Loading...

PPL Nunukan Mencontohkan Pembibitan Bawang Merah Dari Biji Di Desa Binusan

PPL Nunukan Mencontohkan Pembibitan Bawang Merah Dari Biji Di Desa Binusan
Di masa sekarang penanaman dari biji sangat penting karena dapat memberikan jalan keluar dari mahalnya ongkos produksi. Penggunaan biji adalah lebih murah dan resiko penyakit adalah lebih rendah daripada penanaman dari umbi. Penanaman dari biji, menawarkan fleksibilitas. Benih biji bisa langsung ditanamkan, dipindah tanamkan ataupun digunakan umbinya kembali untuk disimpan dan ditanamkan. Kenapa kami menawarkan alternatif penanaman dari biji adalah karena penanaman dari umbi sangat rentan terhadap penyakit. Umbi yang sudah terkena penyakit akan mengganggu tanaman lain. Produktifitas pun akan berkurang begitu juga dengan kualitasnya. Perbedaan penanaman dari bawang merah biji dan umbi adalah sangat signifikan. Petani sebelumnya hanya mengenal budidaya bawang merah dari umbi, namun saat ini diperkenalkan menanam bawang merah dari biji atau yg disebut dgn True Shallot Seed (TSS). Seperti yang dilakukan para petani dari Kelompok Tani Sederhana, Sipadanun dan Eljireh di Kilo 8 desa Binusan, mulai mengenal dan belajar serta mempraktekkan menanam bibit bawang merah menggunakan metode penyemaian biji bawang merah dibawah bimbingan para PPL kecamatan Nunukan dan PPL bidang hortikultura dari kabupaten. Upaya tersebut dilakukan karena harga bibit bawang merah umbi semakin mahal dan langka di pasaran. Kegiatan ini juga merupakan persiapan kelompok untuk prlaksanaan sekolah lapang budidaya bawang merah dengan biji. Para petani diajar mulai dari persiapan lahan persemaian yakni mempersiapkan media, pemasangan sungkup hingga pemeliharaannya. Proses penyemaiannya sampai 45 hari dan harus sering dikontrol kelembaban dan juga dari tanaman pengganggu seperti rumput dan sejenisnya. "Untuk masa panen setelah semai sekitar dua bulan," tutur Nunuk Salah satu PPL Nunukan. Penulis : Jufri Boy Ijang