Loading...

PRINSIP DAN POPULASI SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO

PRINSIP DAN POPULASI SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO
Sistem jajar legowo adalah suatu rekayasa teknologi untuk mendapatkan populasi tanaman lebih dari 160.000 per hektar. Penerapan jajar legowo selain meningkatkan populasi pertanaman, juga mampu dapat berfotosintesa lebih baik.Prinsip Jajar LegowoPenerapan sistem tanam legowo disarankan menggunakan jarak tanam (25x25) cm antar rumpun dalam baris; 12,5 cm jarak dalam baris; dan 50 cm sebagai jarak antar barisan/lorong atau ditulis (25x12,5x50) cm.Dihindari penggunaan jarak tanam yang sangat rapat, misalnya (20x10x40) cm atau lebih rapat lagi, karena akan menyebabkan jarak dalam baris sangat sempit. Sistem tanam legowo 2:1 akan menghasilkan jumlah populasi tanaman per ha sebanyak 213.300 rumpun, serta akan meningkatkan populasi 33,31% dibanding pola tanam tegel (25x25) cm yang hanya 160.000 rumpun/ha. Dengan pola tanam ini, seluruh barisan tanaman akan mendapat tanaman sisipan.Populasi TanamanPopulasi tanaman merupakan salah satu faktor penentu hasil yang dapat dicapai ketika panen padi. Penampilan varietas padi pada kondisi jarak tanam lebar dengan cukup hara dan air dapat dianggap sebagai "ekspresi genetik suatu varietas", sedangkan pada kondisi jarak tanam sempit merupakan ekspresi genetik x lingkungan x pengelolaan. Dengan demikian populasi optimal dapat diperoleh melalui pengaturan Penentuan Rumus UbinanMetode pengambilan ubinan adalah cara memperkirakan hasil panen per satuan luas yang disebut dengan produktivitas. Satuan produktivitas biasanya dinyatakan dengan ton/ha atau kw/ha atau kg/ha. Salah satu caran untuk mengetahui tingkat produktivitas tanaman antara lain dapat dilakukan dengan panen ubinan. Ubinan dibuat agar dapat mewakili hasil hamparan. Fenomena di lapangan bahwa jarak tanam sistem jajar legowo yang diterapkan oleh petani tidak selamanya tepat sesuai anjuran misalnya dianjurkan jarak tanam 20 cm x 10 cm x 40 cm. terjadi dilapangan misalnya jarak antar baris dianjurkan 20 cm tetapi yang terjadi kadang lebih atau kurang dari 20 cm, dan jarak dalam barisan dianjurkan 10 cm yang terjadi dilapangan kebanyak lebih dari 10 cm, begitu pula jarak satu set legowo dengan set legowo lain (ruang kosong) yang dianjurkan 40 cm tetapi dilapangan kebanyakan ruang kosong kurang atau lebih dari yang dianjurkan. Hal ini dapat mempengaruhi jumlah rumpun dalan menentukan satu hektar. Untuk mengatasi ini hal ini maka perlu ditetapkan Rumus Ubinan yang sifatnya fleksibel mengikuti keadaan yang terjadi di lapangan.Oleh sebab itu diperlukan langkah-langkah sebagai berikut :1. Pilih pertanaman yang seragam dan dapat mewakili penampilan hamparan, baik dalam segi pertumbuhan, kepadatan tanaman, maupun kondisi pertanaman;2. Luas ubinan perlu ditetapkan dan disesuaikan dengan jarak tanan yang digunakan sistem penanaman dan jarak tanam.3. Gunakan minimal dua Set Jajar Legowo (bisa 3 set atau 4 set, dst ) yang berdekatan dan dinyatakan sebagai Lebar Ubinan (l); dan Batas Lebar Ubinan harus ditetapkan berada pada jarak antar tanaman (ruang kosong) dan kemudian ukur lebar ubinan (l) dengan satuan meter. 4. Gunakan panjang baris tanaman legowo atau dinyatakan sebagai panjang ubinan (p); Panjang ubinan tergantung 5. Luas Ubinan = Panjang Ubinan (p) x Lebar Ubinan (l) dan dengan ketentuan bahwa Luas ubinan > 6 m² (paling baik) dan tandai luasan yang akan diubin dengan menggunakan patok dan tali rapia sebagai pembatas ubinan.Alat tanam diperlukan untuk mengatasi kesulitan dan kelangkaan tenaga kerja tanam. Drum seeder adalah jenis alat tanam yang diisi benih siap sebar sekitar 40 kg/ha yang dalam operasionalnya membutuhkan tenaga kerja 5 HOK. Benih direndam dan diperam masing-masing selama 24 dan 48 jam sebelum dimasukkan alat.Jika menggunakan bibit, tanam dapat dilakukan baik secara manual maupun dengan bantuan mesin tanam. Caplak dibutuhkan untuk membuat alur barisan memanjang dan membujur sesuai dengan jarak tanam yang ditentukan. Dibutukan sekitar 26 HOK tenaga tanam secara manual dan 3 HOK jika menggunakan mesin transplanter. Sumber : 1. http://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/info-teknologi Prinsip tanaman Jajar Legowo.html. 2. http://www.antarakalsel.com/berita/6663/hst-Populasi Sistem Jajar Legowo 3. Badan Litbang Pertania.2015. Populsi Pada Sistem Jajar Legowo 4. http://agronomipertanian.blogspot.co.id/2016/03/rumus-ubinan-sistem-tanam-jajar-legowo.html Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id