan produktivitas untuk tanaman bawang merah basah sebesar 17.600 Kg/Ha (17,6 Ton/Ha basah). Berdasarkan data produktivitas tersebut dapat disimpulkan kegiatan budidaya bawang merah pada wilayah tersebut cukup berhasil dengan baik karena produktivitas dari hasil ubinan yang didapat termasuk bagus. Hal ini tidak terlepas dari varietas yang sesuai dengan topografi wilayah dan teknis budidaya yang tepat. Kepala BBITPH Provinsi Bali yang diwakili oleh staff mengharapkan petani/anggota kelompok dapat melanjutkan kegiatan budidaya bawang merah di kelompok tani Tunjung Mekar dengan menggunakan bibit tersebut agar sesuai dengan tujuan dari kegiatan tersebut yaitu dalam rangka Perbanyakan/Penyediaan benih Bawang Merah (Ni Luh Werdhyastuti, SP / PPL Wilbin Desa Baturiti, Kec. Baturiti, Kab. Tabanan)