Rabu (27/1/2021) Dinas Pertanian melakukan penanaman perdana Kaji Terap Porang di Desa Tenganan, Kec. Manggis. Porang Amorphophallus mueleri blume merupakan komoditas pertanian yang akhir-akhir ini banyak diperbincangkan oleh khalayak. Kegiatan penanaman kaji terap porang ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pertanian, Kepala UPTD BPPP Kab.Karangasem, Koordinator PPL Kab. Karangasem beserta seluruh PPL di Kecamatan Manggis. Tanaman porang ini adalah tanaman yang toleran naungan hingga 60%. Porang dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 0 sampai 700 mdpl. Bahkan, sifat tanaman tersebut dapat memungkinkan dibudidayakan di lahan hutan di bawah naungan tegakan tanaman lain. Hal ini sangat mendukung apabila tanaman porang dikembangkan di Kabupaten Karangasem, karena luasan lahan yang dominan adalah lahan kering. Dilansir dari situs Kementerian Pertanian Republik Indonesia, tanaman Porang memiliki nilai bisnis yang tinggi. Disebutkan bawa tanaman Porang telah diekspor ke empat negera pada 2018 yaitu Jepang, Vietnam, Australia, dan Tiongkok. Selain harganya yang menjanjikan, budidayanya pun tergolong tidak rumit. Untuk bibitnya, biasa digunakan dari potongan umbi batang maupun umbinya yang telah memiliki titik tumbuh atau umbi katak (bubil) yang ditanam secara langsung. Kaji terap tanaman porang yang dilakukan di Desa Tenganan menggunakan bibit porang yang bersumber dari bibit katak/bulbil yang berusia 3 bulan. Bibit tersebut didatangkan dari Kabupaten Buleleng yang terlebih dulu mengembangkan tanaman ini. Sekretaris Dinas Pertanian I Putu Sutha Antara sangat mengapresiasi kaji terap budidaya Porang ini karena memiliki potensi sebagai tanaman ekspor, yang sampai saat ini bahan bakunya masih sangat kurang. Menurutnya ekspor terhadap porang terbuka lebar . Untuk sementara yang diekspor itu berbentuk chips dan tepung dan berharap komoditi ini menjadi sumber ekonomi baru bagi petani. Manfaat porang ini banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik,obat dll. Koordinator BPP Kec. Manggis beserta PPL Kec. Manggis dan staf BPP sangat antusias dalam melakukan penanaman kaji terap porang ini, karena melihat potensi dan antusias petani dalam melaksanakan kegiatan. Tingginya permintaan porang dari luar negeri, semoga menjadi motivasi para petani untuk membudidayakan tanaman ini dengan bimbingan para penyuluh pertanian. Hal ini sejalan dengan pesan Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursamsi bahwa yang menganjurkan kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani. “Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada (komoditas) pangan yang tertahan”, tegas beliau. Harapan juga disampaikan oleh petani pelaku kaji terap I Gede Ari , “bahwa dengan adanya kaji terap porang ini, dirinya mampu menjadi pelopor budidaya bagi petani lainnya yang ingin mengembangkan tanaman ini sehingga meningkatkan pendapatan petani”. (Anas Rizki Bachtiar/PPL Wilbin Tenganan, Kec. Manggis)