Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan yang disingkat dengan BP2KP Kabupaten Aceh Besar merupakan badan yang menaungi para penyuluh pertanian baik PNS maupun Tenaga Harian Lepas (THL) yang ada di Kabupaten Aceh Besar. BP2KP Aceh Besar adalah Badan teknis yang bertujuan untuk memberdayakan petani di Aceh Besar agar bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi dan juga diharapkan agar ketersediaan pangan bisa lebih meningkat (surplus) dari sebelumnya, tentu saja hal tersebut akan sulit dilaksanakan tanpa kehadiran penyuluh pertanian yang profesional, handal dan terampil. Beralamat di Jalan Laksamana Malahayati No. 04 Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar ini, berdiri sejak tahun 2009, BP2KP Aceh Besar mempunyai tugas pokok membantu Bupati Aceh Besar dalam menyelenggarakan Pemerintah Daerah di bidang Ketahanan Pangan sesuai Qanun Kabupaten Aceh Besar Nomor 3 Tahun 2008 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas dan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Aceh Besar dengan uraian tugas pokok sebagai berikut, Perumusan kebijakan teknis di bidang ketahanan pangan, pemberian dukungan atas penyelenggaraan pemerintah daerah di bidang ketahanan pangan yang meliputi ketersediaan dan distribusi pangan, konsumsi, dan penganekaragaman pangan, keamanan pangan serta ketatausahaan, pembinaan dan pelaksanaan tugas pemberian pelayanan di bidang ketahanan pangan, teknologi dibidang pertanian dan pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kab Aceh Besar mempunyai fungsi sebagai perumusan kebijakan teknis di bidang ketahanan pangan, pelayanan dan penunjang dalam menyelenggarakan pemerintah daerah di bidang ketahanan pangan, pengkoordinasian penyelenggaraan pemerintah daerah di bidang ketahanan pangan, pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya Sampai dengan awal Thun 2014 ini jumlah Penyuluh di Aceh Besar sebanyak 269 orang, terdiri dari 94 penyuluh PNS (termasuk penyuluh kabupaten) dan 175 penyuluh THL yang dinaungi oleh 18 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) ditingkat kecamatan dan juga terdiri dari 609 Kelompok Tani. Dengan luas wilayah yang cukup besar, dimana Aceh Besar terdiri dari 23 kecamatan dan menaungi 604 desa, dengan luas daerah dan jumlah desa yang cukup banyak menunjukkan bahwa jumlah PPL tersebut sangat tidak memadai, idealnya satu desa dikendalikan oleh 1 orang PPL PNS/THL yang bertanggung jawab. Beberapa komoditi andalan yang dikembangkan di Aceh Besar diantaranya adalah padi, jagung, kacang tanah, kacang hijau, kakao, kelapa dan dibidang peternakan diantaranya sapi potong dan ayam buras. Memasuki awal 2014 ini, beberapa kegiatan yang sudah dan akan terus dilaksanakan oleh BP2KP Aceh Besar diantaranya adalah Pelatihan Petani dan Pelaku Agribisnis di Kabupaten Aceh Besar yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dan pelaku agribisnis tentang teknologi budidaya, pengolahan dan pemasaran hasil komoditi perkebunan, peternakan, hortikultura dan perikanan, kemudian mendorong petani agar mampu memecahkan masalah yang dihadapi dalam penerapan teknologi, selanjutnya adalah pelatihan peningkatan kompetensi teknis untuk penyuluh dan aparatur, pelatihan kepemimpinan dan managemen BPP, diharapkan dengan adanya pelatihan-pelatihan yang meningkatkan kapasitas penyuluh mampu mewujudkan ketahanan dan ketersediaan pangan di Aceh Besar dan menjadi panutan bagi daerah lain dalam pengembangan penyuluhan. Dalam acara HUT Kota Jantho ke 29, mei 2013 yang lalu, BP2KP berhasil keluar sebagai juara 2 pada kegiatan pameran yang dilaksanakan di Lapangan Bungong Jeumpa Kota Jantho. Susunan Kepegawaian Kondisi aparatur atau pegawai di lingkungan Badan Pelaksana Penyuluhan Dan Ketahanan Pangan Kab Aceh Besar Tahun 2013, sebaga berikut : 1. Kepala Badan : Drh. Alimin Hasan, MM 2. Sekretaris : Drs. A. Rahim 3. Kepala Bidang Sistem Penyuluhan : Agus Rizal, SP 4. Kepala Bidang Pengembangan : Drs. Aiyub Yunus Kelembagaan dan Agribisnis 5. Kepala Bidang Pelayanan Teknologi, : Drs. Rousfizal Informasi dan Komunikasi 6. Kepala Bidang Ketahanan Pangan : Bukhari, SH 7. Kepala Sub Bagian Tata Usaha : Mulyadi, SP 8. Kepala Sub Bagian Keuangan : -- 9. Koordinator Penyuluh Kab Aceh Besar : Abdullah Hs, SP Strategi Dan Arah Kebijakan Daerah Strategi Keberadaan BADAN PELAKSANA PENYULUHAN DAN KETAHANAN PANGAN KAB ACEH BESAR diharapkan mampu mewujudkan Ketahanan Pangan di Kabupaten Aceh Besar sesuai dengan visi dan pelaksanaannya dijabarkan melalui misi. Strategi yang akan ditempuh dalam pembangunan Ketahanan Pangan adalah : 1. Pengembangan kapasitas produksi lokal 2. Peningkatan keberdayaan dan partisipasi masyarakat 3. Pengembangan dan peningkatan intensitas jaringan kerjasama lintas pelaku, lintas wilayah dan lintas waktu 4. Pengembangan agrobisnis pangan yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan dan terdesentralisasi. 5. Peningkatan efektivitas dan kualitas kinerja Lingkungan strategi yang mendukung Pembangunan Ketahanan Pangan di Kabupaten Aceh Besar sebagai berikut : a. Kekuatan : 1. Adanya nilai-nilai kebersamaan, kejujuran, keterbukaan, akuntabel (bertanggung jawab) dari para pelaku Ketahanan Pangan. 2. Potensi pertanian dan produktivitas komoditi pangan di atas rata-rata. 3. Tersedianya sarana produksi yang cukup dengan harga yang terjangkau oleh petani. 4. Sarana dan prasarana distribusi yang memadai. b. Kelemahan : 5. Kurangnya sosialisasi program pembangunan ketahanan pangan. 6. Kelembagaan ketahanan pangan masih sangat kurang, baik dalam jumlah maupun mutunya. c. Peluang : 7. Adanya keinginan setiap manusia untuk memenuhi kebutuhan pangan, karena pangan merupakan kebutuhan yang sangat esensial bagi setiap manusia. 8. Masih banyak orang yang belum mampu mandiri dalam mencukupi pangan. d. Ancaman : 9. Belum semua aparat pemerintah faham terhadap manfaat pem bangunan ketahanan pangan. 10. Adanya ekonomi dan politik dalam bidang pangan. Tujuan Ada beberapa tujuan BADAN PELAKSANA PENYULUHAN DAN KETAHANAN PANGAN KAB ACEH BESAR yang antara lain : a. Mengembangkan Sistem Ketahanan Pangan Daerah (pedesaan) yang tangguh melalui sistem ketersediaan, distribusi dan konsumsi secara sinergis. b. Meningkatkan ketersediaan dan cadangan pangan dalam jumlah, mutu dan keragaman yang cukup di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Besar. c. Meningkatkan keberdayaan dan kemandirian masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan, berbasis pada sumber daya, kelembagaan dan budaya lokal. d. Meningkatkan kewaspadaan pangan masyarakat agar dapat mengantisipasi secara dini masalah kerawanan pangan di Kabupaten Aceh Besar. e. Meningkatkan penganekaragaman konsumsi melalui pengembangan pangan lokal dan produk-produk pangan olahan guna meningkatkan kualitas konsumsi pangan dan sekaligus mendorong penurunan konsumsi beras per kapita. f. Meningkatkan kemampuan membangun sistem distribusi pangan untuk menunjang penyebaran dan tingkat harga pangan yang terjangkau oleh daya beli masyarakat. g. Mengembangkan kemitraan usaha para pelaku agribisnis pangan Kabupaten Aceh Besar. Sasaran Sasaran program ketahanan pangan tahun 2013 adalah sebagai berikut : a) Meningkatkan produksi pangan yang berbasis pada sumber daya lokal yang secara spesifik masing-masing sub sektor dibidang pertanian. b) Mempertahankan standar kecukupan ketersediaan energi per kapita minimal 2.500 kilo kalori/hari dan ketersediaan protein minimal 55 gram /kapita/hari dengan proporsi perkiraan hewani 25 %. c) Meningkatkan kemampuan pengelolaan cadangan pangan masyarakat. d) Stabilnya harga bahan pangan pokok antar waktu serta meningkatnya daya beli masyarakat terhadap pangan. e) Menurunnya tingkat kerawanan pangan yang digambarkan dengan : (1). Terdeteksinya indikator kerawanan secara dini dengan mengopti malkan fungsi Sistem Kewaspadaan Pangan Gizi (SKPG) sehingga mempercepat penanggulangan kerawanan pangan. (2). Meningkatnya pemahaman masyarakat produsen dan perdagangan produk pangan dalam sistem jaminan mutu pangan skala keluarga. (3). Meningkatnya konsumsi masyarakat dan pemerintah dalam meman faatkan pangan lokal non beras. (4). Meningkatkan pemberdayaan masyarakat petani dalam mengakses permodalan, teknologi dan pemasaran. (5). Meningkatnya kemandirian masyarakat dalam pemantapan ketahan nan pangan dicirikan oleh : a). Meningkatnya produktivitas tenaga kerja dan tingkat manajerial masyarakat. b). Meningkatnya pemahaman dan motivasi aparat pemerintah dalam membina ketahanan pangan. c). Meningkatnya eksis masyarakat pada tekonologi permodalan dan pemasaran hasil, sehingga mampu meningkatkan produktivitas usaha tani. Kebijakan Operasional Kebijakan operasional yang dilakukan Kantor Ketahanan Pangan adalah berperan memfasilitasi terciptanya kondisi yang kondusif bagi masyarakat dan swasta untuk berkiprah dalam pembangunan ketahanan pangan. Upaya untuk menciptakan kondisi tersebut dapat : a. Peningkatan kapasitas produksi pangan melalui pengembangan sistem dan usaha agribisnis yang berbasisi pada komoditas pertanian bahan pangan. b. Mengoptimalkan sumber daya alam yang ada, penangganan teknologi pengembangan manajemen, pengembangan prasarana untuk menghasilkan produk pangan yang dapat bersaing di pasaran. c. Penanganan simpul-simpul dalam pelayanan publik seperti penetapan standar mutu, informasi pasar, iptek, transportasi, permodalan, diklat. Kemitraan usaha, penumbuhan dan pembinaan lembaga cadangan pangan, pengelolaan pangan dan gizi masyarakat, perlindungan masyarakat dari akibat mengkonsumsi pangan. d. Meningkatkan kemandirian dan keberdayaan masyarakat agar mampu dan mandiri dalam mengenali potensinya, mengenai adanya peluang, mampu mengambil keputusan yang terbaik untuk mengembangkan usahanya. Program Untuk mencapai sasaran pembangunan ketahanan pangan ada 5 Program yaitu : 1. Program Kerja Pelayanan Administrasi Perkantoran. 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur. 5. Program Peningkatan Ketahanan Pangan BPPKP Aceh Besar juga dapat di Akses pada jejaring sosial FB melalui fanpage beralamat : Bp2kp Aceh Besar - Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan