Perbanyakan tanaman mangga secara vegetatif sementara ini merupakan pilihan yang menguntungkan, yaitu dengan teknologi grafting atau sambung celah secara dini. Keuntungan teknologi sambung celah secara dini ini adalah lebih cepat, lebih efisien dalam menggunakan tempat dan hasilnya berupa benih jadi berukuran kecil. Taxonomi dan Morfologi ManggaTanaman mangga memiliki pohon yang tingginya mencapai 10 – 30 cm atau lebih dan umumnya dapat mencapai puluhan tahun. Batangnya tumbuh tegak, kokoh, berkayu dan berkulit agak tebal yang warnanya abu-abu kecoklatan, pecah-pecah, serta mengandung cairan semacam dammar. Percabangannya banyak yang tumbuh ke segala arah hingga tanaman tampak rimbun. Daun tumbuh tunggal pada ranting, letaknya berselang-seling dan bertangkai panjang. Bentuk daun panjang-lonjong dengan bagian ujung meruncing. Permukaan daun sebelah atas berwarna hijau tua, sedangkan permukaan sebelah bawah berwarna hiaju muda Bunga mangga tersusun dalam rangkaian bunga (malai). Tiap malai terdapat bunga dalam jumlah yang sangat banyak, yaitu sekitar 1.000 – 6.000 kuntum, namun bunga yang berkembang menjadi buah sangat sedikit (+ 1%). Buah mangga disebut buah batu dan memiliki bentuk beraneka ragam, antara lain bulat pendek dengan ujung pipih dan bulat panjang agak pipih. Susunan tubuh buah terdiri dari beberapa bagian, yaitu kulit buah, daging buah, lapisan tempurung, biji, dan lembaga. Pemilihan VarietasTujuan pemilihan benih yang unggul dan adaptif adalah untuk menjamin jenis dan kemampuan produksinya. Gunakan benih hasil perbanyakan vegetatif dari varietas unggul (seperti Arumanis 143 dan Gedong gincu), yang berlabel dan sehat. Adapun varietas yang sudah dilepas oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan daerah asal, antara lain adalah varietas Golek 1 (kab. Probolinggo dan Pasuruan), Manalagi 69 (Kab. Pasuruan), Arumanis 143 (Kab. Probolinggo), Gedong Gincu (Kab. Majalengka), Sukku (Kab. Enrekang), Lanabbu (Kab. Pinrang), Legong (Kab. Buleleng), Lajiwo 61 Durih (Kab. Probolinggo), Dodol (Kab. Minahasa). Perbanyakan TanamanPerbanyakan benih mangga yang direkomendasikan adalah dengan cara sambung pucuk (grafting) dan okulasi (budding), dengan syarat batang bawah mempunyai sistem perakaran yang tahan terhadap hama dan penyakit, tahan terhadap kekeringan dan relatif tahan terhadap genangan air yang masih wajar. Batang bawah harus dapat ditempel/disambung dan cocok dengan batang atas yang diinginkan. Batang atas yang dipergunakan merupakan entres yang berasal dari pohon induk tunggal yang diinginkan dengan produktivitas tinggi, mutu yang baik dan sesuai selera pasar serta tahan terhadap hama dan penyakit. Perbanyakan secara vegetatif memiliki beberapa keuntungan, yaitu:• Mempunyai sifat-sifat baik yang sama dengan pohon induknya dan produksinya tinggi; • Cepat menghasilkan buah, karena umur mulai berbuah relatif singkat, dan sudah berbunga walaupun pohon masih pendek; dan • Dapat tumbuh dengan baik di tempat yang permukaan air tanahnya dangkal karena mempunyai perakaran yang dangkal. Kerugian perbanyakan tanaman secara vegetatif adalah sebagai berikut:• Tidak hanya sifat baik yang dibawa dari pohon induknya akan tetapi sifat-sifat yang merugikan juga diturunkan, tetapi saat ini sudah dapat dimanipulasi oleh para ahli dan peneliti; • Apabila areal perkebunan merupakan daerah berangin kencang > 10 km/jam, maka pohon yang ditanam dan perbanyakan vegetative akan mudah roboh karena sistem perakarannya dangkal; • Pada musim kemarau panjang, tanaman hasil perbanyakan vegetatif, relatif tidak tahan tanpa air, untuk itu diperlukan sistem pengairan yang baik; dan • Sukar sekali untuk memperoleh banyak tanaman dari satu pohon induk sekaligus. Upaya meningkatkan sifat baik pohon induk dan menekan kerugian yang dibawa dari pohon induk hasil perbanyakan vegetatif, dapat disiasati dengan cara penyambungan antara dua jenis tanaman, yang satu bertindak sebagai penerima (recipient) yang disebut batang atas dan yang satu lagi sebagai pendukung (donor) yang disebut batang bawah Umur Benih/TanamanUmur benih/tanaman siap tanam adalah 6 bulan setelah okulasi/sambung dan bebas dari serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Tinggi benih 0,75 – 1 m serta diameter 1 – 1,5 cm, berwarna hijau tua kecoklat-coklatan, tumbuh lurus dan tidak bercabang, warna daun hijau mengkilap dan telah membentuk 3 flush. Penyakit Benih ManggaTanaman mangga dapat diserang oleh hama dan penyakit mulai dari persiapan benih. Penyakit yang menyerang benih mangga saat tanaman masih di polybag umumnya disebabkan oleh cendawan Pythium vexans. Cendawan ini berkembang di tanah secara saprofit pada bahan organik yang membusuk. Pada awal serangan, gejala yang terlihat adalah daun menjadi lembek dan lemah dengan perubahan warna daun menjadi hijau terang. Selanjutnya daun akan mongering dan bercak coklat muncul pada pangkal daun. Dalam beberapa minggu, seluruh tanaman akan mati. Serangan hama ini juga menyebabkan rusaknya akar tanaman.Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat)Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan