Loading...

PROFIL NAGARI KINARI KECAMATAN BUKIT SUNDI KABUPATEN SOLOK PROVINSI SUMATERA BARAT

PROFIL NAGARI KINARI KECAMATAN BUKIT SUNDI KABUPATEN SOLOK PROVINSI SUMATERA BARAT
Nagari Kinari merupakan salah satu Nagari di Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat dengan luas wilayah 3.188 ha, dan terletak pada perkiraan 0031 - 1045 Lintang Selatan dan 100025 - 101041 Bujur Timur. Secara umum Nagari Kinari beriklim Tropis dengan suhu bervariasi antara 180C - 320C dengan ketinggian antara 300 s/d 700 m dari atas permukaan laut, dengan Topografi Nagari yang tidak rata, dikelilingi Bukit. Curah hujan rata-rata pertahun 1.707,75 mm. Nagari Kinari terdiri dari 4 (empat) jorong yang terdiri dari Jorong Pamujan, Jorong Tapi Aia , Jorong Gelanggang Tinggi dan Jorong Bungo Harum. Nagari Kinari berada dalam wilayah Kecamatan Bukit Sundi dengan jalan Kabupaten seolah-olah membagi empat wilayah ini. Wilayah kinari dengan batas-batas Sebelah utara berbatasan dengan Muaro Paneh, Sebelah selatan berbatasan dengan Parambahan dan Nagari Sirukam dan Supayang Kecamatan Payung Sekaki, Sebelah Barat berbatasan dengan Nagari Koto Anau Kecamatan Lembang Jaya, Sebelah Timur berbatasan dengan Nagari Bukit Tandang dan Nagari Kubang Nan Duo (Kecamatan Payung Sekaki), Luas nagari Kinari secara keseluruhan lebih kurang 3.188 Ha dan 699 ha lahan yang ada berupa lahan sawah yang ditanami secara monokultur dengan tanaman padi. Hanya sebagian kecil lahan sawah ini yang di gilirkan dengan tanaman palawija atau tanaman hortikultura Berdasarkan programa penyuluhan pertanian Tahun 2020 Penduduk Nagari Kinari yang bergerak di bidang pertanian berkisar 2793 orang. Dimana sebagian petani ini telah tergabung ke dalam 18 buah kelompok tani yang ada di Nagari Kinari. Dari Kegiatan Penyusunan Rencana Usaha Anggota yang telah dilakukan oleh penyuluh terlihat bahwa ada beberapa masalah yang umum di hadapi petani di nagari Kinari Antara Lain : Kebanyakan petani mengolah lahan dengan alat bajak kura kura dan sangat sedikit yang menggunakan bajak singkal Penggunaan bibit yang tua (umur Pindah Tanam 1 bulan bahkan 40 hari untuk varietas Anak Daro) Masih rendahnya minat petani untuk mengembalikan jeraminya kembali ke sawah, petani lebih suka membakar sisa jerami Pemupukan Dilaksanakan Saat tanaman berumur 1 bulan setelah tanam Masih rendahnya minat petani untuk menggunakan pupuk organic maupun pupuk kandang dalam usaha tani padinya Pemupukan dilakukan hanya satu kali saja selama musim tanam Budidaya padi petani masih secara konvensional masih rendahnya minat petani untuk menerapkan system pola tanam jajar legowo. Kendala serangan hama tikus yang dapat menurunkan hasil panen petani Ditulis oleh LILI HIKMAWATI, SP (PP PROGRAMA/ PP WKPP KINARI KECAMATAN BUKIT SUNDI KABUPATEN SOLOK PROVINSI SUMATERA BARAT)