Loading...

PRINSIP PEMUPUKAN PADI

PRINSIP PEMUPUKAN PADI
Pupuk adalah suatu bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara atau nutrisi bagi tanaman untuk menopang tumbuh dan berkembangnya tanaman. Pemberian pupuk hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Unsur nitrogen, phosphor, dan kalium merupakan unsur hara utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pada tanaman padi di lahan sawah, penentuan kebutuhan pupuk dapat menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS). Hasil uji PUTS merekomendasikan kebutuhan hara sesuai kondisi lahan dan takaran pupuk yang akan diberikan pada tanaman. Pada lahan yang mempunyai kadar Kalium sedang atau tinggi maka penggunaan K cukup 50 kg, apabila rendah membutuhkan 100 kg K. Kebutuhan phosphor (P) pada lahan dengan P rendah membutuhkan 100 kg P, kadar sedang 75 kg P dan tinggi 50 kg P. Berikut ini kriteria tanah sangat subur, subur dan tidak subur. (1) Tanah tidak subur Tanah tidak subur umumnya mempunyai bahan organic yang rendah ( (2) Tanah subur Tanah subur umumnya mempunyai bahan organi yang sedang (1-1,5%), kapasitas tukar kationnya juga sedang (10-20 me/100gram), kandungan hara tersedia juga sedang ditandai P-olsen (3) Tanah sangat subur Tanah sangat subur umumnya mempunyai bahan organik sedang-tinggi (1,5-2,5%), kapasitas tukar kationnya juga tinggi (>20 me/100gram), kandungan hara tersedia juga tinggi ditandai P-olsen > 10 ppm, K-dd >0,30 me/100 gram. Sumbangan N dari tanah sekitar 70 kg per hektar, P dari tanah 25 kg per hektar, dan K dari tanah 100 kg per hektar. Tanah sangat subur juga ditandai oleh tingginya hasil gabah, yaitu diatas 4 ton per hektar. Waktu Pemberian PupukSecara umum, aplikasi hara Nitrogen (N) diberikan sebagai pupuk dasar sebanyak 20%, pupuk susulan ke-1 sebanyak 40% dan pupuk susulan ke-2 sebanyak 40%. Pupuk dasar untuk hara N diberikan hanya 20% disebabkan tanaman padi yang berumur sekitar 7-10 hari masih kecil di mana perakaran sedikit dan belum banyak memerlukan pupuk yang mengandung hara Nitrogen. Sedangkan untuk hara yang mengandung P dan K aplikasinya sebagai pupuk dasar 50% dan pupuk susulan ke-1 sisanya 50%. Jumlah Nitrogen yang diaplikasikan terlalu banyak akan menyebabkan pupuk hilang ke udara, hal ini berbeda dengan pupuk P dan K yang lambat terurai sehingga pemupukannya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman terhadap bahan tersebut. (1) Pupuk dasar /pertama: 150 kg phonska diberikan 7-10 hari setelah tanam (HST) Perakaran padi pada umur 7-10 hst sudah mulai berkembang dan siap menghisap pupuk yang diberikan walau jumlahnya sedikit. Bibit yang baru ditanam akan beradaptasi dengan lingkungan (stres) beberapa hari sehingga sering sebagian dari daunnya berwarna kuning dan mengering. Baru setelah itu, proses tumbuh akar berjalan. Agar efisien jumlah nitrogen yang digunakan tidak terlalu banyak dan sebaiknya disesuaikan yang tersedia pada pupuk phonska. Selain itu beberapa penyakit seperti blas dan hawar daun bakteri (HDB) mempunyai korelasi positif dengan jumlah pupuk nitrogen yang digunakan. Artinya pertanaman yang dipupuk nitrogen dengan dosis tinggi menyebabkan tanaman menjadi lebih rentan dan keparahan penyakit lebih tinggi.Untuk pupuk NPK phonska, pupuk ini punya nilai lebih sebab terdapat kandungan Sulfur sekitar 10%. Belerang (sulfur) pada padi diperlukan untuk sintesis asam amino sistin, sistein, dan metionin, yang selanjutnya membentuk protein. Selain itu belerang sangat membantu perkembangan pucuk, akar dan anakan. Padi sawah yang mengalami kekurangan belerang umurnya lebih panjang dengan persentase kehampaan gabah yang tinggi. Untuk memaksimalkan fungsi pupuk, sebaiknya sehabis pemupukan dilakukan penginjakan. Bila ini dilakukan, pupuk akan bertahan lebih lama di sawah, pupuk maksimal diserap akar tanaman, tanaman lebih subur, gulma akan terkendali dan hasil panen bisa meningkat, Pada waktu pemberian sebaiknya memperhatikan kondisi air. Sebaiknya sewaktu pemberian pupuk, saat kondisi air lagi macak-macak. Pemupukan ke-2: 150 kg ponska + urea 50 kg pada pekan ke-3 atau 21 hst Pada fase ini, ada dua tahapan penting yaitu pembentukan anakan aktif kemudian disusul dengan perpanjangan batang (stem elongation). Kedua tahapan ini bisa tumpang tindih, tanaman yang sudah tidak membentuk anakan akan mengalami perpanjangan batang, buku kelima dari batang di bawah kedudukan malai, memanjang hanya 2-4 cm sebelum pembentukan malai. Pemberian pupuk bertujuan agar anakan yang dihasilkan dapat maksimal. Sewaktu pemberian pemupukan kemudian dilanjutkan pengoyosan/diinjak-injak agar terjadi pemutusan akar tanaman padi dan akan membentuk anakan baru. Pemupukan ke-3 : pemupukan urea Salah satu cara pemberian pupuk Urea pada tanaman padi adalah dengan mengamati perubahan warna daun dengan bantuan alat yang dinamakan bagan warna daun (BWD). Bagan warna daun berupa alat berbentuk "kartu" yang memiliki warna dari hijau muda sampai hijau tua, dengan skala 1 – 4 atau 1 – 6. Untuk menentukan saat pemupukan N, pada hamparan tanaman padi, diambil secara acak sebanyak 15 – 20 rumpun contoh, kemudian cocokan warna daunnya dengan warna hijau pada alat BWD. Bila rata-rata pengamatan warna hijau daun berada di skala warna 3 atau lebih rendah lagi (pada BWD 4 skala) atau di skala 4 atau lebih rendah lagi (pada BWD 6 skala) maka tanaman segera dipupuk N (Urea dan sejenisnya) karena tanaman telah mengalami lapar hara N. Namun bila pada monitoring BWD diperoleh rata-rata lebih dari skala 3 (pada BWD 4 skala) atau lebih dari skala 4 (pada BWD 6 skala), maka tanaman tidak perlu diberi pupuk N (Urea) karena tanaman masih mampu memperoleh hara N dari tanah. Pengamatan pemberian pupuk dengan alat BWD dilakukan sejak 14 hst sampai fase berbunga (63 hst) setiap 7 hari sekali. Banyaknya penambahan Urea, bila terjadi kekurangan hara N adalah 70 kg Urea/ha. Berdasar pengalaman cara pemberian Urea seperti itu dapat dihemat rata-rata 100 kg/ha tanpa menurunkan hasil gabah. Proses pemupukan kedua pada urea dapat dimodifikasi dengan menggunakan BWD. Kemudian dilakukan setiap 7 hari untuk melihat perlunya diberikan urea. Patokannya pada daun bendera atau daun terakhir keluar, tanaman padi membutuhkan energy/pupuk dalam jumlah maksimal. Dengan daun yang hijau terutama daun bendera maka proses fotosintesis akan maksimal. Dan ini akan berpengaruh kepada panjang malai. Penyusun: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian di Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) Sumber :http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita/info-teknologi/content/226-pemupukan-pada-tanaman-padihttps://ceritanurmanadi.wordpress.com/dosis-pupuk-padi/https://ceritanurmanadi.wordpress.com/2012/01/26/fungsi-sulfur-s-atau-belerang-bagi-tanaman/http://agri-tani.blogspot.com/2015/06/aplikasi-dan-dosis-pupuk-tanaman-padi.html