Permintaan daging sapi terus mengalami peningkatan seiring nilai ekonomi masyarakat yang lebih baik. Artinya ada peluang usaha bagi petani ternak mengelola usaha sapi potong. Pola budidaya sapi potong yang selama ini ditekuni petani sapi potong sebagai tabungan keluarga harus diubah agar keuntungan usaha budidaya sapi potong dapat dinikmati oleh petani pengelola sapi potong.Untuk bisa mendapatkan keuntungan usaha budidaya sapi potong petani pengelola harus mau dan mampu mengubah pola usaha yang menghasilkan sapi bibit dan penggemukan sapi. 1. Usaha budidaya pembibitan sapi potongUsaha budidaya pembibitan sapi potong adalah kegiatan pengelolaan usaha sapi potong yang menghasilkan bibit ternak sapi potong untuk dibudidayakan sendiri atau diperjual belikan. Bibit sapi potong adalah calon sapi potong yang mempunyai sifat unggul dan memenuhi persyaratan mutu untuk dikembang biakan. Bibit sapi potong dapat dihasilkan dari beberapa cara, 1) hasil perkawinan alam maupun kawin buatan yang biasa dikenal dengan nama IB yang mengacu dari hasil recording atau pencatatan anak kandang, 2) hasil seleksi bibit sapi potong yang berdasarkan pada performan anak dan individu calon bibit sapi potong, 3) hasil ternak pengganti (Replacement Stock) yang diprogramkan secara teratur setiap tahun.Penyebutan nama bibit sapi potong diberlakukan untuk 1) pedet yaitu anak sapi potong yang baru dilahirkan, 2) sapi dara yaitu sapi betina calon induk sapi atau sapi remaja yang diberlakukan untuk calon sapi pejantan.Untuk sapi dara dan sapi remaja biasa dikenal sebagai calon sapi bakalan 3) sapi induk yaitu sapi betina dewasa dan 4) sapi pejantan yang tidak lain adalah sapi jantan dewasa Pemeliharaan bibit sapi potong dilakukan dengan cara intensif dan semi intensif. Pakan yang yang diberikan sapi pembibitan harus berjumlah cukup dan berkualitas terdiri dari hijauan pakan ternak, limbah produksi pertanian dan pakan konsentrat. 2. Usaha budidaya penggemukan sapi potongBudidaya penggemukan sapi potong biasa dikenal dengan nama sapi kereman adalah kegiatan pengelolaan usaha sapi potong yang mengandalkan pertambahan berat badan sapi potong yang dibudidayakan. Cara penggemukan sapi potong yang paling effisien dilakukan dengan cara dikurung dalam kandang. Penggemukan dengan cara dikerem akan memberikan nilai tambah pada petani pengelola usaha sapi kereman berupa penambahan berat badan dan hasil produksi kotoran sapi yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kandang.Penggemukan sapi potong cara kereman dilakukan secara intensif. Sapi dibudidayakan dalam kandang, semua kebutuhan hidup pokok dari sapi potong berupa pakan dan minum yang diberikan secara terbatas di dalam kandang. Lamanya waktu penggemukan sapi potong 4-10 minggu.Pakan yang diberikan pada sapi kereman hijauan pakan ternak berupa rumput, leguminosa dan pakan penguat. Untuk menambah nafsu, pakan sapi potong dianjurkan diberi perangsang nafsu makan berupa vitamin. Agar penambahan berat badan sapi potong dapat tercapai dianjurkan sapi potong kereman diberikan obat cacing pada awal penggemukan. Selain rumput segar, juga dapat dimanfaatkan limbah produksi pertanian sebagai pakan ternak. Dianjurkan di lokasi lingkungan kandang sapi kereman dikembangkan budidaya rumput unggul berupa rumput Raja, rumput Setaria dan rumput Mexico. Juga tanaman leguminosa berupa tanaman lamtoro dan tanaman gamal yang dicampur dengan hijauan pakan lainnya sejumlah 40 % dari hijauan pakan yang diberikan. Tanaman lamtoro dapat dipanen pada umur tanaman 6-9 bulan dengan cara dipangkas. Jarak penanaman lamtoro 0,5 – 1 meter.Penggemukan sapi potong yang dilakukan secara kereman didalam kandang secara terus menerus dianjurkan untuk disediakan lahan hijauan pakan ternak dengan model susunan sistem 3 strata. Sistem strata 1 diperuntukan untuk lahan tanaman rumput potong seperti rumput gajah ( Pennisetum purpureum ), Panicum maxcimum, Andropogon gayamus, Setaria Sp dan lain-lain. Lahan sistem strata 2 dipergunakan untuk tanaman hortikultura atau tanaman pangan. Dan pada lahan strata 3 dapat ditanami lamtoro tanaman gamal dan sengon yang bisa digunakan sebagai hijauan pakan penguat, tanaman pelindung, pencegah erosi dan kayu bakar. Selain pemberian hijauan pakan ternak juga diberikan konsentrat sebagai pakan penguat untuk melengkapi kekurangan gizi pakan. Pakan konsentrat dedak padi, bungkil kelapa, jagung giling, bungkil kacang tanah, ampas tahu dan ampas kecap Campuran pakan konsentrat yang dianjurkan ada 3 macam 1) campurkan 70 % dedak padi dan 30 % bungkil kelapa dan tambahkan 0,5 % tepung tulang serta 1 % garam dapur, 2) . menu campuran konsentrat kedua adalah 2 bagian dedak + 1 bagian bungkil kelapa + 1 bagian jagung. Selanjutnya tambahkan tepung tulang dan garam dapur sebanyak 1 – 2 % kedalam campuran pakan tersebut., 3) campuran menu keiga 70 % dedak padi + 25 % bungkil kelapa + 5 % jagung giling, kemudian ditambahkan 1 % tepung tulang dan garam dapur. Priwanti - BPPSDMP Kementan Sumber1. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanan Badan Penelitian dan Pengembangan Petanian Departemen Pertanian 2007. Manajemen Pengelolaan Penggemukan Sapi Potong2. Direktorat PerbibitanTernak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian 2014. Pedoman Pembibitan Sapi Potong yang Baik