Membaca peluang pasar agribisnis ada beberapa hasil pertanian yang cukup tinggi nilai ekonominya yang belum dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Salah satunya yaitu labu madu atau butternut squash. Tapi untuk memperkenalkan labu madu ini kepada petani secara luas harus dibuktikan dengan menguji coba terlebih dahulu. Labu madu atau Cucurbita moschata merupakan salah satu kelompok tanaman labu-labuan yang saat ini sedang menjadi trend dan banyak digandrungi oleh masyarakat. Labu madu atau yang terkenal dengan nama butternut squash berbentuk seperti lampu bohlam dan memiliki cita rasa manis dengan tekstur yang lembut. Labu madu ini mengandung serat, anti oksidan, beta karoten, serta vitamin A & B kompleks yang sangat baik jika digunakan sebagai makanan pendamping ASI (MPASI) untuk bayi. Teknik budi daya untuk butternut squash ini pun tergolong sangat mudah, seperti jenis labu atau waluh pada umumnya. Berikut merupakan tahapan yang perlu disiapkan dan dilakukan dalam budi daya labu madu. Persiapan Lahan Tanam Penyemaian Benih. Untuk mendapatkan hasil tanaman yang seragam serta adaptasi tanaman yang tinggi saat di pindah kelahan, maka benih labu madu perlu disemai terlebih dahulu. Siapkan tanah gembur yang telah di ayak campurkan dengan pupuk kandang atau kompos yang telah diayak pula,aduk hingga merata, kemudian siapkan polibag ukuran kecil diameter 5 cm yang bagian bawahnya telah diberi lobang atau supaya lebih praktis dan mudah bisa juga menggunakan tray semai. Setelah media tanam dimasukan, siram hingga merata tapi jangan sampai tergenang, kemudian buat lobang tanam dengan kedalaman 0,5-1cm lalu masukan biji labu madu dan tutup kembali dengan tanah yang halus, setelah itu tempatkan persemaian pada lokasi yang terkena intensitas matahari sekitar 50% .atau bisa juga ditempatkan di tempat yang tersinari matahari secara langsung tapi harus memakai naungan dari plastik transparan. Naungan juga berguna apabila terjadi hujan besar tidak merusak bibit di persemaian, tunggu 3-5 hari bibit akan mulai berkecambah, lakukan pemeliharaan rutin seperti penyiraman hingga tanaman berusia 2-3 minggu dan siap dipindah kelahan tanam. Langkah pertama yang dilakukan dalam budidaya tanaman labu madu adalah penggemburan tanah, lahan tanam digemburkan dengan cara mencangkul seluruh lahan pada lokasi tanam yang telah kita tentukan, sebaiknya lokasi tanam dilahan terbuka yang terpapar cahaya matahari sepanjang hari. Setelah lahan digemburkan maka tahapan selanjutnya adalah membuat bedengan, Panjang bedengan di sesuaikan dengan ukuran lahan, dengan lebar bedengan 1 meter dan tinggi 20-40 cm dan jarak antar bedengan 70-100cm. Kemudian setelah itu taburkan secara merata kapur pertanian/dolomit diatas bedengan (sekitar 10 karung per hektar). Setelah itu taburkan pupuk kandang secara merata diatas bedengan dan aduk /campur hingga rata ( kebutuhan sekitar 8-10 ton perhektar), atau bisa juga pupuk kandang di berikan perlobang tanman yaitu perlobang sekitar 0,5- 1 kg. Lalu seminggu sebelum di tutup dengan mulsa semprot bedengan yang telah diberi pupuk kandang dengan agen hayati, contohnya seperti EM-4 sesuai dengan dosis yang tertera. Setelah lahan tanam didiamkan dan dipasang mulsa , buat lobang tanam dengan jarak 50-65 cm antar tanaman , bisa tanam satu baris di tengah tengah bedengan bisa pula tanam dua baris dengan system jigjag. Penanaman. Setelah bibit tanaman labu madu berumur 2-3 minggu atau tinggi bibit tanaman sudah mencapai 8-10 cm maka bibit sudah cukup umur untuk dipindahkan ke lahan tanam. Pilih bibit dengan kwalitas vigor yang baik, sehat tidak cacat dan bebas dari hama ,penyakit, lakukan penanaman pada pagi atau sore hari supaya cuaca tidak terlalu panas, buka plastik polibeg yang berisi bibit tnaman labumadu dengan hati hati jangan sampai media tanam nya hancur dan merusak akar tanaman, selanjutnya masukan kelobang tannam yang telah tersedia, lalu tutup dan padatkan hingga bibit tanaman labu madu tumbuh tegak. Apabila dalam jangka waktu 3 hari sampai 1 minggu ada bibit yang mati segera lakukan penyulaman dengan bibit yang baru Pemeliharaan Penyiraman Penyiraman dilakukan 1 x 1 hari atau dapat di sesuaikan dengan kondisi cuaca, apabila cuaca kemarau atau kering tentunya intensitas penyiraman harus ditingkatkan bisa 2 x satu hari , tapi jika cuaca musim penghujan tentunya tidak perlu lagi dilakukan penyiraman. Sebaiknya masa tanam labu madu tidak mendekati musim penghujan karena hal ini akan sangat rentan bagi pertumbuhan labu madu yang akan mengakibatkan busuk pada buah labu madu saat musim hujan Pemupukan Pemupukan yang dimaksud disini adalah pemupukan susulan, pemupukan sangat penting karena tanaman membutuhkan banyak unsur hara, karena itu berikan pemupukan yang rutin baik itu menggunakan pupuk organik maupun pupuk kimia. Pada saat awal pertumbuhan sekitar 1 – 10 hst (hari setelah tanam) dapat memberikan pupuk NPK 2-3 gram pertanaman bisa dengan cara dikocor bisa juga dengan cara di tabur disekitar tanaman untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Untuk selanjutnya pemupukan susulan ini bisa dilakukan setiap 2 mimggu atau atau 1 bulan sekali dengan menggunakan pupuk NPK 15-15-15, dengan takaran 1sendokk makan pupuk NPK dilarutkan pada 5 liter air kemudian dikocorkan 200 mili pertanaman. Pengajiran Labu madu merupakan tanaman yang tumbuh merambat hingga harus dilakukan pengajiran atau pembuatan para-para agar tanaman bisa tumbuh optimal sesuai dengan yang di kehendaki. Pembuatan ajir dibuat seperti hurup V terbalik, dengan ketinggian antara 170 cm – 200 cm atau bisa juga membuat para-para sehingga buah labu madu tidak menyentuh tanah, gunakan bambu yang kuat untuk para-para atau ajir sehingga tidak mudah patah , pengajiran sebaiknya dilakukan pada saat usia tanaman 15 hari setelah tanam. Dengan menggandeng untuk bekerja sama salah satu Lembang Sosial Masyarakat yang besar yang ada di Kabupaten Jeneponto yaitu Pattiro Jeka. Dengan cara swadaya penyuluh untuk memberikan bibit labu kemudian ditanam di lahan milik direktur pattiro jeka. Setelah ±10 hst, penyuluh mengunjungi lahan uji coba ini labunya telah tumbuh dan berbuah, namun ada masalah yang dihadapi yaitu beberapa bakal buah gugur dan tanah disekitar pohon juga lembab, dari hasil penelitian penyuluh menyarankan agar segera diberikan pupuk KCL agar tanaman tumbuh maksimal dan tentunya terus dilakukan pemantauan agar tanaman ini mendapatkan hasil maksimal dengan output dari kegiatan ini tentunya memperkenallkan kepada petani secara luas untuk dibudidayakan agar dapat menambah penghasilan petani agar lebih sejahtera lagi karena petani sejahtera penyuluh senang. JUMRIANI RASYID, SP (PPL EMPOANG UTARA)